Raih MVP Lawan Parma, Petar Sucic Tegaskan Tak Berniat Tinggalkan Inter Milan

Petar Sucic akhirnya memberikan penjelasan mengenai pernyataannya tentang menit bermain bersama Inter Milan yang sempat memunculkan spekulasi.

Gelandang asal Kroasia itu menegaskan bahwa dirinya sama sekali tidak berbicara tentang kemungkinan meninggalkan Nerazzurri. Fokus utamanya saat ini adalah mendapatkan kesempatan bermain, membantu tim, dan terus berkembang di bawah arahan Cristian Chivu.

Pernyataan tersebut disampaikan Sucic kepada DAZN setelah Inter Milan meraih kemenangan meyakinkan 3-0 atas Parma dalam laga pekan ke-6 Serie A 2026-27, Sabtu (10/10/26) malam WIB.

Dalam pertandingan di San Siro itu, Sucic menjadi salah satu pemain yang mencuri perhatian setelah mencetak gol pembuka dan terpilih sebagai pemain terbaik pertandingan atau MVP.

Di tengah spekulasi mengenai masa depannya, Sucic ingin meluruskan maksud ucapannya. Ia menilai pembicaraan mengenai jumlah menit bermain tidak seharusnya ditafsirkan sebagai keinginan untuk meninggalkan klub.

Sucic Luruskan Pernyataan soal Menit Bermain di Inter

Sucic menegaskan bahwa komentarnya sebelumnya hanya berkaitan dengan jumlah menit bermain yang akan didapatkannya selama memperkuat Inter. Ia tidak pernah bermaksud menyampaikan keinginan untuk hengkang dari klub yang dibelanya.

“Saya hanya mengatakan bahwa sekarang masih terlalu dini untuk membicarakan menit bermain. Kita lihat saja dalam dua atau tiga bulan ke depan,” ujar Sucic kepada DAZN.

“Saya merujuk pada menit bermain, bukan kemungkinan meninggalkan klub. Sesederhana itu. Setiap orang boleh mengatakan apa pun yang mereka inginkan, tetapi saya tahu apa yang ingin saya lakukan,” lanjutnya.

Klarifikasi tersebut menjadi penting di tengah persaingan ketat untuk mendapatkan tempat di lini tengah Inter. Sebagai pemain yang masih berusaha membangun peran di dalam skuad, Sucic tentu membutuhkan kesempatan bermain secara konsisten untuk menunjukkan kualitasnya.

Namun, ia memilih tidak terburu-buru mengambil kesimpulan mengenai situasinya. Sucic ingin melihat bagaimana perkembangannya dalam beberapa bulan mendatang sebelum menilai jumlah kesempatan yang didapatkan.

Sikap tersebut memperlihatkan bahwa prioritasnya bukanlah mencari jalan keluar dari Inter, melainkan memanfaatkan peluang yang tersedia dan membuktikan bahwa dirinya layak mendapatkan kepercayaan lebih besar.

Gol ke Gawang Parma Jadi Bukti Potensi Sucic

Penampilan Sucic ketika menghadapi Parma memberikan alasan bagi Inter untuk semakin memperhatikan perkembangannya. Gelandang tersebut membuka keunggulan Nerazzurri pada menit ke-13 setelah memanfaatkan kesalahan distribusi bola dari lini belakang tim tamu.

Tekanan tinggi Inter membuat kiper Parma, Edoardo Corvi, mengirimkan umpan yang tidak sempurna kepada Mandela Keita. Sucic membaca situasi dengan cepat, merebut bola, kemudian melepaskan tembakan keras yang bersarang di gawang Parma.

Gol itu menjadi pembuka kemenangan Inter yang akhirnya ditutup dengan skor 3-0. Hakan Calhanoglu menggandakan keunggulan melalui tendangan penalti pada menit ke-18, sedangkan Marcus Thuram mencetak gol ketiga pada menit ke-31.

Sucic pun mendapatkan penghargaan MVP berkat penampilannya. Meski demikian, ia menegaskan bahwa pencapaian individu bukanlah hal terpenting baginya.

“Saya bahagia. Kami memainkan pertandingan yang sangat bagus. Saya memenangkan penghargaan MVP, tetapi yang paling penting adalah kami menang dan mereka tidak memiliki peluang sama sekali,” ungkapnya.

Pernyataan tersebut memperlihatkan bahwa Sucic menempatkan kepentingan tim di atas penghargaan pribadi. Gol dan gelar pemain terbaik menjadi bonus, sedangkan kemenangan Inter tetap menjadi prioritas utama.

Persaingan Lini Tengah Inter Jadi Tantangan bagi Sucic

Inter memiliki persaingan yang ketat di sektor tengah. Situasi ini membuat setiap pemain harus memaksimalkan kesempatan yang diberikan pelatih Cristian Chivu.

Bagi Sucic, mendapatkan menit bermain secara reguler menjadi bagian penting dari proses adaptasinya. Semakin banyak kesempatan tampil, semakin besar pula peluangnya untuk membangun pemahaman dengan rekan setim dan menunjukkan kemampuannya dalam berbagai situasi pertandingan.

Namun, ia tampaknya memahami bahwa proses tersebut membutuhkan waktu. Karena itulah, Sucic meminta agar penilaiannya tidak dilakukan terlalu cepat dan memilih menunggu perkembangan dalam dua atau tiga bulan ke depan.

Periode tersebut bisa menjadi kesempatan penting baginya untuk memperkuat posisinya di dalam skuad. Konsistensi penampilan, kontribusi dalam membangun serangan, kemampuan bertahan, serta efektivitas di depan gawang dapat menjadi faktor yang menentukan kepercayaan pelatih.

Gol ke gawang Parma menjadi awal yang positif, tetapi tantangan sesungguhnya adalah mempertahankan performa tersebut dalam pertandingan-pertandingan berikutnya.

Hanya Ingin Bermain dan Membantu Tim

Di akhir komentarnya, Sucic kembali menegaskan apa yang menjadi prioritasnya bersama Inter Milan. Ia tidak ingin pernyataannya mengenai menit bermain berkembang menjadi spekulasi yang tidak sesuai dengan maksud sebenarnya.

“Bagi saya, yang penting hanyalah bermain dan membantu tim. Saya bahagia ketika bisa melakukannya,” tegasnya.

Pesan tersebut memperjelas sikap Sucic terhadap masa depannya. Ia ingin mendapatkan kesempatan untuk berkontribusi, tetapi tidak menyampaikan ancaman atau keinginan untuk meninggalkan Inter apabila menit bermainnya belum sesuai harapan.

Jika Sucic dapat mempertahankan performa seperti saat menghadapi Parma, peluang untuk mendapatkan peran lebih besar tentu terbuka. Meski demikian, konsistensi akan menjadi kunci untuk mengubah penampilan impresif dalam satu pertandingan menjadi kontribusi berkelanjutan.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*