
Nama Zanetti menghiasi skuad muda Inter Milan. Kali ini bukan Javier Zanetti, legenda sekaligus wakil presiden Nerazzurri, melainkan putranya sendiri, Tomas Zanetti.
Tomas yang lahir pada 2012 telah resmi menandatangani kontrak dengan Inter dan akan memperkuat tim Under-15. Kehadirannya membuat nama keluarga Zanetti kembali memiliki hubungan langsung dengan klub yang telah menjadi bagian penting dalam perjalanan karier sang ayah.
Namun, Tomas tidak sekadar mendapatkan perhatian karena statusnya sebagai putra Javier. Perkembangan di level junior menunjukkan bahwa gelandang muda tersebut memiliki sejumlah karakteristik menarik yang membuatnya layak diperhatikan.
Tomas Zanetti Resmi Bergabung dengan Inter
Kabar bergabungnya Tomas Zanetti menjadi salah satu cerita menarik dari akademi Inter.
Gelandang kelahiran 2012 tersebut akan melanjutkan perkembangannya bersama tim U-15 Nerazzurri. Dengan demikian, nama Zanetti kembali hadir di lingkungan Inter setelah sang ayah menghabiskan sebagian besar karier profesionalnya bersama klub tersebut.
Javier Zanetti merupakan salah satu figur paling ikonik dalam sejarah Inter. Ia membela Nerazzurri selama hampir Dua dekade dan kemudian melanjutkan pengabdiannya sebagai bagian dari manajemen klub.
Kini, generasi berikutnya dari keluarga Zanetti mulai menapaki jalan yang sama.
Bukan Sekadar Anak Legenda
Meski nama belakangnya memberikan sorotan besar, Tomas memiliki kemampuan yang membuatnya menarik untuk diamati secara independen.
Menurut laporan yang dikutip dari La Gazzetta dello Sport, Tomas memiliki karakter sebagai gelandang yang mengandalkan kualitas teknik dan kecerdasan dalam membaca permainan.
Ia disebut memiliki kaki yang bagus, kepala yang selalu tegak saat membawa bola, mobilitas yang baik, serta keberanian dalam melakukan duel.
Gaya bermain tersebut membuat Tomas memiliki profil yang cukup fleksibel.
Ia bisa dimainkan sebagai gelandang tengah maupun di posisi yang lebih dalam. Bahkan, ketika dimainkan di depan lini pertahanan, ia diberikan kebebasan untuk membawa bola dan bergerak ke area yang dianggap menguntungkan.
Punya Naluri Menyerang yang Kuat
Salah satu aspek menarik dari permainan Tomas adalah kemampuannya melakukan penetrasi ke area berbahaya.
Ia disebut memiliki timing yang bagus ketika melakukan pergerakan masuk ke kotak penalti. Bukan hanya mampu menciptakan ruang, Tomas juga sering berada di posisi yang tepat untuk menyambut peluang.
Produktivitasnya di level junior menjadi bukti.
Pada tahun ini, Tomas mencetak 27 gol. Jumlah tersebut menunjukkan bahwa meskipun berposisi sebagai gelandang, ia memiliki naluri mencetak gol yang cukup kuat.
Musim sebelumnya, ketika masih bermain di level Esordienti, jumlah golnya bahkan disebut lebih tinggi.
Karena itu, menyebut mencetak gol sebagai sekadar “kebiasaan” bagi Tomas mungkin masih terlalu sederhana.
Kekuatan Utamanya Ada pada Kecerdasan
Namun, menurut penilaian pelatihnya, kualitas terbaik Tomas bukanlah jumlah gol.
Kekuatan utamanya justru berada pada kecerdasan bermain.
Tomas disebut memiliki kemampuan kognitif yang sangat tinggi untuk pemain seusianya. Ia mampu berpikir cepat sekaligus mengeksekusi keputusan dengan kecepatan yang tidak biasa.
Kemampuan tersebut menjadi modal penting bagi seorang gelandang.
Sepak bola modern menuntut pemain untuk mampu mengambil keputusan dalam waktu sangat singkat. Pemain yang dapat membaca situasi sebelum bola datang memiliki keunggulan besar dibandingkan pemain yang hanya mengandalkan kemampuan fisik.
Tomas disebut memiliki karakter tersebut.
Fisik Masih Harus Berkembang
Satu hal yang masih menjadi pekerjaan rumah adalah aspek fisik.
Sebagai pemain kelahiran 2012, perkembangan tubuh Tomas tentu belum selesai. Bahkan, ia disebut termasuk pemain yang secara fisik berkembang lebih lambat dibandingkan beberapa rekan seusianya.
Situasi tersebut membuatnya terkadang harus berhadapan dengan pemain yang sudah lebih matang secara fisik.
Namun, justru di sinilah karakter Tomas mendapat perhatian.
Ia tidak menghindari duel dan tetap berani berhadapan dengan pemain yang lebih kuat atau lebih berkembang secara fisik.
Menurut penilaian pelatihnya, keberanian tersebut menunjukkan adanya “garra” Argentina—semangat juang khas yang selama ini juga menjadi salah satu karakter kuat dalam sepak bola Argentina.

Leave a Reply