Pertahanan Inter Goyah, Djed Spence Bisa Jadi Solusi

Inter Milan telah kebobolan Delapan gol dalam Lima pertandingan Serie A 2026-27. Pelatih Cristian Chivu perlu menemukan solusi untuk memperbaiki pertahanan Nerazzurri, dan Djed Spence bisa menjadi salah satu perubahan yang memberikan dampak.

Inter Milan mengawali musim dengan catatan ofensif yang cukup produktif, tetapi persoalan di lini belakang mulai menjadi perhatian. Dalam lima pertandingan pertama Serie A, Nerazzurri sudah kebobolan Delapan gol.

Jika menghitung seluruh pertandingan yang telah dimainkan musim ini, Inter bahkan sudah kemasukan 10 gol dalam Enam laga.

Angka tersebut menjadi sinyal bahwa Cristian Chivu masih memiliki pekerjaan rumah di sektor pertahanan.

Inter Terlalu Sering Memulai Laga dari Posisi Tertinggal

Salah satu persoalan yang paling terlihat adalah kecenderungan Inter kebobolan lebih dulu.

Dalam Empat pertandingan terakhir, Nerazzurri bahkan selalu tertinggal dua gol terlebih dahulu. Menariknya, Inter tetap mampu menunjukkan karakter untuk bangkit dengan catatan dua kemenangan, satu kekalahan, dan satu hasil imbang dari empat pertandingan tersebut.

Kemampuan melakukan comeback tentu menunjukkan mentalitas dan kualitas ofensif yang dimiliki skuad Chivu. Namun, pola tersebut tidak bisa terus menjadi kebiasaan.

Jika Inter ingin menjaga konsistensi dalam persaingan Serie A sekaligus menghadapi jadwal kompetisi Eropa, pertahanan harus mampu memberikan fondasi yang lebih stabil sejak menit awal.

Djed Spence Bisa Jadi Salah Satu Jawaban

Menariknya, salah satu solusi potensial sebenarnya sudah berada di dalam skuad Inter.

Djed Spence merupakan salah satu rekrutan musim panas yang hingga saat ini belum mendapatkan kesempatan menjalani debut karena masalah kebugaran.

Bek sayap asal Inggris tersebut didatangkan untuk mengisi posisi yang sebelumnya ditempati Denzel Dumfries. Setelah menjalani masa pemulihan, Spence kini disebut siap kembali berlatih bersama tim.

Mulai Senin, sang pemain dijadwalkan mengikuti latihan kelompok. Dengan demikian, peluang debutnya semakin dekat.

Spence berpotensi mendapatkan kesempatan tampil saat Inter Milan menghadapi Parma di San Siro setelah jeda internasional atau ketika Nerazzurri menghadapi Club Brugge di Liga Champions.

Spence Bisa Memberikan Keseimbangan di Sisi Sayap

Kehadiran Spence menarik karena kebutuhan Inter saat ini bukan hanya meningkatkan kualitas serangan dari sektor sayap.

Andy Diouf memang telah berubah dari sebuah “ide gila” menjadi pemain yang mulai dipercaya. Namun, karakteristik Diouf belum sepenuhnya memberikan kontribusi yang dibutuhkan Inter dalam fase bertahan.

Spence memiliki profil yang sedikit berbeda.

Bek sayap Inggris tersebut memiliki kecenderungan lebih kuat dalam aspek defensif, baik ketika menghadapi duel satu lawan satu maupun dalam hal menjaga posisi.

Karakter seperti itu bisa memberikan Chivu alternatif ketika Inter membutuhkan pendekatan yang lebih hati-hati.

Bukan Sekadar Mengganti Pemain di Sayap

Masuknya Spence tentu tidak otomatis akan menyelesaikan seluruh persoalan pertahanan Inter.

Delapan gol yang bersarang dalam lima pertandingan Serie A tidak bisa dikaitkan hanya dengan satu posisi. Fase bertahan merupakan tanggung jawab seluruh tim, mulai dari lini depan hingga pemain belakang.

Namun, perubahan di sektor sayap dapat memberikan efek terhadap struktur pertahanan secara keseluruhan.

Jika seorang wing-back mampu menjaga posisi dengan lebih disiplin, memenangkan duel satu lawan satu, dan membaca situasi lebih baik ketika tim kehilangan bola, pemain di belakangnya juga bisa mendapatkan perlindungan yang lebih baik.

Dalam konteks tersebut, Spence dapat menjadi salah satu opsi yang menarik bagi Chivu.

Chivu Punya Pilihan Baru setelah Jeda Internasional

Jeda internasional memberikan waktu bagi Inter untuk mengevaluasi sejumlah persoalan yang muncul dalam pertandingan awal musim.

Ketika kompetisi kembali bergulir, Chivu akan memiliki kemungkinan untuk memasukkan Spence ke dalam rotasi. Kehadiran pemain baru tersebut dapat memberikan variasi taktik sekaligus meningkatkan persaingan di sektor sayap.

Inter juga akan memasuki periode yang cukup padat. Pertandingan Serie A dan Liga Champions akan membuat pengelolaan kondisi pemain menjadi semakin penting.

Karena itu, memiliki opsi tambahan seperti Spence dapat membantu Chivu melakukan rotasi tanpa harus mengorbankan keseimbangan tim.

Inter Butuh Lebih Banyak Stabilitas

Kemampuan mencetak gol dan melakukan comeback memang menjadi modal penting Inter. Namun, tim yang memiliki target besar tidak bisa terus mengandalkan kemampuan membalikkan keadaan setelah tertinggal.

Kebobolan dua gol lebih dulu dalam empat pertandingan berturut-turut menjadi sesuatu yang perlu segera diperbaiki.

Spence bukan satu-satunya jawaban, tetapi karakter defensif yang ia tawarkan bisa menjadi bagian dari solusi.

Kini semuanya bergantung pada bagaimana Chivu memanfaatkannya setelah sang pemain benar-benar siap secara fisik.

Debut Spence Bisa Jadi Momen Penting

Setelah lama menunggu debut, Djed Spence akhirnya semakin dekat dengan kesempatan pertamanya bersama Inter.

Jika ia mampu memberikan stabilitas di sisi sayap, Spence dapat membantu Nerazzurri meningkatkan fase bertahan tanpa harus kehilangan seluruh kekuatan ofensif mereka.

Pertandingan melawan Parma atau Club Brugge bisa menjadi awal perjalanan Spence bersama Inter sekaligus kesempatan bagi Chivu untuk menguji apakah perubahan di sektor sayap dapat membantu Nerazzurri menjadi lebih solid.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*