Inter Krisis Bek Lawan Bologna, Darmian Justru Jadi Musuh Saat Tenaganya Dibutuhkan

Setelah Lautaro Martinez, kini giliran Benjamin Pavard yang harus menyusul masuk daftar cedera.

Ditambah dengan absennya John Stones dan Curtis Jones yang masih berada dalam proses pemulihan, Inter Milan dipastikan kehilangan Empat pemain kunci untuk laga tandang melawan Bologna pada pekan ke-7 Serie A 2026-27, Sabtu (17/10/26) pukul 23.00 WIB.

Situasi ini menempatkan lini belakang Nerazzurri dalam kondisi darurat dan terbatas.

Namun, hal paling menarik dari laga ini adalah sebuah ironi takdir: Inter akan bertanding melawan mantan pilar setianya, Matteo Darmian, di saat mereka justru sangat membutuhkan sosok seperti dirinya.

Lini Belakang Krisis: Pilihan Taktis Inter Makin Terbatas

Absennya Pavard menjadi pukulan telak di sektor pertahanan. Dengan kondisi Manuel Akanji yang belum mencapai performa puncak serta kondisi fisik Carlos Augusto yang belum 100%, opsi pertahanan Inter kian menipis.

Yann Bisseck diperkirakan akan kembali digeser ke posisi bek tengah utama, persis seperti skema saat menghadapi Parma.

Keterbatasan pilihan di lini belakang ini memaksa staf pelatih untuk memutar otak demi menjaga kedalaman dan stabilitas pertahanan di tengah jadwal kompetisi yang padat.

Ironi Takdir: Reuni dengan Matteo Darmian di Sisi Lawan

Selama enam musim berseragam Inter Milan, Matteo Darmian dikenal sebagai pemain serba bisa (utility player) yang selalu siap tampil dalam kondisi apa pun—baik hujan, panas, maupun badai cedera. Ia kerap menjadi penutup celah dan penyelamat di lini belakang Nerazzurri.

Namun, takdir berkata lain. Bek kelahiran 1989 tersebut baru saja menandatangani kontrak bersama Bologna dengan status bebas transfer di bawah asuhan Raffaele Palladino.

Pada laga terbarunya saat Bologna meraih kemenangan di markas Lecce, Darmian membuktikan bahwa dirinya masih sangat solid dan tangguh di lapangan.

Kini, Darmian siap turun bertanding menghadapi mantan rekan-rekan setimnya.

Meski tidak ada penyesalan dari kedua belah pihak, situasi ini menghadirkan ironi yang mendalam: Inter harus menghadapi pemain yang selama bertahun-tahun menjadi pahlawan senyap mereka, justru di saat lini belakang mereka sedang krisis pemain.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*