
Manuel Akanji memberikan sinyal positif menjelang dimulainya musim baru bersama Inter Milan. Bek asal Swiss tersebut menilai bertambahnya persaingan di lini belakang setelah kedatangan John Stones dan kehadiran Benjamin Pavard justru menjadi sesuatu yang sangat dibutuhkan Nerazzurri.
Akanji menyampaikan pandangannya kepada La Gazzetta dello Sport terkait kebutuhan skuad akan kedalaman skuad yang berkualitas jika ingin bersaing di Liga Champions.
Kedatangan Stones membuat persaingan di lini belakang Inter semakin menarik.
Akanji tidak melihat situasi tersebut sebagai ancaman terhadap posisinya. Justru sebaliknya, ia menilai kompetisi internal akan memberikan dampak positif terhadap seluruh pemain.
“Persaingan di lini pertahanan semakin ketat dengan kehadiran Stones dan Pavard? Inilah yang kami butuhkan untuk bersaing bukan hanya di Italia, tetapi juga di Liga Champions,” ujar Akanji.
Akanji menilai Inter kini memiliki salah satu lini pertahanan terbaik.
Menurutnya, hampir setiap posisi memiliki setidaknya dua pemain berkualitas yang dapat dipercaya.
“Kami memiliki lini pertahanan yang sangat tangguh, salah satu yang terbaik, dan tim yang hebat. Di setiap posisi, setidaknya ada dua pemain berkualitas,”
Kondisi tersebut membuat Chivu memiliki banyak pilihan ketika menentukan komposisi pertahanan.
Kedalaman Skuad Jadi Senjata Inter
Bagi Akanji, kedalaman skuad bukan sekadar persoalan jumlah pemain.
Memiliki dua pemain berkualitas di setiap posisi membuat standar latihan menjadi semakin tinggi.
Setiap pemain harus terus menunjukkan performa terbaiknya agar mendapatkan tempat di starting XI.
Akanji menjelaskan bahwa para pemain baru memang masih membutuhkan waktu untuk memahami sistem Inter.
Namun, ia percaya proses tersebut akan berjalan secara bertahap.
“Sekarang kami harus memasukkan para pemain baru ke dalam sistem, tetapi persaingan dalam latihan akan tinggi dan itu membuat semua orang berkembang,”
Pernyataan tersebut menggambarkan bagaimana Akanji melihat persaingan sebagai bagian penting dari proses membangun tim.
Stones Dinilai Berada di Klub yang Tepat
Akanji juga memberikan penilaian positif terhadap John Stones.
Keduanya sudah saling mengenal setelah pernah bermain bersama di Manchester City.
Karena itu, Akanji memahami kualitas yang dimiliki bek Inggris tersebut.
Menurutnya, Stones memiliki kemampuan yang sangat lengkap dan tidak akan mengalami kesulitan berarti untuk beradaptasi dengan Inter.
“Dia bisa melakukan semuanya dan tidak akan mengalami masalah untuk beradaptasi. Dia berada di tempat yang tepat,”
Pernyataan tersebut tentu menjadi kabar menggembirakan bagi Inter.
Stones datang membawa pengalaman bermain di level tertinggi bersama Manchester City dan tim nasional Inggris.
Kini, ia dituntut untuk menerjemahkan pengalaman tersebut ke dalam sistem permainan Chivu.
Akanji dan Stones Punya Kesamaan
Menariknya, Akanji melihat adanya kesamaan antara dirinya dan Stones.
Keduanya senang membangun serangan dari lini belakang dan nyaman ketika harus menguasai bola.
Dalam sepak bola modern, kemampuan bek dalam memainkan bola menjadi semakin penting.
Bek tidak lagi hanya dituntut memenangkan duel dan menghentikan serangan lawan.
Mereka juga harus mampu menjadi awal dari proses pembangunan serangan.
Namun, bagi Akanji, satu hal tetap menjadi prioritas.
Bertahan Adalah Hal Terindah di Dunia
Akanji memiliki pandangan yang sangat jelas mengenai tugas utamanya sebagai seorang bek.
“Bagi saya, bertahan adalah hal terindah di dunia,”
Bek Swiss tersebut bahkan menyebut aspek defensif sebagai bagian terpenting dari permainannya.
Meskipun ia menikmati proses membangun serangan dari belakang, prioritasnya tetap satu: menjaga lawan dan mempertahankan gawang.
Ia mengatakan bahwa dirinya dan Stones sama-sama menikmati bermain dengan bola, tetapi tugas utama seorang bek tetap melakukan marking.
Filosofi Bertahan Inter Mendapat Pujian
Akanji juga memberikan apresiasi terhadap pekerjaan Inter dalam aspek pertahanan.
Menurutnya, Nerazzurri telah melakukan pekerjaan yang sangat baik secara kolektif.
Bukan hanya satu atau dua pemain yang bertanggung jawab terhadap pertahanan.
Seluruh tim memiliki peran dalam menjaga struktur ketika kehilangan bola.
Inilah yang membuat Akanji percaya bahwa Inter memiliki fondasi defensif yang sangat kuat.
Kehadiran Stones kemudian diharapkan semakin memperkaya pilihan Chivu.
Akanji Nyaman Bermain di Banyak Posisi
Salah satu kelebihan Akanji adalah fleksibilitasnya.
Bek berusia 30 tahun tersebut mampu bermain di beberapa posisi dalam sistem pertahanan.
Hal tersebut memberikan keuntungan bagi Chivu karena dapat menyesuaikan komposisi pemain berdasarkan lawan dan kebutuhan pertandingan.
Akanji sendiri mengaku menikmati fleksibilitas tersebut.
“Secara pribadi, saya suka bermain di beberapa posisi karena pelatih membantu saya dan memberikan kebebasan tertentu,”
Kemampuan tersebut membuat Akanji menjadi salah satu pemain yang sangat berguna dalam skuad Inter.
Chivu Paham Cara Melatih Bek
Akanji juga memberikan pujian kepada Chivu sebagai pelatih.
Dengan latar belakang sebagai mantan bek, Chivu tentu memiliki pemahaman mendalam mengenai kebutuhan pemain di lini belakang.
Akanji bahkan memberikan komentar bernada positif:
“Saya rasa pelatih memang sangat memahami para bek…”
Komentar tersebut menunjukkan kepercayaan Akanji terhadap metode Chivu.
Sebagai mantan bek yang pernah bermain di level tertinggi, Chivu memahami detail-detail kecil yang dibutuhkan seorang pemain bertahan.
Persaingan Bisa Menguntungkan Semua Pemain
Dengan hadirnya Stones dan semakin kuatnya opsi pertahanan Inter, Chivu kini memiliki banyak pilihan.
Akanji, Stones, Pavard, Bastoni, dan pemain lainnya akan bersaing mendapatkan menit bermain.
Namun, persaingan tersebut tidak harus menciptakan konflik.
Justru, seperti yang dikatakan Akanji, kompetisi di latihan dapat meningkatkan kualitas semua pemain.
Setiap pemain harus bekerja lebih keras.
Setiap kesalahan akan menjadi bahan evaluasi.
Dan setiap pemain memiliki motivasi untuk membuktikan dirinya layak tampil.

Leave a Reply