
Inter Milan terus melanjutkan rekor luar biasa mereka saat berhadapan dengan Como di ajang Serie A.
Lewat kemenangan meyakinkan 2-0 pada pekan ke-11 di San Siro, gol dari Francesco Pio Esposito dan Marcus Thuram sukses memaksa skuad asuhan Cesc Fabregas “kembali membumi” setelah sebelumnya sempat terbang tinggi dengan kemenangan fantastis sembilan gol di Liga Champions.
Laga derby lokal yang juga sarat akan nuansa persaingan Scudetto ini mempertemukan dua tim dengan kondisi emosional yang kontras.
Inter baru saja bangkit dengan melibas Feyenoord 3-0 di Liga Champions usai menelan kekalahan perdana musim ini di Derby della Madonnina.
Sementara itu, Como datang dengan rekor enam kemenangan beruntun di semua kompetisi, termasuk kemenangan tandang bersejarah 9-1 atas RC Lens.
Namun, di hadapan taktik Cristian Chivu, magis Fabregas nyatanya tak mampu berbuat banyak.
Babak Pertama: Serangan Kilat yang Mematikan
Inter Milan membuka keunggulan dengan cepat pada menit ke-12 lewat skema serangan balik yang brilian. Momen ini tercipta ketika Federico Dimarco sukses merebut bola dari Lucas Da Cunha.
Bola kemudian dikuasai Marcus Thuram yang melepaskan umpan cerdik kepada Djed Spence di sisi kanan. Spence langsung mengirimkan umpan tarik mendatar yang diselesaikan dengan tap-in mudah oleh Pio Esposito dari jarak dekat.
Hanya berselang beberapa menit, Dimarco nyaris menggandakan keunggulan Inter, namun sentuhan kepala Thuram pada umpan silang Nicolò Barella justru sedikit mengganggu arah bola.
Keunggulan Nerazzurri akhirnya benar-benar bertambah pada menit ke-19. Berawal dari visi Dimarco yang mengirim bola kepada Piotr Zielinski di sisi kiri, umpan silang Zielinski diantisipasi dengan sangat buruk oleh bek Como, Alex Valle.
Bola liar tersebut menjadi “asis gratis” bagi Marcus Thuram, yang langsung menyambarnya dari jarak enam yard di tiang dekat. Skor 2-0 untuk Inter bertahan hingga turun minum.
Babak Kedua: Peluang Nico Paz dan Solidnya Pertahanan Inter
Memasuki babak kedua, kiper Como, Robert Sanchez, dipaksa bekerja keras. Ia sukses menepis tembakan menyusur tanah dari Carlos Augusto dan menahan peluang dari Dimarco yang memanfaatkan umpan Barella.
Dimarco kembali mengancam lewat tendangan voli yang melebar, sementara tembakan menyudut Thuram hanya melenceng tipis dari tiang jauh.
Di sisi lain, kiper Inter, Josep Martinez, nyaris tidak mendapat ujian berarti hingga menit ke-63. Ia harus tampil sigap menahan tembakan memantul dari Nico Paz. Serangan Como lainnya melalui sundulan Jacobo Ramon (memanfaatkan umpan Bruno Kaiki) masih terlalu lemah.
Momen paling berbahaya bagi Como datang di menit ke-84. Menyambut umpan tarik Marc-Oliver Kempf dari jarak 15 yard, Nico Paz melepaskan tembakan first-time keras, namun sayangnya bola hanya membentur tiang gawang.
Badai Cedera dan Rekor Bersejarah
Laga ini juga diwarnai oleh absensi sejumlah pemain penting dari kedua kubu. Inter Milan masih harus bermain tanpa sang kapten, Lautaro Martinez, dan Luis Henrique yang belum pulih. Namun, kabar baik datang dari bangku cadangan dengan kembalinya John Stones dan Curtis Jones setelah absen beberapa pekan.
Di kubu tamu, Como harus bertandang tanpa sejumlah pilar utama seperti Moise Kean, Trevoh Chalobah, Assane Diao, Jesus Rodriguez, dan Jayden Addai yang tidak dibawa dalam lawatan ke San Siro.
Hasil 2-0 ini mencatatkan rekor impresif: ini adalah kemenangan ke-12 secara beruntun bagi Inter Milan atas Como di Serie A. Inter seakan menjadi satu-satunya tim raksasa yang kodenya belum mampu dipecahkan oleh Cesc Fabregas sejak ia mengambil alih kursi kepelatihan Como.
Kemenangan ini membawa Inter kembali ke posisi kedua klasemen sementara Serie A dengan raihan 28 poin dari 11 laga, hanya terpaut satu angka dari Lazio di puncak.
Susunan Pemain
INTER (3-5-2): 1 J. Martinez; 25 Akanji, 95 Bastoni, 30 Carlos Augusto; 99 Spence, 23 Barella, 20 Calhanoglu (8 Sucic 81′), 7 Zielinski (22 Mkhitaryan 72′), 32 Dimarco (17 Diouf 88′); 94 Esposito (14 Bonny 72′), 9 Thuram (28 Pavard 88′).
Pelatih: Cristian Chivu
COMO (4-2-3-1): 97 Sanchez; 27 Couto (30 Liberali 74′), 4 Ramon, 2 Kempf, 3 Valle (16 Kaiki 74′); 5 Perrone (21 Ricci 46′), 6 Milla; 7 Da Cunha (8 Caqueret 74′), 10 Paz, 20 Baturina (28 Smolcic 46′); 9 Douvikas.
Pelatih: Cesc Fabregas

Leave a Reply