
Aleksandar Stankovic tengah menghadapi situasi sulit di Inter Milan. Setelah menjalani musim luar biasa bersama Club Brugge, gelandang muda Serbia tersebut justru kesulitan mendapatkan menit bermain sejak kembali ke San Siro.
Menurut laporan VoetbalNieuws, situasi Stankovic mulai memunculkan kemungkinan bahwa Inter akan mempertimbangkan peminjaman pada bursa transfer Januari mendatang.
Menariknya, Club Brugge disebut terus memantau perkembangan mantan pemainnya tersebut. Klub Belgia itu bahkan masih merasakan dampak kepergian Stankovic dari lini tengah mereka.
Baru 15 Menit setelah Inter Bayar €23 Juta
Minimnya kesempatan yang diberikan kepada Stankovic menjadi semakin mencolok jika melihat investasi yang dikeluarkan Inter.
Nerazzurri mengeluarkan sekitar €23 juta untuk membawa kembali pemain yang musim lalu tampil impresif bersama Club Brugge. Bahkan pada musim panas, Inter disebut menolak tawaran senilai €40 juta plus €5 juta bonus dari klub Premier League.
Namun, setelah Enam pertandingan resmi musim ini, Stankovic baru mengumpulkan 15 menit bermain.
Ia tampil selama tujuh menit ketika menghadapi Monza dan mendapat tambahan delapan menit saat melawan Udinese. Setelah itu, tidak ada lagi kesempatan bermain untuknya.
Di Liga Champions, Stankovic bahkan hanya menyaksikan pertandingan dari bangku cadangan ketika Inter menghadapi Real Madrid.
Situasi tersebut tentu kontras dengan ekspektasi yang muncul ketika ia kembali ke Milan.
Chivu Pernah Menantikan Stankovic
Cristian Chivu sebelumnya memberikan penilaian positif terhadap perkembangan Stankovic setelah sang pemain kembali dari Belgia.
Pelatih Inter tersebut mengapresiasi keberanian Stankovic meninggalkan Italia untuk mendapatkan pengalaman baru.
“Dia membuat pilihan berani dengan bermain di luar Italia, jauh dari segala sesuatu yang sudah terbiasa dengannya. Dia telah matang, berkembang, dan saya tidak sabar melihatnya bermain.”
Namun, sejauh musim berjalan, kesempatan tersebut belum benar-benar datang.
Salah satu penyebabnya adalah persaingan ketat di lini tengah Inter. Chivu memiliki sejumlah pilihan seperti Hakan Calhanoglu, Nicolo Barella, Piotr Zielinski, Petar Sucic, Henrikh Mkhitaryan, hingga Curtis Jones.
Dengan banyaknya pemain yang bersaing untuk tiga posisi utama, Stankovic justru berada di belakang dalam hierarki.
Stankovic Kalah Bersaing di Posisi Regista
Situasi semakin menarik karena posisi yang sebelumnya dianggap cocok untuk Stankovic pun belum menjadi miliknya.
Dalam persiapan musim, Stankovic sempat diuji sebagai regista. Namun, ketika Inter menghadapi Real Madrid, Chivu justru memilih Zielinski untuk mengisi posisi tersebut saat Calhanoglu tidak dimainkan sebagai regista.
Keputusan itu menunjukkan bahwa Stankovic masih harus bekerja keras untuk mendapatkan kepercayaan dari sang pelatih.
Padahal, ketika masih bermain bersama Club Brugge, Stankovic mampu menunjukkan karakter sebagai gelandang yang dapat mengatur permainan dan menjaga keseimbangan lini tengah.
Yang membuat situasi ini semakin menarik adalah keputusan Stankovic pada musim panas.
Ketika tawaran senilai €40 juta plus bonus datang dari Premier League, Inter memilih untuk mempertahankan sang gelandang. Setelah itu, sempat muncul opsi peminjaman, termasuk ketertarikan dari Torino dan sejumlah klub yang bermain di kompetisi Eropa.
Namun, Stankovic disebut menolak kemungkinan meninggalkan Inter.
Kini, beberapa bulan kemudian, situasinya justru membuat opsi tersebut kembali terbuka.
Keputusan untuk bertahan di Milan tentu didasari harapan mendapatkan peran lebih besar. Namun, jika menit bermain tidak kunjung bertambah, peminjaman pada Januari bisa menjadi jalan untuk mengembalikan kontinuitas permainannya.
Dejan Stankovic Sudah Mengingatkan Sejak Mei
Ayah Aleksandar sekaligus legenda Inter, Dejan Stankovic sebenarnya sudah mengingatkan mengenai kebutuhan utama putranya sejak akhir musim lalu.
Dalam sebuah wawancara dengan Mozzartsport 2×45, Dejan menekankan bahwa Aleksandar membutuhkan kontinuitas dan harus terus bermain sebagai starter.
