Musim Bastoni Disebut Buruk, Tapi Faktanya Raih Dua Gelar Bersama Inter

Alessandro Bastoni menjalani musim lalu (2025-26) yang penuh warna bersama Inter Milan. Bek asal Italia tersebut memang sempat melewati sejumlah momen sulit, terutama terkait sorotan media dan berbagai kontroversi. Namun, menyebut musimnya sangat buruk terasa tidak tepat jika melihat pencapaiannya bersama Nerazzurri.

Pasalnya, Bastoni berhasil menutup musim dengan dua trofi penting. Ia membantu Inter meraih Scudetto sekaligus Coppa Italia, sebuah pencapaian yang justru menunjukkan bahwa perjalanan sang bek di atas lapangan jauh dari kata gagal.

Kontras inilah yang membuat musim Bastoni menarik untuk dibahas. Ada periode sulit secara personal dan media, tetapi pada saat yang sama ia tetap menjadi bagian penting dari tim Inter yang berhasil meraih dua gelar.

Bastoni dan Musim yang Memiliki Dua Wajah

Istilah “annus horribilis” memang sempat digunakan untuk menggambarkan perjalanan Bastoni pada musim lalu. Beberapa kejadian membuat namanya menjadi sorotan dan memunculkan tekanan besar terhadap pemain yang selama ini menjadi salah satu pilar pertahanan Inter.

Salah satunya adalah polemik setelah insiden yang melibatkan Kalulu. Situasi tersebut membuat Bastoni mendapatkan perhatian besar dari publik dan media.

Masalah kemudian berlanjut ketika Bastoni mendapat kartu merah saat membela Timnas Italia menghadapi Bosnia. Insiden tersebut semakin memperpanjang periode sulit yang dialaminya.

La Gazzetta dello Sport pun sebelumnya menggambarkan musim Bastoni sebagai periode yang rumit, terutama jika melihat aspek personal dan sorotan media yang mengiringinya.

Namun, jika penilaiannya dikembalikan kepada apa yang terjadi di lapangan bersama Inter, gambarnya menjadi jauh berbeda.

Dua Trofi Menjadi Jawaban Bastoni

Bastoni tetap menjadi bagian dari skuad Inter yang berhasil memenangkan Scudetto dan Coppa Italia.

Dua gelar tersebut menjadi bukti bahwa musim sang bek tidak bisa hanya dinilai berdasarkan kontroversi atau kejadian negatif yang mengiringinya.

Secara keseluruhan, Bastoni mencatatkan 39 penampilan di semua kompetisi bersama Inter dan menyumbangkan dua gol.

Catatan tersebut memperlihatkan betapa pentingnya perannya dalam perjalanan Nerazzurri sepanjang musim.

Sebagai bek tengah yang juga memiliki kemampuan membangun serangan dari lini belakang, Bastoni memiliki peran yang lebih luas dibandingkan sekadar menjaga pertahanan.

Kemampuannya membawa bola, memberikan umpan progresif, serta membantu tim keluar dari tekanan menjadi bagian penting dari permainan Inter.

Karena itu, dua trofi yang berhasil diraih Inter menjadi konteks penting ketika menilai musim Bastoni.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*