Sneijder Puji Chivu: Pemimpin Hebat, Layak Dapat Apresiasi di Inter

Wesley Sneijder memberikan pujian tinggi kepada Cristian Chivu yang kini menangani Inter Milan.

Mantan gelandang Nerazzurri tersebut menilai Chivu merupakan sosok pemimpin yang hebat dan layak mendapatkan apresiasi atas pekerjaannya sebagai pelatih.

Sneijder berbicara mengenai Chivu dalam acara Festival dello Sport. Keduanya memiliki hubungan yang cukup dekat sejak masih menjadi rekan setim di Inter, bahkan pernah berbagi kamar ketika sama-sama membela klub asal Milan tersebut.

Sneijder: Sekarang Chivu Tak Lagi Membantah Saya

Sneijder membuka pembicaraan mengenai Chivu dengan candaan.

“Sekarang dia sudah menjadi pelatih Inter, dia tidak membantah saya lagi!” ujar Sneijder sambil bercanda.

Meski terdengar ringan, hubungan keduanya memang sudah terjalin sejak bertahun-tahun lalu. Sneijder dan Chivu merupakan bagian dari skuad Inter yang meraih kesuksesan besar meraih Treble Winner pada era Jose Mourinho.

Karena itu, Sneijder mengetahui karakter Chivu bukan hanya sebagai mantan rekan setim, tetapi juga sebagai pribadi.

Chivu Disebut sebagai Pemimpin Hebat

Setelah bercanda, Sneijder kemudian memberikan penilaian serius mengenai mantan rekan sekamarnya tersebut.

“Dia adalah seorang pemimpin hebat. Dia teman sekamar saya ketika masih di Inter, dia adalah pria yang luar biasa,” kata Sneijder.

Menurut Sneijder, karakter kepemimpinan Chivu sudah terlihat sejak masih menjadi pemain. Kini, kualitas tersebut dibawa ke dalam pekerjaannya sebagai pelatih.

“Dia melakukan pekerjaan yang hebat sebagai pelatih dan dia layak mendapatkan tepuk tangan meriah,” lanjutnya.

Pujian tersebut menjadi semakin berarti karena datang dari seseorang yang pernah berada di ruang ganti yang sama dengan Chivu selama bertahun-tahun.

Sneijder Terkejut Melihat Chivu Begitu Emosional

Sneijder juga mengaku terkejut melihat karakter Chivu di pinggir lapangan.

Sebagai pemain, Chivu dikenal memiliki karakter kuat dan kemampuan memimpin. Namun, Sneijder tidak menyangka bahwa energi tersebut akan terlihat begitu jelas ketika Chivu menjadi pelatih Inter.

“Dia memiliki ide-idenya sendiri sebagai pelatih dan dia menerapkannya kepada tim,” jelas Sneijder.

Kemudian ia menyoroti sisi emosional Chivu ketika pertandingan berlangsung.

“Saya tidak menyangka dia akan begitu bersemangat di bangku cadangan,” ungkapnya.

Namun, Sneijder justru melihat hal tersebut sebagai sesuatu yang positif.

Chivu Masih Merasa seperti Pemain

Menurut Sneijder, emosi Chivu di pinggir lapangan menunjukkan bahwa sang pelatih masih merasa sangat dekat dengan para pemainnya.

“Ini berarti dia merasa seperti salah satu dari mereka, seolah-olah dia masih menjadi pemain dan ingin berbagi momen-momen indah dengan para pemainnya,” kata Sneijder.

Pendekatan tersebut menjadi salah satu karakter menarik dari Chivu sebagai pelatih.

Ia tidak sepenuhnya memisahkan dirinya dari pemain. Sebaliknya, Chivu tampak berusaha membangun hubungan yang dekat dengan skuad sambil tetap mempertahankan otoritas sebagai pelatih.

Bagi Sneijder, kedekatan emosional seperti itu dapat menjadi kekuatan tersendiri dalam mengelola ruang ganti.

Doa Sneijder untuk Chivu di Inter

Sneijder kemudian memberikan harapan terbaik untuk mantan rekan setimnya tersebut.

“Saya berharap dia benar-benar menjalani momen-momen indah di Inter,” ujarnya.

Pernyataan Sneijder sekaligus menunjukkan bahwa ia masih memiliki ikatan emosional yang kuat dengan Inter dan orang-orang yang pernah menjadi bagian dari masa kejayaan klub tersebut.

Kini Chivu berada di posisi berbeda. Setelah bertahun-tahun menjadi pemain, ia harus memimpin Inter dari pinggir lapangan dan mengambil keputusan penting untuk masa depan tim.

Namun, menurut Sneijder, kualitas kepemimpinan Chivu sudah terlihat sejak mereka masih berbagi ruang ganti.

Dan jika energi serta kedekatan yang dimilikinya mampu terus dipertahankan, Chivu diyakini memiliki modal penting untuk menjalani perjalanan panjangnya sebagai pelatih Inter.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*