Menurutnya, perkembangan Aleksandar di Club Brugge merupakan hasil dari proses yang tepat.
“Saya melihat apa yang berhasil dilakukan Club Brugge terhadap Aleksandar hanya dalam dua atau tiga bulan. Semua yang Anda lihat sekarang merupakan hasil dari pekerjaan tersebut.”
Beberapa bulan kemudian, situasi yang dikhawatirkan tersebut mulai terlihat.
Stankovic mendapatkan kesempatan sangat terbatas di Inter, sementara dirinya membutuhkan menit bermain reguler untuk melanjutkan perkembangan.
Club Brugge Masih Merasakan Kehilangan Stankovic
Di sisi lain, Club Brugge masih merasakan kekosongan yang ditinggalkan Stankovic.
Musim lalu, sang gelandang memainkan 55 pertandingan, mencetak Sembilan gol dan menyumbang Lima assist. Ia juga menjadi starter dalam seluruh 10 pertandingan Club Brugge di Liga Champions.
Prestasinya semakin lengkap setelah membantu klub memenangkan gelar liga serta mendapatkan penghargaan sebagai pemain muda dan talenta terbaik musim tersebut.
Tidak mengherankan jika namanya masih dikenang oleh para pendukung di Jan Breydel.
Kehilangan Stankovic juga semakin terasa setelah Raphael Onyedika meninggalkan Club Brugge untuk bergabung dengan Eintracht Frankfurt pada akhir Juli.
Club Brugge kemudian mendatangkan Cheveyo Tsawa dari Zurich dan Freddie Potts dari West Ham. Namun, mantan pemain Brugge, Nordin Jbari, menilai lini tengah klub saat ini tidak memiliki karakter yang sama seperti sebelumnya.
Menurut Jbari, Stankovic merupakan pemain yang mampu mengatur permainan dan selalu berada di posisi yang tepat.
Peluang Kembali ke Club Brugge Mulai Terbuka
Dari sisi sepak bola, Club Brugge memiliki alasan untuk mempertimbangkan kembalinya Stankovic.
Ia sudah mengenal sistem permainan, lingkungan klub, rekan setim, serta atmosfer sepak bola Belgia. Stankovic juga sudah membuktikan bahwa dirinya mampu tampil di level Eropa bersama Brugge.
Pada musim lalu, salah satu penampilan terbaiknya terjadi ketika menghadapi Marseille di Liga Champions. Dalam pertandingan tersebut, ia mencetak satu gol dan memberikan dua assist.
Pelatih Ivan Leko bahkan pernah membandingkan karakter permainan Stankovic dengan nama-nama seperti Luka Modric, Ivan Rakitic, dan Ivan Perisic.
Stankovic sendiri pernah mengungkapkan betapa cepatnya ia beradaptasi di Brugge.
“Mereka menyambut saya dengan tangan terbuka. Saya langsung merasa seperti di rumah dan itu juga menjadi alasan saya bisa tampil sebaik itu.”
Namun, transfer pinjaman bukan perkara sederhana.
Club Brugge secara tradisional memiliki model bisnis yang mengandalkan pembelian pemain muda untuk dikembangkan dan kemudian dijual. Sementara itu, Stankovic sekarang memiliki nilai serta gaji yang lebih tinggi setelah kembali ke Inter.
Karena itu, format kesepakatan, pembagian gaji, dan persaingan dengan klub lain akan menjadi faktor penting jika peminjaman benar-benar dibahas.
Laga Inter vs Club Brugge Bisa Jadi Pertemuan Penting
Situasi Stankovic akan semakin menarik karena Inter dijadwalkan menghadapi Club Brugge di Liga Champions pada 14 Oktober.
Pertandingan tersebut berpotensi menjadi momen emosional bagi Stankovic. Ia akan berhadapan dengan klub yang membantunya berkembang dan membuat namanya semakin dikenal di sepak bola Eropa.
Di sisi lain, Club Brugge bisa melihat secara langsung bagaimana perkembangan Stankovic setelah kembali ke Inter.
Jika sang gelandang kembali tidak mendapatkan menit bermain, pembicaraan mengenai masa depannya pada Januari berpotensi semakin serius.
Untuk Inter, keputusan meminjamkan Stankovic bisa menjadi cara memberikan menit bermain yang sangat dibutuhkannya tanpa kehilangan kendali atas aset jangka panjang.
Sementara bagi Stankovic, kembali bermain secara reguler bisa menjadi langkah penting untuk mengembalikan momentum yang sempat dibangun dengan sangat baik di Belgia.
Pintu kembali ke Club Brugge belum terbuka lebar, tetapi situasi Stankovic di Inter membuat kemungkinan tersebut mulai kembali diperbincangkan.

Leave a Reply