
Masa depan Benjamin Pavard bersama Inter Milan tampaknya memasuki babak akhir. Meski sang bek asal Prancis sempat membuka peluang untuk bertahan, berbagai faktor di balik layar membuat kemungkinan tersebut semakin kecil.
Menurut laporan Tuttosport, Inter sudah tidak lagi menganggap Pavard sebagai bagian penting dari proyek tim. Bahkan, manajemen Nerazzurri dikabarkan siap melepas mantan pemain Bayern Munchen itu pada bursa transfer musim panas ini dengan nilai transfer sekitar 12 hingga 15 juta euro.
Pavard Sempat Buka Peluang Bertahan
Benjamin Pavard telah kembali ke Milan dan menjalani pemeriksaan medis untuk memperoleh kelayakan olahraga di CONI sebagai bagian dari persiapan musim baru.
Saat ditanya mengenai peluangnya tetap mengenakan seragam Inter, pemain berusia 30 tahun itu memberikan jawaban yang cukup singkat namun penuh makna.
“Kalau mereka menginginkan saya, tentu saja,” ujar Pavard.
Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa sang pemain masih membuka pintu untuk bertahan. Namun, situasi di internal klub justru mengarah ke arah yang berbeda.
Akhir Musim 2024/25 Jadi Titik Balik
Laporan Tuttosport mengungkapkan bahwa manajemen dan ruang ganti Inter belum melupakan bagaimana Pavard mengakhiri musim 2024/25.
Bek Timnas Prancis itu harus absen pada leg kedua semifinal Liga Champions karena mengalami cedera pergelangan kaki. Tak lama setelah itu, ia juga tidak ambil bagian dalam ajang Piala Dunia Antarklub akibat kondisi fisiknya yang belum pulih.
Absennya Pavard pada dua turnamen penting tersebut disebut meninggalkan kekecewaan di lingkungan klub, terutama mengingat Inter tengah berjuang di level tertinggi kompetisi.
Foto Bermain Padel Saat Inter Bertanding Jadi Sorotan
Kontroversi semakin memanas ketika Pavard tertangkap kamera sedang bermain padel di Sardinia bersama mantan bek AC Milan, Theo Hernandez.
Momen tersebut terjadi ketika skuad Inter sedang berjuang di Amerika Serikat dalam ajang Piala Dunia Antarklub.
Meski secara medis Pavard memang tidak masuk skuad karena cedera, kemunculannya di lapangan padel memunculkan berbagai pertanyaan mengenai kondisi kebugarannya. Situasi ini disebut ikut memengaruhi penilaian klub terhadap profesionalisme sang pemain.
Pernyataan tentang Marseille Dinilai Sebagai Sindiran
Faktor lain yang memperburuk hubungan Pavard dengan Inter adalah komentar yang ia lontarkan setelah kembali dari masa peminjaman di Olympique Marseille.
Dalam kesempatan tersebut, ia menyebut Marseille sebagai klub dengan “ruang ganti yang benar-benar solid dan bersatu.”
Di internal Inter, ucapan tersebut dikabarkan ditafsirkan sebagai sindiran terhadap suasana di ruang ganti Nerazzurri, yang memang sempat diterpa berbagai dinamika setelah musim berakhir.
Walaupun Pavard tidak pernah secara langsung menyebut Inter, pernyataan tersebut dianggap kurang tepat dan semakin memperlebar jarak antara pemain dengan klub.
Inter Tetap Cari Bek Baru Meski Siap Melepas Pavard
Ironisnya, Inter saat ini memang sedang membutuhkan tambahan kekuatan di lini belakang. Namun, kondisi tersebut tidak otomatis membuat Pavard dipertahankan.
Manajemen klub disebut telah mengambil keputusan bahwa menjual sang pemain merupakan opsi terbaik, baik dari sisi teknis maupun finansial.
Dana hasil penjualan Pavard nantinya dapat dialokasikan untuk mendatangkan bek yang lebih sesuai dengan proyek jangka panjang pelatih Cristian Chivu.
Inter Bidik Penjualan Senilai 12-15 Juta Euro
Menurut Tuttosport, Inter menargetkan pemasukan sekitar 12 hingga 15 juta euro dari penjualan Benjamin Pavard.
Nilai tersebut dinilai realistis mengingat usia sang pemain yang sudah menginjak 30 tahun, riwayat cedera dalam beberapa musim terakhir, serta kontraknya yang terus berjalan.
Jika ada klub yang bersedia memenuhi angka tersebut, Inter diyakini tidak akan menghalangi kepergian mantan juara Piala Dunia 2018 tersebut.
Masa Depan Pavard Kian Jauh dari Giuseppe Meazza
Meski Benjamin Pavard masih menyatakan kesediaannya bertahan apabila diinginkan klub, berbagai perkembangan menunjukkan bahwa peluang itu semakin menipis.
Hubungan yang telah memburuk setelah akhir musim 2024/25, ditambah sejumlah kontroversi di luar lapangan, membuat Inter kini lebih memilih membuka jalan menuju perpisahan.

Leave a Reply