Paolo Condò Dorong Inter Ubah Formasi: “Saya Ingin Chivu Terapkan Empat Bek”

Paolo Condò menilai Inter Milan sudah memiliki fondasi skuad yang sangat kuat dan kini hanya membutuhkan penyempurnaan. Jurnalis Sky Sport itu berharap Cristian Chivu berani bereksperimen dengan formasi empat bek, terutama untuk meningkatkan fleksibilitas Nerazzurri di Liga Champions.

Inter Milan bersiap menghadapi pertandingan melawan Cagliari di pekan ke-2 Serie A 2026-27, dengan sorotan bukan hanya tertuju pada hasil, tetapi juga bagaimana Cristian Chivu mengembangkan wajah baru timnya.

Menurut Paolo Condò, Inter saat ini berada dalam posisi berbeda dibandingkan sejumlah rivalnya.

Jika Juventus dan AC Milan masih berada dalam fase membangun kembali skuad dan identitas permainan, Inter dinilai sudah memiliki fondasi yang jauh lebih kokoh.

Namun, bagi Condò, justru karena fondasinya sudah kuat, Inter memiliki kesempatan untuk melakukan eksperimen taktik yang dapat meningkatkan level permainan mereka.

Inter Sudah “Menjadi Gedung”, Tinggal Tambah Lantai

Condò menggunakan analogi menarik ketika menggambarkan situasi Inter saat ini.

“Jika kita mengatakan Juventus dan Milan masih seperti sebuah konstruksi, Inter sudah menjadi sebuah gedung dan mereka sedang mencoba menambahkan penthouse agar bisa mendapatkan pemandangan yang bagus ke Eropa,” ujarnya.

Analogi tersebut menggambarkan bagaimana Inter tidak perlu melakukan revolusi besar.

Skuad Nerazzurri sudah memiliki struktur yang relatif matang. Pemain-pemain berpengalaman tetap menjadi fondasi, sementara sejumlah rekrutan baru memberikan tambahan kualitas dan variasi.

Kini tantangannya adalah bagaimana Chivu dapat membawa Inter Milan naik ke level berikutnya, terutama ketika menghadapi lawan-lawan terbaik di Eropa.

Pemain Inggris Jadi Daya Tarik Baru Inter

Salah satu hal yang menarik perhatian Condò adalah kehadiran sejumlah pemain asal Inggris di skuad Inter.

Nama Curtis Jones dan John Stones menjadi dua pemain yang paling ditunggu. Menurut Condò, ada kemungkinan Curtis Jones mendapatkan kesempatan bermain ketika Inter menghadapi Cagliari besok.

“Ada pemain-pemain Inggris ini. Saya pikir besok kita akan melihat Jones untuk beberapa menit dan saya juga ingin melihat Stones,”

Sementara itu, Djed Spence diperkirakan masih membutuhkan waktu sebelum benar-benar siap tampil.

Kehadiran para pemain baru tersebut memberikan dimensi berbeda bagi Inter Milan.

Jones menawarkan mobilitas dan kemampuan membawa bola dari lini tengah, sedangkan Stones memiliki pengalaman serta fleksibilitas untuk bermain di lini pertahanan.

Bagi Chivu, tantangannya adalah mengintegrasikan pemain-pemain tersebut tanpa mengganggu keseimbangan tim yang sudah terbentuk.

Condò Tunggu Eksperimen Empat Bek Chivu

Namun, bukan pemain baru yang paling membuat Condò penasaran.

Ia justru ingin mengetahui apakah Chivu akan benar-benar mencoba formasi empat bek.

Pelatih asal Rumania tersebut sebelumnya sempat memberikan indikasi bahwa perubahan sistem pertahanan bisa menjadi salah satu opsi Inter.

Bagi Condò, eksperimen tersebut sangat menarik karena dapat memberikan alternatif taktik kepada Nerazzurri.

“Hal yang paling ingin saya pahami adalah apakah akan ada perubahan formasi, pertahanan dengan empat bek yang Chivu sudah isyaratkan sebagai sebuah kemungkinan,”

Inter selama beberapa musim terakhir identik dengan sistem tiga bek. Struktur tersebut memberikan keseimbangan sekaligus memungkinkan para wing-back memainkan peran sangat agresif.

Namun, sepak bola modern menuntut fleksibilitas.

Memiliki kemampuan berpindah dari tiga bek menjadi empat bek dapat membuat Inter lebih sulit dibaca lawan, terutama ketika menghadapi tim-tim Eropa dengan pendekatan taktik berbeda.

Lebih Suka Skema Empat Bek

Condò bahkan tidak menyembunyikan preferensi pribadinya.

“Saya seorang taleban. Saya jauh lebih menyukai pertahanan dengan empat bek, terutama di level Eropa,”

Istilah “taleban” yang digunakan Condò tentu merupakan cara retoris untuk menggambarkan betapa kuatnya preferensinya terhadap sistem empat bek.

Namun, poin utamanya cukup jelas: ia melihat formasi empat bek sebagai sistem yang berpotensi memberikan keuntungan lebih besar kepada Inter ketika bertanding di kompetisi Eropa.

Bukan berarti sistem tiga bek yang selama ini digunakan Inter buruk.

Sebaliknya, sistem tersebut telah menjadi salah satu fondasi kekuatan Nerazzurri. Akan tetapi, memiliki alternatif akan memberikan Chivu lebih banyak pilihan ketika pertandingan membutuhkan pendekatan berbeda.

Dua Sistem Bisa Menjadi Senjata Inter

Inilah bagian terpenting dari gagasan Condò.

Ia berharap eksperimen empat bek tidak dilakukan sekadar untuk mengubah sesuatu yang sudah berjalan baik. Eksperimen tersebut seharusnya menjadi cara untuk memberikan Inter dua kemungkinan permainan.

“Saya berharap eksperimen ini dilakukan juga untuk memberikan skuad sekuat Inter dua kemungkinan skema bermain.”

Dengan kata lain, Inter tidak harus meninggalkan sistem tiga bek.

Sebaliknya, Chivu bisa mempertahankan formasi yang selama ini menjadi identitas tim sekaligus mempersiapkan skema alternatif dengan empat pemain bertahan.

Jika diterapkan dengan baik, fleksibilitas tersebut dapat menjadi keuntungan besar.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*