Legenda AC Milan sekaligus mantan peraih Ballon d’Or, Kaka melontarkan keyakinan besar jelang Derby della Madonnina kontra Inter Milan pada pekan ke-28 Serie A 2025-26, Senin (9/3/26) pukul 02.45 WIB di San Siro.
Dalam wawancara bersama La Gazzetta dello Sport, Kaká mengaku punya satu kepastian: Milan bisa mengalahkan Inter Milan.
Tak hanya soal derby, Kaká juga berbicara mengenai peluang Scudetto, peran Massimiliano Allegri, hingga kejutan yang diberikan Cristian Chivu bersama Inter musim ini.
Milan Masih Punya Peluang Raih Scudetto
Meski jarak poin di klasemen cukup signifikan, Kaká menolak menyerah. Ia percaya dalam sepak bola, segalanya masih mungkin.
“Perasaan yang bagus. Kami tertinggal sepuluh poin, tapi saya katakan: itu bisa dilakukan, bahkan untuk Scudetto. Tentu saja, melihat klasemen sekarang ini tampak seperti misi yang sangat sulit, tetapi dalam sepak bola saya sudah melihat banyak hal dan saya ulangi, saya percaya. Selama masih memungkinkan, kita harus terus percaya dan para pemain di lapangan akan melakukannya,” ujar Kaká.
Pernyataan ini menegaskan mentalitas khas Milan: pantang menyerah hingga akhir. Derby bukan sekadar laga gengsi, tetapi juga momentum untuk memangkas jarak dan menghidupkan kembali asa juara Serie A.
Allegri dan Perdebatan Main Indah vs Hasil
Kaká juga membela pelatih Massimiliano Allegri yang kerap dikritik karena gaya bermain pragmatis.
“Saya orang Brasil, dan perdebatan antara bermain bagus dan kebutuhan meraih hasil akan selalu ada. Di dunia sempurna, keduanya harus berjalan bersama. Tapi sebagai Milanisti, kita harus melihat sisi positif. Allegri mengenal sepak bola Italia dengan sangat baik dan melakukan pekerjaan hebat,”
Menurut Kaká, yang terpenting adalah hasil. Ia bangga melihat Milan kembali bersaing di papan atas dan berjuang untuk tiket Eropa serta gelar liga.
Chivu, Kejutan Menyenangkan di Inter
Menariknya, Kaká juga memberikan pujian kepada pelatih Inter, Cristian Chivu.
“Saya melihatnya di Piala Dunia Antarklub musim panas lalu. Timnya memang belum tampil maksimal saat itu, tetapi itu awal dari petualangan baru. Chivu membangun tim solid di debutnya di bangku cadangan besar: dia kejutan yang menyenangkan,”
Pernyataan ini menunjukkan respek Kaká terhadap perkembangan Inter musim ini. Meski ada skeptisisme di awal, Chivu berhasil membawa Nerazzurri melaju konsisten dalam perburuan gelar.
Siapa Ancaman di Derby?
Dalam “gim klasik” memilih satu pemain yang ingin dihilangkan dari Inter, Kaká awalnya menyebut Lautaro Martinez. Namun karena cedera, ia memilih Marcus Thuram sebagai ancaman utama.
“Saya akan mengatakan Lautaro, tetapi karena dia sedang cedera, saya memilih Thuram,”
Sementara dari kubu Milan, Kaká menjagokan Luka Modric.
“Modric, tanpa ragu. Dengan pengalaman dan kelasnya, dia akan membuat perbedaan. Tapi saya juga sangat menyukai Christian Pulisic, dan tentu saja selalu ada Rafael Leao,”
Nostalgia San Siro dan Masa Depan
Tak lengkap bicara derby tanpa menyentuh San Siro. Kaká mengaku sedih dengan rencana perubahan stadion legendaris tersebut.
“Saya memikirkan sejarahnya dan merasa sedih. Ada nostalgia untuk momen yang kami alami di sana. Tapi terkadang perubahan diperlukan, hidup terus berjalan. Akan ada sesuatu yang baru dan petualangan indah lainnya,”
San Siro bukan sekadar stadion, melainkan simbol sejarah dan emosi bagi Milanisti maupun Interisti.
Milan Bisa Kalahkan Inter
Bagi Kaká, laga ini punya makna jelas:
“Saya punya satu kepastian: Milan bisa mengalahkan Inter dan mendekat di klasemen. Saya percaya pada Lukita, dan bukan hanya dia.”
Optimisme ini bisa menjadi bahan bakar moral bagi skuad Rossoneri. Jika Milan menang, jarak poin akan terpangkas dan tekanan psikologis berpindah ke kubu Inter.
Sebaliknya, kemenangan Inter bisa mempertegas dominasi mereka dalam perburuan Scudetto.

Leave a Reply