Inter Gagal Menang, Chivu: “Torino Hampir Bikin Kami Kalah”

Pelatih Inter Milan, Cristian Chivu, mengakui adanya rasa penyesalan setelah timnya gagal mengamankan kemenangan saat ditahan imbang 2-2 oleh Torino dalam laga pekan ke-34 Serie A 2025-26, Minggu (26/4/26) malam WIB.

Meski unggul dua gol lebih dulu, Nerazzurri justru kehilangan momentum dan harus puas berbagi poin.

Namun menariknya, Chivu menilai situasi tersebut bahkan bisa berakhir lebih buruk bagi timnya.

Inter Kehilangan Kendali Usai Unggul 2-0

Inter sejatinya tampil dominan di awal pertandingan. Dua assist brilian dari Federico Dimarco sukses dikonversi menjadi gol oleh Marcus Thuram dan Yann Bisseck.

Namun keunggulan tersebut sirna setelah Torino bangkit lewat gol Giovanni Simeone serta penalti Nikola Vlasic.

“Kami menyesal. Pertandingan sudah dalam kendali, tetapi kami menderita saat mereka menekan di menit-menit akhir,” ujar Chivu.

Gol Torino Picu Kepanikan

Chivu menyoroti bahwa gol pertama Torino menjadi titik balik yang mengubah jalannya pertandingan.

“Gol pertama mereka membuat kami kehilangan kepercayaan diri, dan gol kedua adalah konsekuensinya. Kami mencoba mencetak gol ketiga, tetapi dalam situasi seperti ini Anda juga bisa kalah,” jelasnya.

Ia juga memberikan kredit kepada Torino yang menunjukkan mentalitas kuat dan tidak menyerah hingga akhir laga.

“Jadi, pujian untuk Torino: mereka pantang menyerah dan percaya diri sampai akhir,”

Faktor Mental dan Kesalahan Jadi Kunci

Menurut Chivu, kesalahan kecil saat membangun serangan dari lini belakang menjadi awal masalah besar bagi Inter.

“Ketika Anda unggul 2-0, Anda berpikir semuanya mudah dan Anda mengendalikan semuanya. Kemudian Anda kebobolan menjadi 2-1 karena kesalahan saat membangun serangan dari belakang, dan bayang-bayang kekalahan mulai muncul; Anda menjadi gugup,”

“Anda mulai menyadari bahwa itu tidak akan mudah, terutama ketika beberapa insiden merugikan Anda. Menurut saya, comeback ini bisa berakhir lebih buruk lagi,”

Situasi tersebut membuat Inter kehilangan ritme permainan dan membuka peluang bagi Torino untuk bangkit.

Isu Rocchi Tak Ganggu Fokus Tim

Di tengah pertandingan, suasana sempat terganggu oleh kabar investigasi terhadap Gianluca Rocchi yang menyeret nama Inter.

Namun Chivu menegaskan bahwa dirinya hanya fokus pada sepak bola.

“Tugas saya adalah mempersiapkan tim sebaik mungkin, menjaga ketenangan dan motivasi pemain,” tegasnya.

Kondisi Skuad Jadi Tantangan

Inter juga tidak tampil dengan kekuatan penuh. Beberapa pemain kunci seperti Hakan Calhanoglu dan Alessandro Bastoni absen atau belum fit, sementara Lautaro Martinez masih dalam masa pemulihan cedera.

Chivu mengakui bahwa kondisi ini turut memengaruhi stabilitas tim, terutama saat pertandingan memasuki fase krusial.

“Calhanoglu belum sepenuhnya fit. Dumfries masih belum pulih sepenuhnya. Untuk Lautaro, masih butuh waktu lama,” jelas Chivu.

Scudetto Sudah di Depan Mata

Meski gagal menang, peluang Inter untuk meraih gelar Serie A masih sangat besar. Mereka bahkan bisa mengunci Scudetto lebih cepat jika mampu mengalahkan Parma di laga berikutnya.

Namun Chivu memilih untuk tetap fokus tanpa terbawa emosi.

“Saya tidak memikirkan perasaan. Saya hanya fokus pada tugas dan bagaimana mempersiapkan pertandingan berikutnya dengan sebaik mungkin.”

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*