Inter Punya Masalah Saat Kehilangan Kendali Permainan

Angka-angka pada awal musim ini (2026-27) memberikan gambaran menarik mengenai performa Inter Milan di bawah Cristian Chivu.

Di satu sisi, Nerazzurri menunjukkan kekuatan ketika mampu mengontrol penguasaan bola dan menentukan tempo pertandingan. Namun di sisi lain, statistik juga memperlihatkan persoalan ketika kendali permainan berpindah ke tangan lawan.

Situasi tersebut menjelaskan mengapa penguasaan bola menjadi salah satu perhatian utama Chivu. Bagi pelatih asal Rumania tersebut, menguasai bola bukan hanya berkaitan dengan cara Inter membangun serangan, tetapi juga menjadi bagian penting dari pertahanan.

Semakin lama Inter mampu memegang kendali permainan, semakin sedikit pula kesempatan lawan untuk mengembangkan serangan.

Inter Kesulitan Ketika Kehilangan Bola

Menurut analisis Sky Sport, dalam hal tembakan yang dilepaskan lawan, Inter menempati posisi Kedelapan. Sementara jumlah tembakan tepat sasaran yang mereka terima menempatkan Nerazzurri di peringkat ke-12.

Angka tersebut menunjukkan bahwa Inter masih belum berada di level terbaik Serie A dalam mengendalikan ancaman lawan.

Persoalannya bukan hanya bagaimana menghadapi tembakan lawan, tetapi juga proses yang terjadi sebelum peluang tersebut tercipta.

Inter masih perlu lebih konsisten dalam mencegah lawan bergerak maju, menemukan ruang, serta membawa bola ke area berbahaya.

Di sinilah filosofi Chivu mendapatkan relevansinya.

Penguasaan Bola Menjadi Bagian dari Pertahanan Inter

Bagi Chivu, penguasaan bola memiliki fungsi lebih besar daripada sekadar mendominasi statistik pertandingan.

Dengan menguasai bola, Inter dapat menentukan ritme, memindahkan permainan sesuai kebutuhan, sekaligus memaksa lawan berlari tanpa bola.

Karena itu, konsep “serangan sebagai pertahanan terbaik” menjadi sangat relevan dengan pendekatan Chivu.

Ketika Inter mampu mengontrol pertandingan, lawan tidak memiliki banyak kesempatan untuk mengembangkan serangan secara bebas. Sebaliknya, ketika Nerazzurri kehilangan kontrol dan harus lebih banyak bertahan, persoalan tersebut mulai terlihat dalam statistik.

Ini pula yang menjelaskan mengapa Chivu terus mendorong timnya untuk mempertahankan penguasaan bola dan mengambil kendali pertandingan.

Inter Sudah Sering Berada dalam Situasi Tertinggal

Data dari lima pertandingan pertama musim ini juga memberikan konteks tambahan.

Inter telah menghabiskan sekitar 40 persen dari total menit dalam keadaan tertinggal sepanjang musim, sebuah angka yang cukup signifikan jika dibandingkan dengan keseluruhan musim sebelumnya.

Jumlah pertandingan ketika Inter harus mengejar ketertinggalan juga telah mencapai sekitar 38 persen dari total pertandingan pada musim lalu.

Lebih mencolok lagi, Nerazzurri sudah tiga kali berada dalam situasi tertinggal 0-2.

Jumlah tersebut sudah menyamai total kejadian serupa sepanjang musim sebelumnya.

Sementara itu, jumlah pertandingan ketika Inter kebobolan gol lebih dulu telah mencapai setengah dari total yang mereka alami pada musim lalu.

Angka-angka tersebut tentu belum cukup untuk menghasilkan kesimpulan akhir mengenai kualitas Inter di bawah Chivu.

Namun, statistik tersebut memberikan gambaran mengenai bagaimana tim mengelola pertandingan ketika tidak mampu memaksakan ritmenya sendiri.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*