
Malam penghargaan sepak bola Italia kembali digelar dan Inter Milan menjadi salah satu klub yang paling banyak mencuri perhatian. Sejumlah pemain Nerazzurri masuk dalam daftar kandidat penghargaan Gran Galà del Calcio untuk performa mereka sepanjang musim 2025/26.
Acara bergengsi yang diselenggarakan oleh Associazione Italiana Calciatori (AIC) bekerja sama dengan Lega Serie A tersebut berlangsung Rabu malam di Teatro alla Scala, Milan, mulai pukul 19.00 waktu setempat.
Penghargaan ini menjadi salah satu bentuk apresiasi tertinggi terhadap individu dan klub yang tampil menonjol di kompetisi sepak bola Italia selama satu musim.
Inter Dominasi Daftar Kandidat Gran Galà del Calcio
Sebagai juara Serie A musim 2025/26, tidak mengherankan jika banyak pemain Inter berada dalam daftar kandidat penghargaan.
Para pemain yang masuk nominasi berasal dari berbagai posisi. Hal tersebut memperlihatkan bagaimana kekuatan Inter tidak hanya bertumpu pada satu atau dua pemain, tetapi tersebar di hampir seluruh sektor permainan.
Lautaro Martinez, yang juga berstatus kapten Nerazzurri, menjadi salah satu nama utama dalam daftar kandidat.
Selain Lautaro, beberapa pemain Inter lainnya turut bersaing dalam kategori masing-masing, yaitu Manuel Akanji, Alessandro Bastoni, Federico Dimarco, Hakan Calhanoglu, Piotr Zielinski, dan Marcus Thuram.
Menariknya, nama Denzel Dumfries juga masih masuk dalam daftar kandidat. Meskipun kini telah meninggalkan Inter, kontribusinya sepanjang musim 2025/26 membuatnya tetap mendapatkan tempat dalam nominasi penghargaan tersebut.
Lautaro Martinez Jadi Salah Satu Nama Utama
Sebagai kapten sekaligus salah satu pemain terpenting Inter, Lautaro menjadi representasi utama Nerazzurri dalam penghargaan individual tersebut.
Kehadiran pemain asal Argentina itu dalam daftar kandidat juga mencerminkan pengaruhnya dalam perjalanan Inter meraih Scudetto.
Lautaro tidak hanya menjadi bagian dari lini depan, tetapi juga merupakan figur penting dalam kepemimpinan tim.
Persaingan untuk menjadi pemain terbaik tentu akan sangat ketat karena penghargaan tersebut mempertemukan pemain-pemain terbaik Serie A dari berbagai klub.
Namun, dominasi jumlah pemain Inter membuat Nerazzurri memiliki representasi yang sangat kuat dalam malam penghargaan tersebut.
Bastoni dan Dimarco Wakili Lini Belakang
Dari sektor pertahanan, Inter memiliki dua nama yang tidak asing lagi bagi para penggemar sepak bola Italia, yakni Alessandro Bastoni dan Federico Dimarco.
Keduanya merupakan bagian penting dari struktur permainan Nerazzurri.
Bastoni dikenal sebagai salah satu bek yang memiliki kemampuan membangun serangan dari lini belakang. Sementara itu, Dimarco menjadi pemain yang memberikan ancaman besar dari sisi kiri melalui kemampuan menyerang dan distribusi bolanya.
Kehadiran keduanya dalam daftar nominasi menunjukkan kontribusi sektor pertahanan Inter dalam keberhasilan klub sepanjang musim 2025/26.
Akanji Juga Masuk Daftar Kandidat
Nama lain yang menarik perhatian adalah Manuel Akanji.
Bek asal Swiss tersebut juga masuk dalam daftar kandidat setelah menjalani musim bersama Inter.
Kehadiran Akanji menambah jumlah pemain Nerazzurri yang bersaing untuk mendapatkan penghargaan individual.
Dengan beberapa pemain bertahan masuk nominasi sekaligus, Inter memiliki representasi kuat di sektor belakang.
Calhanoglu, Zielinski, dan Thuram Lengkapi Wakil Inter
Di lini tengah, Inter juga memiliki sejumlah kandidat.
Hakan Calhanoglu kembali menjadi salah satu pemain yang mendapatkan pengakuan atas performanya. Gelandang asal Turki tersebut selama beberapa musim terakhir menjadi bagian penting dari permainan Nerazzurri.
Selain Calhanoglu, Piotr Zielinski juga masuk daftar kandidat.
Sementara itu, sektor depan diwakili oleh Marcus Thuram, yang menjadi salah satu pemain penting Inter sepanjang musim.
Komposisi tersebut membuat hampir seluruh lini Inter memiliki wakil dalam daftar kandidat penghargaan.
Chivu Bersaing sebagai Pelatih Terbaik
Bukan hanya pemain yang mendapat sorotan.
Cristian Chivu juga masuk dalam persaingan untuk mendapatkan penghargaan Allenatore dell’Anno atau Pelatih Terbaik Tahun Ini.
Pelatih Inter tersebut akan bersaing dengan dua nama besar lainnya, yakni Cesc Fabregas dan Gian Piero Gasperini.
Persaingan tersebut menarik karena ketiga pelatih memiliki karakter dan perjalanan yang berbeda sepanjang musim.
Chivu tentu membawa modal penting berupa keberhasilannya mengantarkan Inter menjalani musim yang sangat positif.
Sementara Fabregas mendapatkan pengakuan berkat pekerjaannya bersama Como, sedangkan Gasperini tetap menjadi salah satu figur penting dalam sepak bola Italia.
Penghargaan Ditentukan oleh Para Pemain
Salah satu hal menarik dari Gran Galà del Calcio adalah mekanisme pemilihannya.
Penghargaan utama ditentukan berdasarkan suara dari para pemain sepak bola itu sendiri.
Dengan kata lain, pemain-pemain yang berkompetisi di level tertinggi sepak bola Italia ikut menentukan siapa yang dianggap paling layak mendapatkan penghargaan.
Ada satu pengecualian, yakni kategori “Vota il Gol”, yang memberikan kesempatan kepada para penggemar untuk menentukan gol terbaik.
Mekanisme tersebut membuat penghargaan ini memiliki nilai tersendiri karena pengakuan datang langsung dari orang-orang yang memahami tuntutan kompetisi profesional.

Leave a Reply