Romano: Transfer Diaby ke Inter Makin Rumit, Nerazzurri Siapkan Target Baru

Upaya Inter Milan merekrut Moussa Diaby memasuki fase yang semakin sulit. Pakar transfer Fabrizio Romano mengungkapkan bahwa peluang Nerazzurri mendatangkan winger asal Prancis tersebut saat ini cukup rumit, terutama karena munculnya persaingan serius dari Bayer Leverkusen.

Dalam pembaruan melalui kanal YouTube-nya, Romano menjelaskan bahwa Leverkusen berada dalam posisi yang jauh lebih menguntungkan dibandingkan Inter.

“Saat ini kesepakatan mengenai Diaby sangat sulit. Hari ini Bayer Leverkusen berada jauh di depan,” ujar Romano.

Inter sebelumnya mencoba mencari formula yang dapat membuat transfer Diaby lebih mudah secara finansial, termasuk dengan memasukkan pemain yang tidak masuk proyek klub dalam kesepakatan.

Namun, skenario tersebut belum mendapatkan respons positif dari Al-Ittihad.

Leverkusen Unggul dalam Paket Ekonomi

Salah satu kendala terbesar Inter adalah kemampuan finansial Leverkusen.

Menurut Romano, klub Jerman tersebut siap memberikan paket ekonomi yang lebih besar, baik dalam hal gaji maupun nilai transfer kepada Al-Ittihad.

“Bayer Leverkusen siap membayar gaji lebih tinggi daripada yang mampu ditanggung Inter dan juga siap memberikan lebih banyak untuk biaya transfer,”

Situasi ini membuat Inter berada dalam posisi sulit.

Nerazzurri harus berhitung dengan sangat cermat karena klub tidak ingin melakukan pengeluaran besar yang berpotensi mengganggu keseimbangan finansial.

Inter Sempat Ingin Masukkan Asllani dan Pavard

Inter sebenarnya sudah mencoba mencari solusi alternatif untuk transfer Diaby.

Salah satu gagasan yang muncul adalah memasukkan Kristjan Asllani dan Benjamin Pavard dalam struktur kesepakatan.

Namun, menurut Romano, Al-Ittihad saat ini tidak ingin melanjutkan pembicaraan dengan formula tersebut.

“Inter ingin melakukan operasi dengan Asllani termasuk Pavard. Hari ini Al-Ittihad tidak ingin melanjutkan dengan kondisi seperti itu,”

Penolakan tersebut semakin memperkecil ruang Inter untuk menyelesaikan transfer Diaby.

Leverkusen Punya Keuntungan Taktis

Selain faktor finansial, Leverkusen juga memiliki keuntungan dari sisi sepak bola.

Diaby sebelumnya pernah memperkuat Bayer Leverkusen sebelum melanjutkan karier ke Aston Villa dan kemudian Al-Ittihad.

Artinya, sang pemain sudah mengenal lingkungan klub tersebut.

Lebih dari itu, sistem permainan Leverkusen juga dianggap lebih cocok dengan karakteristik Diaby.

4-3-3 Lebih Natural bagi Diaby

Romano menjelaskan bahwa Diaby merupakan winger murni yang sangat mengandalkan kemampuan satu lawan satu.

Dalam sistem 4-3-3, posisi tersebut merupakan peran yang lebih natural baginya.

Sementara di Inter, Diaby kemungkinan harus menjalankan peran yang lebih ofensif sebagai pemain sisi lapangan dalam sistem 3-5-2.

“Dalam 4-3-3, itu lebih merupakan posisi naturalnya,”

Faktor tersebut menjadi keuntungan tambahan bagi Leverkusen.

Inter Bisa Mengalihkan Investasi ke Wingback Baru

Meski peluang mendapatkan Diaby semakin sulit, Inter tampaknya tidak ingin kehilangan momentum di sektor bek sayap.

Romano menyebut Nerazzurri masih berencana melakukan investasi untuk mendapatkan pemain baru di posisi tersebut.

Hal ini sangat penting karena Inter kehilangan Denzel Dumfries dan sebelumnya gagal dalam beberapa upaya transfer.

Nerazzurri sempat mencoba mendatangkan Marco Palestra, tetapi pemain tersebut akhirnya memilih Chelsea. Inter juga sempat mengejar Khalaili, namun transfer tersebut tidak berlanjut setelah sang pemain tidak lolos pemeriksaan medis.

Kini, sektor wingback tetap menjadi salah satu prioritas klub.

“Jika Diaby semakin sulit, Inter dari informasi yang saya dapat terus berpikir untuk melakukan investasi pada winger.”

Artinya, Inter belum menyerah untuk mendapatkan pemain baru di posisi tersebut, meskipun target utamanya saat ini menghadapi persaingan yang sangat berat.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*