
Inter Milan masih memiliki sejumlah pekerjaan rumah terkait masa depan beberapa pemain penting. Hingga saat ini, pembicaraan mengenai kontrak baru Hakan Calhanoglu, Carlos Augusto, dan Federico Dimarco belum menghasilkan kesepakatan final.
Ketiga nama tersebut masuk dalam daftar prioritas manajemen Inter. Dario Baccin dan Giuseppe Marotta disebut terus memantau perkembangan negosiasi, tetapi masing-masing kasus memiliki persoalan berbeda.
Belum adanya titik temu membuat proses pembaruan kontrak masih harus berjalan dalam beberapa waktu ke depan.
Negosiasi dengan Augusto Masih Berjalan
Situasi Carlos Augusto menjadi salah satu yang cukup rumit.
Bek sayap asal Brasil tersebut bersama agennya disebut sudah cukup lama menantikan perkembangan positif dari pembicaraan dengan Inter. Namun, sampai sekarang belum ada jabat tangan atau kesepakatan final antara kedua pihak.
Carlos Augusto saat ini menerima sekitar €2,2 juta bersih per musim. Persoalan utama dalam negosiasi disebut berkaitan dengan aspek ekonomi.
Inter tampaknya belum menunjukkan keinginan untuk memenuhi sepenuhnya tuntutan finansial yang diajukan pihak pemain. Karena itu, pembicaraan masih membutuhkan kompromi dari kedua belah pihak.
Inter Ingin Struktur Kontrak Berbeda untuk Calhanoglu
Kasus Hakan Calhanoglu juga belum menemukan titik temu.
Inter memiliki gagasan yang cukup jelas mengenai struktur kontrak baru sang gelandang. Nerazzurri disebut tidak ingin mempertahankan gaji pokok Calhanoglu pada angka saat ini, yakni sekitar €6,5 juta net per musim.
Kontrak pemain asal Turki tersebut akan berakhir pada 30 Juni 2027, sehingga waktu menjadi faktor penting bagi Inter.
Klub perlu mencari solusi sebelum memasuki fase akhir kontraknya agar tidak menghadapi situasi yang lebih rumit terkait masa depan sang pemain.
Namun, Inter tampaknya tidak menutup kemungkinan untuk memberikan paket finansial yang tetap kompetitif melalui skema berbeda.
Gaji Pokok Lebih Rendah, Bonus Lebih Besar
Salah satu formula yang sedang dipertimbangkan adalah menawarkan gaji tetap di bawah €6,5 juta, tetapi dilengkapi bonus dengan nilai signifikan.
Bonus tersebut dapat dikaitkan dengan pencapaian tertentu, baik secara personal maupun berdasarkan kontribusi Calhanoglu di lapangan.
Model seperti ini memungkinkan Inter mengendalikan struktur biaya tetap sekaligus memberikan penghargaan kepada pemain jika target-target yang telah disepakati berhasil dicapai.
Bagi Calhanoglu, persoalannya tentu bukan hanya nominal gaji pokok, tetapi juga keseluruhan nilai kontrak dan peran yang diberikan kepadanya dalam proyek klub.
Karena itu, negosiasi masih membutuhkan pembicaraan lebih lanjut sebelum kedua pihak dapat mencapai kesepakatan.
Kontrak Dimarco Juga Belum Sepenuhnya Beres
Nama ketiga yang masuk dalam agenda pembaruan kontrak adalah Federico Dimarco.
Situasi Dimarco sedikit berbeda dibandingkan Calhanoglu dan Carlos Augusto. Hubungan antara pemain dan klub disebut tetap sangat baik, begitu pula tingkat kepercayaan kedua pihak.
Namun, proses negosiasi ternyata tetap menemui sejumlah kendala.
Belum ada lampu hijau untuk menyatakan bahwa pembaruan kontrak Dimarco telah selesai. Beberapa detail masih harus dibahas sebelum kesepakatan final dapat tercapai.
Padahal, Dimarco merupakan salah satu pemain yang sangat identik dengan Inter dalam beberapa musim terakhir.

Leave a Reply