
Ujian berat menanti Shakhtar Donetsk pada matchday 3 fase liga Champions League.
Klub raksasa Ukraina tersebut dijadwalkan bertandang ke markas Inter Milan di Stadion San Siro pada Kamis (22/10/26) pukul 02.00 WIB.
Menjelang laga krusial tersebut, pelatih Shakhtar yang juga mantan bintang Atletico Madrid dan Barcelona, Arda Turan secara terbuka mengakui kekuatan dahsyat calon lawannya.
Usai mengamankan kemenangan 2-1 atas Kolos di ajang liga domestik, Turan membagikan pandangannya terkait duel sengit melawan anak-asuh Cristian Chivu.
Pengakuan Jujur Arda Turan: Jika Coba Beri Kejutan, Kami yang Bisa Terkejut
Dalam sesi konferensi pers usai laga melawan Kolos, seorang jurnalis bertanya apakah Shakhtar bersedia mengorbankan gaya permainan menyerangnya demi memberikan kejutan taktis bagi Nerazzurri.
Jawaban yang dilontarkan Arda Turan sangat diplomatis sekaligus mencerminkan rasa hormat yang tinggi terhadap sang tuan rumah:
“Sebenarnya, jika kami mencoba memberi kejutan pada Inter, saya justru khawatir mereka yang akan memberikan kejutan yang sangat tidak menyenangkan bagi kami,” ujar Arda Turan seperti dikutip dari Fcinter1908.it.
Turan menambahkan bahwa timnya memilih untuk tidak memakai jebakan taktis yang berbahaya, melainkan berfokus pada analisis mendalam terkait peta kekuatan lawan.
“Inter tanpa ragu adalah salah satu tim terkuat di sepak bola Eropa saat ini. Mereka adalah lawan dengan level dan reputasi yang luar biasa, dan kami sangat menyadari hal itu,”
Menolak Bertahan
Meski mengakui ketangguhan Inter Milan di bawah arahan Cristian Chivu dan menyadari risiko bermain terbuka di San Siro, Turan secara tegas menolak gagasan untuk menginstruksikan timnya tampil bertahan penuh (park the bus).
Mantan gelandang timnas Turki tersebut menegaskan komitmen timnya untuk tetap setia pada identitas permainan ofensif yang menjadi ciri khas Shakhtar Donetsk.
“Bagaimanapun juga, kami ingin terus memegang teguh filosofi permainan kami. Kami tidak ingin mundur dan kami tidak akan pernah berhenti menjadi Shakhtar,”
Persiapan Kilat Menuju San Siro
Turan mengungkapkan bahwa fokus timnya baru benar-benar tercurah ke Liga Champions setelah laga domestik berakhir. Studi taktis mengenai kelemahan dan keunggulan Inter Milan baru resmi dimulai menjelang keberangkatan mereka ke Italia.
Dengan membedah celah pertahanan Inter, Turan berharap anak asuhnya mampu mengeksploitasi area-area vital demi mencuri poin berharga dari kota Milano.

Leave a Reply