
Piotr Zielinski menegaskan bahwa Inter Milan memiliki ambisi besar untuk musim ini (2026-27).
Gelandang asal Polandia tersebut menyebut menjuarai Liga Champions adalah sebuah mimpi bagi Nerazzurri, sekaligus mengungkap sejumlah klub yang menurutnya menjadi pesaing utama dalam perebutan Scudetto.
Zielinski berbicara kepada awak media dalam acara Premio Gentleman di Milan.
Ia baru saja kembali ke Italia setelah menjalani tugas internasional bersama tim nasional Polandia dan dijadwalkan kembali menjalani latihan bersama Inter.
Di tengah persaingan Serie A yang semakin ketat, Zielinski menegaskan bahwa Inter memiliki keyakinan terhadap kualitas skuad mereka.
Zielinski: Inter Selalu Mampu Bangkit
Salah satu karakter Inter yang paling disoroti Zielinski adalah kemampuan tim untuk bangkit ketika berada dalam posisi sulit.
“Kami adalah tim yang hebat dan saya pikir kami sudah membuktikannya. Bahkan ketika tertinggal dua gol, kami selalu mampu bangkit dan meraih hasil,” ujar Zielinski.
Kemampuan tersebut memang terlihat dalam beberapa pertandingan musim ini. Inter mampu membalikkan keadaan setelah tertinggal dua gol ketika menghadapi Napoli dan Udinese.
Nerazzurri juga menunjukkan mentalitas serupa ketika bermain imbang 2-2 melawan Roma.
Namun, Zielinski bercanda bahwa timnya seharusnya tidak perlu membuat pertandingan menjadi terlalu sulit.
“Itu adalah kekuatan kami, tetapi mungkin akan lebih baik jika kami mencetak gol lebih dulu dan menang 4-2,”
Pernyataan tersebut menggambarkan karakter Inter yang tidak mudah menyerah, sekaligus menunjukkan bahwa para pemain menyadari masih ada ruang untuk memperbaiki performa.
Inter Fokus pada Diri Sendiri dalam Perburuan Scudetto
Persaingan Serie A musim ini diperkirakan berlangsung sangat ketat. Inter saat ini berada di papan atas bersama sejumlah klub lain, termasuk Roma dan Lazio.
Ketika ditanya mengenai tim yang menjadi pesaing utama dalam perebutan Scudetto, Zielinski menyebut beberapa nama.
“Kita lihat saja seiring berjalannya musim dan yang terpenting kami harus fokus kepada diri sendiri. Daftarnya seperti biasa: Roma, Juventus, Napoli, Milan, tetapi juga Como,”
Daftar tersebut menunjukkan bahwa Zielinski tidak ingin meremehkan siapa pun.
Roma, Juventus, Napoli, dan Milan memang memiliki sejarah panjang dalam persaingan papan atas Italia. Sementara itu, penyebutan Como menjadi menarik karena klub tersebut mulai menunjukkan kemampuan untuk bersaing dengan tim-tim yang lebih mapan.
Bagi Inter, fokus utama tetap menjaga konsistensi sendiri. Perjalanan menuju Scudetto masih panjang dan setiap kehilangan poin dapat memberikan pengaruh besar terhadap klasemen.
Inter Membawa Modal dari Musim Lalu
Inter memasuki musim ini dengan status sebagai juara Serie A sekaligus pemenang Coppa Italia pada musim sebelumnya.
Dua gelar tersebut menjadi bukti bahwa Nerazzurri masih menjadi salah satu kekuatan utama sepak bola Italia.
Namun, perjalanan mereka di Liga Champions musim lalu justru berakhir lebih cepat dari yang diharapkan. Inter secara mengejutkan tersingkir setelah kalah dari Bodø/Glimt pada babak play-off.
Hasil tersebut tentu menjadi pengalaman pahit sekaligus motivasi untuk memperbaiki pencapaian di kompetisi Eropa.
Liga Champions Tetap Menjadi Mimpi Inter
Zielinski tidak menyembunyikan ambisi Inter di Eropa.
“Tentu saja merupakan mimpi kami untuk memenangkan Liga Champions dan kami akan memberikan segalanya. Kita lihat bagaimana akhirnya,” kata mantan pemain Napoli tersebut.
Inter memiliki sejarah besar di kompetisi tersebut. Nerazzurri terakhir kali memenangkan Liga Champions pada 2010 ketika berhasil menyapu bersih Serie A, Coppa Italia, dan Liga Champions.
Sejak saat itu, Inter kembali beberapa kali mendekati trofi tersebut, termasuk mencapai final pada 2023.
Karena itu, keinginan untuk kembali menjadi juara Eropa bukanlah sesuatu yang baru bagi klub maupun para pendukungnya.
Kekalahan dari Real Madrid Justru Memberikan Kepercayaan Diri
Menariknya, Inter belum mendapatkan awal yang ideal di Liga Champions musim ini. Nerazzurri kalah 2-1 ketika bertandang ke markas Real Madrid.
Namun, hasil akhir tersebut tidak sepenuhnya mencerminkan performa Inter di lapangan.
Menurut Zielinski, permainan yang ditunjukkan Inter di Santiago Bernabéu justru memberikan keyakinan bahwa timnya mampu bersaing dengan klub-klub terbaik Eropa.
“Tidak semua orang bisa pergi ke Bernabéu dan mendominasi pertandingan seperti yang kami lakukan, menguasai bola dan menciptakan peluang,”
Ia mengakui bahwa kekalahan tetap terasa mengecewakan.
“Sayangnya kami kalah pada malam itu, tetapi pertandingan tersebut menunjukkan kepada kami bahwa kami kuat dan kami membuktikannya di Madrid,”
Pernyataan tersebut menjadi salah satu pesan penting dari Zielinski. Bagi Inter, kekalahan dari Real Madrid tidak hanya dilihat dari skor akhir, tetapi juga dari kualitas permainan yang mampu mereka tampilkan.

Leave a Reply