Gelombang Kritik Kembali Hantam Bastoni, Tepatkah Jadi Bek Sentral Inter?

Kartu merah yang diterima Alessandro Bastoni saat Inter Milan berhadapan dengan Shakhtar Donetsk di Liga Champions kembali memicu perdebatan panas di media Italia.

Kartu merah tersebut membuat sepuluh pemain Nerazzurri harus berjuang ekstra keras di sisa laga, meski akhirnya berhasil mengamankan kemenangan 1-0.

Aksi pelanggaran dan performa kurang maksimal sang bek nomor 95 itu membuatnya kembali berada di bawah sorotan tajam (gogna mediatica). Salah satu kritik paling pedas datang dari harian olahraga terkemuka Italia, La Gazzetta dello Sport, yang secara tegas menuliskan pandangan mereka.

Kritik Tajam La Gazzetta dello Sport:

“Ma Bastoni centrale mai più” (Bastoni sebagai bek sentral? Jangan pernah lagi).

Debat Taktis: Braccetto Kiri vs Bek Tengah Utama

Sorotan terhadap Bastoni kembali membuka diskusi taktis mengenai penempatan posisinya di skema pertahanan Cristian Chivu.

  • Posisi Ideal (Braccetto Kiri): Selama ini, Bastoni mengukir kesuksesan besar saat dimainkan di posisi bek sejajar sebelah kiri dalam formasi tiga bek. Di posisi ini, ia memiliki kebebasan untuk menyisir lini depan, melepaskan umpan silang akurat, serta memanfaatkan visi bermainnya.
  • Peran Bek Tengah Utama (Centrale): Saat digeser ke posisi tengah menggantikan peran bek utama di jantung pertahanan, Bastoni dinilai sering kesulitan menangani duel jarak dekat dan kerap terjebak situasi berisiko tinggi.

Situasi serupa pernah terjadi saat membela Timnas Italia dalam laga krusial playoff Kualifikasi Piala Dunia melawan Bosnia.

Kala itu, Bastoni juga diganjar kartu merah pada menit ke-42 usai pelanggaran terlambat terhadap Amar Memic.

Antara Evaluasi Satu Laga dan Vonis Karir

Kritik taktis dalam sepak bola adalah hal yang wajar. Menganalisis apakah Bastoni tampil lebih optimal sebagai braccetto kiri atau centrale merupakan bagian dari diskusi teknis yang legitimate.

Namun, menjadikan satu laga sulit sebagai vonis mutlak atas kualitas Bastoni dinilai terlalu berlebihan. Catatan statistik dan kontribusinya bagi Inter Milan maupun Gli Azzurri terbukti sangat masif dalam beberapa tahun terakhir.

Kemampuan Bangkit dari Tekanan

Bastoni pernah membuktikan ketahanan mentalnya. Usai momen pahit melawan Bosnia, ia langsung merespons dengan mencetak gol krusial bagi Italia saat menghadapi Turki dan Prancis.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*