
Dalam pertandingan pekan ke-10 Serie A 2026-27 yang mempertemukan dua rival sekota, AC Milan sukses mengamankan kemenangan krusial dengan skor 3-1 atas Inter Milan dalam duel bertajuk Derby della Madonnina, Minggu (1/11/26) dini hari WIB.
Hasil ini tidak hanya memperpanjang dominasi Rossoneri dalam beberapa pertemuan terakhir, tetapi juga menjadi kekalahan perdana Nerazzurri di kompetisi Serie A musim ini.
Laga sarat gengsi ini memiliki arti yang sangat emosional bagi kedua tim. Selain memperingati 100 tahun berdirinya Stadion San Siro, pertandingan ini juga menjadi panggung unjuk gigi bagi para pemain kunci di tengah badai cedera yang melanda kedua kubu.
Taktik Kejutan Cristian Chivu dan Badai Cedera
Menjelang big match ini, kedua pelatih harus memutar otak menghadapi absennya sejumlah pemain pilar.
Inter Milan, yang sebelumnya memuncaki klasemen berkat dua kemenangan dramatis di menit-menit akhir melawan Fiorentina dan Venezia, harus tampil tanpa penyerang andalan Lautaro Martinez, serta beberapa nama penting seperti Curtis Jones, John Stones, Benjamin Pavard, dan Luis Henrique. Sementara kiper Ivan Provedel harus absen karena terserang flu.
Pelatih Inter, Cristian Chivu, sempat memberikan kejutan taktis dengan menurunkan formasi 3-4-2-1 serta memberikan peran baru bagi Andy Diouf dan Petar Sucic di lini tengah.
Di sisi lain, AC Milan juga tidak tampil dengan kekuatan penuh. Rossoneri kehilangan Fikayo Tomori, Matteo Gabbia, Samuel Chukwueze, Ruben Loftus-Cheek, Alexis Saelemaekers, dan Pietro Terracciano.
Kendati demikian, kembalinya Adrien Rabiot, Mario Gila, dan performa sensasional Diego Moreira terbukti menjadi pembeda utama di lapangan.
Diego Moreira Jadi Inspirator Kemenangan Milan
Pertandingan baru berjalan kurang dari empat menit ketika AC Milan berhasil memecah kebuntuan.
Diego Moreira bergerak cepat di sisi kanan lapangan sebelum melepaskan umpan silang akurat yang disundul dengan sempurna oleh Christian Pulisic dari jarak enam yard, membawa Rossoneri unggul 1-0.
Tak butuh waktu lama bagi Milan untuk memperbesar keunggulan. Memasuki menit ke-10, sebuah skema set-piece cerdik diperagakan oleh tuan rumah. Berawal dari sepak pojok pendek yang diambil oleh Diego Moreira kepada Adrien Rabiot, gelandang asal Prancis tersebut melepaskan tendangan kaki kiri langsung yang bersarang di pojok gawang tanpa mampu dihalau kiper Inter Milan.
Inter mencoba bangkit dan memperkecil ketertinggalan pada menit ke-22 melalui situasi bola mati. Umpan sundulan Manuel Akanji di tiang dekat berhasil dimanfaatkan dengan baik oleh Alessandro Bastoni untuk mencetak gol pertamanya di Derby della Madonnina. Skor 2-1 bertahan hingga turun minum.
Babak Kedua: Aksi Heroik Maignan dan Gol Penutup Moreira
Memasuki paruh kedua, jalannya pertandingan semakin memanas. Inter meningkatkan intensitas serangan untuk mencari gol penyeimbang.
Gelandang kreatif Inter, Hakan Calhanoglu, nyaris mencetak gol penyama kedudukan lewat tendangan jarak jauh keras yang berhasil ditepis secara gemilang oleh kiper Milan, Mike Maignan. Maignan kembali melakukan penyelamatan kelas dunia saat menepis peluang emas dari Djed Spence dari jarak dekat.
Namun, malam itu benar-benar menjadi panggung bagi Diego Moreira. Setelah menyumbangkan dua assist di babak pertama, pemain muda berbakat ini mencetak gol ketiga Milan pada menit ke-43 melalui eksekusi tendangan bebas indah melengkung melewati pagar betulis yang gagal diantisipasi oleh Josep Martinez.
Di sisa waktu pertandingan, Inter terus menekan lini pertahanan Milan dan mendominasi penguasaan bola.
Sempat terjadi ketegangan pada menit ke-75 ketika wasit sempat menunjuk titik putih untuk penalti Inter, namun tinjauan VAR dengan cepat menganulirnya setelah terbukti bola mengenai dada Mario Gila, bukan tangan.
Hingga peluit panjang dibunyikan, skor tetap 3-1 untuk kemenangan AC Milan.
Pencetak Gol dan Klasemen
- Milan: Christian Pulisic (4′), Adrien Rabiot (10′), Diego Moreira (43′)
- Inter: Alessandro Bastoni (22′)
- Klasemen: Inter turun ke posisi Dua, dengan raihan 25 poin
Susunan Pemain
MILAN (4-4-1-1): 16 Maignan; 34 Gila, 5 De Winter, 31 Pavlovic, 13 Diawara (33 Bartesaghi 83′); 22 Moreira (20 Hutchinson 89′), 80 Musah (30 Jashari 83′), 14 Modric, 11 Pulisic (70 Cisse 83′); 12 Rabiot; 9 Ramos (42 Terracciano 89′).
Pelatih: Ruben Amorim
INTER (3-4-2-1): 1 J. Martinez; 31 Bisseck (14 Bonny 82′), 25 Akanji, 95 Bastoni (32 Dimarco 82′); 99 Spence, 23 Barella (94 Esposito 82′), 20 Calhanoglu (7 Zielinski 72′), 30 Carlos Augusto; 17 Diouf (22 Mkhitaryan 72′), 8 Sucic; 9 Thuram.
Pelatih: Cristian Chivu

Leave a Reply