La Stampa: Chivu Salah Taktik, Inter Terjebak Perangkap AC Milan

Kekalahan Inter Milan dari AC Milan dalam Derby della Madonnina pekan ke-10 Serie A 2026-27 menjadi pukulan telak bagi Cristian Chivu dan anak asuhnya.

Bukan sekadar kehilangan tiga poin, hasil tersebut juga memperlihatkan sejumlah persoalan dalam permainan Nerazzurri, mulai dari intensitas pertandingan hingga keputusan taktik sang pelatih.

Media Italia, La Stampa, bahkan menyebut kekalahan Inter sebagai sebuah kegagalan menyeluruh. Menurut surat kabar tersebut, Inter tidak hanya kalah dari segi hasil, tetapi juga gagal menunjukkan daya juang, kualitas permainan, dan karakter yang dibutuhkan dalam pertandingan sebesar derby Milan.

Kritik tajam turut diarahkan kepada Chivu. Pelatih asal Rumania itu dinilai memiliki andil dalam kekalahan tersebut karena menurunkan susunan pemain yang tidak biasa dan menerapkan pendekatan permainan yang justru membuat Inter kesulitan menghadapi strategi AC Milan.

Kekalahan dalam Derby della Madonnina selalu memiliki arti lebih besar daripada pertandingan biasa. Rivalitas panjang antara Inter Milan dan AC Milan membuat hasil akhir menjadi persoalan harga diri, kepercayaan diri, serta momentum dalam persaingan Serie A.

La Stampa menyoroti tiga aspek utama yang menjadi kelemahan Inter, yakni intensitas, performa, dan semangat bertanding.

“Kekalahan pertama timnya di liga ini adalah sebuah bencana dalam hal semangat juang, performa, dan jiwa,” tulis La Stampa.

“Sang pelatih Inter juga ikut bersalah dengan menurunkan susunan pemain yang sangat tidak biasa (hanya satu penyerang, Thuram) sekaligus tidak terhubung (meskipun lini tengah padat) dan terjebak dalam perangkap AC Milan,” lanjut La Stampa.

“Derby ini kembali menegaskan kutukan bagi Nerazzurri, yang belum pernah menang dalam delapan pertandingan dan hampir seribu hari (22 April 2024: malam bintang kedua), tetapi kekalahan 3-1 semalam adalah sebuah pukulan telak karena memberikan kesempatan bagi Lazio untuk mengambil alih puncak klasemen Serie A sendirian, dan kini Roma hanya berjarak satu poin saja dari Inter.”

Kritik La Stampa terhadap Chivu memperlihatkan bahwa keputusan taktiknya menjadi salah satu faktor yang patut dievaluasi setelah kekalahan tersebut.

Bagi sang pelatih, tantangan berikutnya adalah membuktikan bahwa Inter mampu belajar dari kesalahan, memperbaiki koordinasi antarlini, dan menemukan pendekatan yang lebih efektif ketika menghadapi lawan dengan karakter permainan berbeda.

Derby della Madonnina Menjadi Momok bagi Inter Milan

Dampak kekalahan dari AC Milan tidak hanya terasa dalam rivalitas sekota. Hasil tersebut juga berpotensi memengaruhi persaingan di papan atas klasemen Serie A.

La Stampa menilai kekalahan Inter sebagai pukulan besar karena membuat Lazio mengambil alih posisi teratas klasemen secara sendirian. Pada saat yang sama, AS Roma disebut hanya terpaut satu poin dari Nerazzurri.

Situasi ini membuat kehilangan tiga poin menjadi semakin merugikan bagi Inter. Dalam persaingan Serie A yang ketat, satu hasil buruk dapat mengubah posisi tim dan memberikan kesempatan kepada para pesaing untuk memperkecil jarak.

Inter kini harus memastikan bahwa kekalahan dalam derby tidak berkembang menjadi periode negatif yang lebih panjang.

Konsistensi menjadi faktor penting, terutama ketika tim harus menghadapi jadwal pertandingan yang padat dan tekanan untuk terus bersaing di papan atas.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*