
Inter Milan akhirnya meresmikan kedatangan Djed Spence dari Tottenham Hotspur. Bek asal Inggris tersebut telah menandatangani kontrak jangka panjang bersama Nerazzurri hingga Juni 2031.
Transfer ini menjadi salah satu langkah penting Inter dalam memperkuat sektor kanan setelah kepergian Denzel Dumfries ke Real Madrid.
Spence tiba di Milan pada Kamis malam, kemudian menjalani seluruh rangkaian tes medis pada Jumat, baik bersama tim medis klub maupun di CONI (Komite Olimpiade Italia).
Setelah seluruh pemeriksaan tidak menemukan masalah, Inter dan Spence akhirnya menyelesaikan dokumen transfer.
Petualangan baru sang pemain di Giuseppe Meazza pun resmi dimulai.
Transfer Spence Capai €35 Juta
Inter mendatangkan Spence dengan paket transfer yang mencapai sekitar €35 juta termasuk bonus.
Tottenham akan menerima sekitar €31,5 juta sebagai pembayaran awal, sementara terdapat potensi tambahan hingga €3,5 juta dalam bentuk bonus.
Selain itu, klub asal London tersebut juga mendapatkan 10 persen dari biaya transfer Spence jika sang pemain dijual Inter pada masa depan.
Struktur tersebut membuat kesepakatan ini cukup menarik bagi kedua klub.
Inter mendapatkan pemain yang mereka anggap penting untuk proyek jangka panjang, sedangkan Tottenham memperoleh nilai transfer yang cukup signifikan sekaligus mempertahankan kepentingan finansial apabila Spence kembali dijual dengan harga tinggi.
Kontrak Lima Tahun untuk Spence
Kepercayaan Inter terhadap Spence terlihat dari durasi kontraknya.
Pemain Inggris tersebut menandatangani kontrak hingga 30 Juni 2031.
Menurut laporan yang beredar, Spence akan menerima gaji sekitar €2,5 juta per musim ditambah bonus berdasarkan performa.
Kontrak berdurasi lima tahun menunjukkan bahwa Inter tidak melihat Spence sebagai solusi jangka pendek.
Nerazzurri ingin menjadikannya bagian penting dari skuad dalam beberapa musim ke depan.
Spence Jadi Rekrutan Kedua Inter Asal Inggris
Kedatangan Spence membuat Inter semakin kental dengan nuansa Inggris.
Ia menjadi pemain internasional Inggris kedua yang bergabung dengan Nerazzurri pada musim panas ini setelah John Stones.
Stones datang dari Manchester City sebagai pemain bebas transfer dan kini sudah menjalani debut bersama Inter.
Menariknya, Stones bahkan langsung mencetak gol kemenangan dalam pertandingan uji coba melawan Real Betis.
Kini, perhatian beralih kepada Spence.
Keduanya menjadi bagian dari proyek baru Inter yang mulai memberikan ruang lebih besar kepada pemain asal Inggris.
Kembali ke Serie A
Bagi Spence, kepindahan ke Inter bukanlah pengalaman pertamanya di sepak bola Italia.
Pemain yang baru saja berusia 26 tahun tersebut sebelumnya pernah bermain di Serie A bersama Genoa selama enam bulan pada 2024.
Pengalaman tersebut bisa menjadi modal penting dalam proses adaptasinya.
Spence sudah mengetahui karakter sepak bola Italia, tuntutan taktik, serta atmosfer kompetisi Serie A.
Namun, kali ini situasinya berbeda.
Ia kembali ke Italia bukan sebagai pemain pinjaman, melainkan sebagai pemain yang dibeli dengan investasi besar dan memiliki kontrak jangka panjang.
Spence dan Sistem Cristian Chivu
Kedatangan Spence juga memberikan Chivu opsi tambahan dalam menerapkan sistem permainan.
Sebagai pemain yang nyaman bergerak dari area lebar dan memiliki kemampuan membawa bola ke depan, Spence bisa menjadi senjata penting dalam transisi menyerang.
Ia dapat memberikan lebar permainan ketika Inter membangun serangan sekaligus melakukan penetrasi ketika ruang terbuka.
Dengan pemain-pemain seperti Lautaro Martinez, Marcus Thuram, Federico Dimarco, dan sejumlah gelandang kreatif, Spence berpotensi mendapatkan banyak kesempatan untuk berkontribusi dalam fase ofensif.
Tantangannya adalah bagaimana ia beradaptasi dengan detail taktik yang diminta Chivu.

Leave a Reply