Fabregas Akui Inter Puncak Absolut Sepak Bola Italia: “Saya Berkali-kali Pelajari Mereka”

Cesc Fabregas tidak ragu mengakui superioritas Inter Milan. Pelatih Como tersebut bahkan menyebut Nerazzurri sebagai “puncak absolut sepak bola Italia” setelah mengingat kembali sejumlah kekalahan yang dialami timnya ketika menghadapi Inter.

Dalam wawancara bersama Ivan Zazzaroni di kanal YouTube Corriere dello Sport, Fabregas berbicara terbuka mengenai pengalamannya menghadapi Inter sekaligus proses membangun Como agar mampu bersaing di level yang lebih tinggi.

Menariknya, Fabregas tidak melihat kekalahan dari Inter semata-mata sebagai hasil buruk. Ia justru menemukan sisi positif dari setiap pertandingan tersebut.

Fabregas Pernah Pelajari Inter Secara Intensif

Fabregas mengungkapkan bahwa ketika pertama kali tiba di Italia, ia langsung melakukan studi mendalam terhadap Inter.

Pelatih asal Spanyol itu bahkan mengaku berkali-kali datang ke San Siro untuk mengamati permainan Nerazzurri secara langsung.

“Ketika saya tiba di Italia, saya banyak sekali mempelajari Inter, bahkan berkali-kali datang ke San Siro,” ujar Fabregas.

Namun, ketika ditanya mengenai kekalahan telak yang dialaminya bersama Como, Fabregas memberikan jawaban bernada humor.

Ia mengakui Como memang beberapa kali menderita kekalahan ketika menghadapi Inter.

“Ya, saya masih kurang mempelajarinya… Bayangkan kalau saya tidak mempelajarinya,” lanjutnya.

Candaan tersebut langsung disertai pengakuan serius mengenai kualitas Inter.

Inter Sangat Kuat Secara Individu dan Kolektif

Menurut Fabregas, kekuatan Inter bukan hanya berasal dari kualitas individu para pemain.

Nerazzurri juga memiliki keunggulan kolektif karena sebagian besar pemain telah bermain bersama selama bertahun-tahun.

“Pemain-pemain Inter sangat kuat secara individu maupun kolektif. Mereka sudah bermain bersama selama 5-6 tahun,”

Kohesi tersebut menjadi salah satu faktor yang membuat Inter sulit ditaklukkan.

Inter telah melewati banyak pertandingan besar, memenangkan Scudetto, mencapai dua final Liga Champions, serta bekerja bersama pelatih-pelatih berkualitas seperti Antonio Conte, Simone Inzaghi, dan kini Cristian Chivu.

Bagi Fabregas, pengalaman kolektif tersebut menciptakan fondasi yang sangat sulit ditandingi.

“Mereka telah memenangkan gelar liga, mencapai dua final Liga Champions; mereka memiliki pelatih yang sangat hebat seperti Inzaghi, Conte, dan sekarang Chivu,”

Empat Kekalahan, Tapi Ada Perkembangan

Fabregas kemudian menjelaskan bahwa Como telah menghadapi Inter beberapa kali dengan hasil berbeda.

Yang menarik, ia tidak hanya melihat skor akhir.

Menurutnya, terdapat perkembangan dalam permainan Como dari satu pertandingan ke pertandingan berikutnya.

“Hal positifnya adalah proses yang kami lalui dalam kekalahan-kekalahan tersebut. Pada pertandingan pertama, kami kalah 0-4. Pada pertandingan kedua, mereka bahkan tidak pernah melepaskan tembakan ke gawang. Pada pertandingan ketiga, terjadi skor 4-3 yang cukup aneh. Kami bermain sangat baik, tetapi mereka terlalu kuat dari sisi kualitas individu. Dan yang terakhir, di semifinal Coppa Italia, kami harus menerima comeback setelah menjalani pertandingan yang spektakuler ketika Sucic dan Calhanoglu masuk,”

“Kekalahan harus diterima, tetapi setelah itu kami harus menemukan solusi untuk mencapai level teratas,”

“Inter adalah puncak absolut sepak bola Italia. Saya tidak tahu kami berada di level mana. Namun, dari tahun ke tahun kami ingin terus meningkatkan level kami.”

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*