
Inter Milan masih memiliki pekerjaan rumah yang cukup besar di bursa transfer musim panas 2026. Setelah aktivitas perekrutan dan sejumlah penjualan penting, Nerazzurri kini perlu mempercepat proses pelepasan pemain yang tidak masuk dalam rencana pelatih Cristian Chivu.
Dua nama yang berada di pusat perhatian adalah Yanis Massolin dan Kristjan Asllani. Keduanya belum menjadi bagian dari skuad Inter untuk laga pembuka Serie A musim 2026/27 dan saat ini sama-sama menunggu kepastian mengenai klub berikutnya.
Menariknya, situasi kedua pemain tersebut cukup berbeda. Massolin mulai mendapatkan perhatian dari sejumlah klub luar Italia, sedangkan Asllani justru menghadapi proses transfer yang jauh lebih rumit.
Tiga Klub Ligue 1 Tertarik Rekrut Massolin
Massolin menjadi salah satu pemain yang masa depannya masih belum jelas di Inter.
Gelandang berusia 23 tahun tersebut sebelumnya menjalani masa peminjaman di Modena dan diharapkan dapat memanfaatkan pramusim untuk menunjukkan kemampuannya kepada Chivu.
Namun, rencana tersebut tidak berjalan ideal.
Cedera yang dialaminya ketika menjalani pemusatan latihan di Jerman membuat Massolin harus menepi cukup lama.
Kondisi tersebut membuatnya kehilangan kesempatan penting untuk tampil dan meyakinkan staf pelatih bahwa dirinya layak mendapatkan tempat di skuad utama Inter.
Bahkan, Massolin tidak mendapatkan nomor punggung untuk musim ini. Ia juga tidak masuk dalam daftar pemain yang dipanggil untuk pertandingan pembuka Serie A 2026-27.
Meski demikian, situasi tersebut tidak membuat peminat Massolin menghilang.
Menurut laporan Corriere dello Sport, setidaknya tiga klub Ligue 1 Prancis telah meminta informasi mengenai kondisi Massolin. Ketertarikan dari Prancis tersebut menjadi sinyal positif bagi Inter maupun sang pemain.
Main di Ligue 1 Bisa Jadi Solusi Ideal
Bagi Inter, opsi terbaik untuk Massolin kemungkinan bukan menjualnya secara permanen dalam kondisi sekarang. Nerazzurri masih melihat adanya potensi yang bisa dikembangkan dari sang gelandang.
Karena itu, mendapatkan klub yang mampu memberikan menit bermain secara reguler akan menjadi solusi yang sangat masuk akal.
Ligue 1 bisa menjadi lingkungan yang menarik bagi Massolin. Kompetisi Prancis dikenal memberikan ruang bagi pemain muda untuk berkembang, sementara Massolin membutuhkan pertandingan kompetitif setelah periode sulit akibat cedera.
Jika berhasil mendapatkan klub yang tepat, Massolin bisa memperoleh pengalaman, menit bermain, dan perkembangan teknis yang dibutuhkan sebelum kembali dinilai oleh Inter pada masa mendatang.
Bagi Nerazzurri, skenario tersebut juga membuka peluang untuk meningkatkan nilai sang pemain.
Dengan kata lain, peminjaman bukan sekadar cara untuk mengurangi jumlah pemain dalam skuad, tetapi juga dapat menjadi bagian dari strategi pengembangan aset klub.
Situasi Asllani Berbeda
Jika Massolin mulai mendapatkan perhatian dari luar Italia, situasi Kristjan Asllani justru jauh lebih kompleks.
Namanya sempat dikaitkan dengan sejumlah klub, termasuk Monza, tetapi ketertarikan tersebut sejauh ini belum berkembang menjadi kesepakatan konkret.
Hal tersebut membuat Inter harus mencari solusi lain.
Gelandang Albania itu juga tidak termasuk dalam rencana Chivu untuk pertandingan pertama musim ini. Dengan kompetisi di lini tengah yang sangat ketat, peluang Asllani untuk mendapatkan menit bermain secara konsisten semakin terbatas.
Asllani Kemungkinan Dipinjamkan pada Hari-Hari Terakhir Bursa
Menurut laporan tersebut, solusi yang paling mungkin untuk Asllani adalah peminjaman pada menit-menit terakhir bursa transfer.
Situasi ini tentu tidak ideal bagi Inter. Klub sebenarnya membutuhkan kepastian lebih cepat agar dapat merapikan komposisi skuad dan memberikan ruang bagi pemain yang benar-benar masuk dalam proyek Chivu.
Namun, pasar transfer sering kali baru bergerak secara agresif menjelang deadline.
Klub-klub yang gagal mendapatkan target utama mereka bisa mulai mencari alternatif, sementara pemain seperti Asllani berpotensi menjadi opsi yang tersedia.
Karena itu, Inter kemungkinan masih harus menunggu momentum yang tepat sebelum menemukan tujuan baru bagi sang gelandang.

Leave a Reply