
Kemenangan impresif Inter Milan atas Como dengan skor 2-0 di pekan ke-11 Serie A 2026-27 menyisakan banyak cerita menarik.
Salah satu sorotan utama dalam laga ini adalah penampilan tanpa celah (impeccabile) dari bek andalan Nerazzurri, Alessandro Bastoni.
Pergeseran posisinya menjadi bek tengah sentral terbukti menjadi keputusan jenius dari pelatih Cristian Chivu.
Begitu briliannya performa Bastoni malam itu, hingga rekan setimnya, Marcus Thuram, tak ragu menyematkan nama salah satu legenda terbesar sepak bola dunia kepadanya.
Tembok Kokoh yang Mematikan Keganasan Como
Sebelum bertandang ke San Siro, Como adalah tim yang sangat menakutkan. Skuad asuhan Cesc Fabregas itu datang dengan modal euforia luar biasa setelah membantai Lens dengan skor fantastis 9-1 di ajang Liga Champions.
Namun, keganasan lini serang Como seketika menguap di hadapan pertahanan solid Inter Milan. Cristian Chivu menginstruksikan anak asuhnya untuk tampil disiplin, dan Alessandro Bastoni menjadi komandan utama di jantung pertahanan.
Tampil sebagai bek tengah sentral, pemain Timnas Italia ini sukses menetralkan ancaman dari striker andalan Como, Douvikas. Padahal, Douvikas datang dengan kondisi fisik dan mental yang sedang on fire usai mencetak hat-trick ke gawang Lens.
Sepanjang pertandingan, Bastoni memastikan sang striker tidak mampu berbuat banyak dan tak pernah benar-benar memberikan ancaman berarti.
Secara keseluruhan, pertahanan Inter tampil begitu rapat sehingga Como nyaris frustrasi. Peluang paling nyata tim tamu baru datang menjelang akhir pertandingan, ketika tembakan Nico Paz sekadar menyerempet bagian atas mistar gawang.
Pujian Merinding dari Marcus Thuram: “Beckenbauer”
Penampilan heroik Bastoni tentu saja tidak luput dari perhatian rekan-rekan setimnya, terutama pahlawan lini serang Inter, Marcus Thuram.
Seusai pertandingan, Bastoni mengunggah foto perayaan kemenangan di akun Instagram pribadinya. Di kolom komentar, Thuram (yang akrab disapa Tikus) meninggalkan satu kata singkat yang sukses membuat fans merinding: “Beckenbauer”.
Komentar tersebut merujuk pada sosok Franz Beckenbauer, legenda abadi sepak bola Jerman yang diakui sebagai salah satu bek (dan sweeper) terbaik, paling elegan, dan paling cerdas dalam sejarah sepak bola dunia.
Menyamakan Bastoni dengan Der Kaiser (Sang Kaisar) adalah bentuk pengakuan tertinggi dari Thuram atas visi bermain, ketenangan, serta kemampuan Bastoni dalam memutus serangan dan membangun permainan dari belakang yang memang berada di level elit.
Kemenangan 2-0 yang Terasa “Kurang”
Meski pertandingan berakhir dengan skor 2-0 melalui gol Pio Esposito dan Marcus Thuram, hasil ini sebenarnya terasa “sempit” jika melihat jalannya pertandingan.
Inter Milan tampil sangat dominan secara kolektif dan menciptakan begitu banyak peluang berbahaya.
Skuad racikan Chivu sukses memberikan pelajaran berharga kepada tim besutan Fabregas bahwa agresivitas tanpa keseimbangan tak akan mampu meruntuhkan kokohnya mentalitas sang raksasa Milan.
Kemenangan ini tidak hanya memastikan tambahan tiga poin krusial bagi Inter di papan atas Serie A, tetapi juga membuktikan harmoni dan kekompakan luar biasa di dalam ruang ganti Nerazzurri.

Leave a Reply