Eks Bintang Inter Milan Puji Chivu: “Rekan Setim Luar Biasa, Bahkan Lebih Hebat Sebagai Pelatih”

Mantan pemain Inter Milan, Davide Santon melontarkan pujian tinggi kepada pelatih kepala Nerazzurri saat ini, Cristian Chivu.

Dalam sebuah wawancara di program pertandingan klub via FcInterNews, Santon menyebut Chivu sebagai sosok yang luar biasa, baik saat menjadi rekan setim maupun kini sebagai pelatih yang semakin berkembang.

Chivu: Dari Pilar Pertahanan Inter ke Kursi Pelatih

Cristian Chivu dikenal sebagai salah satu bek tangguh di masa kejayaannya bersama Inter Milan. Setelah pensiun, ia tidak langsung meninggalkan dunia sepak bola, melainkan memulai karier kepelatihan dari level akademi klub.

Perjalanannya terus menanjak, termasuk saat menangani tim muda Inter, sebelum kemudian mendapat pengalaman penting bersama Parma.

Di sana, ia sukses membantu Parma bertahan di Serie A, sebuah pencapaian yang menjadi titik balik karier kepelatihannya.

Keberhasilan itu membuat manajemen Inter memutuskan memanggilnya kembali ke Appiano Gentile dan mempercayakan kursi pelatih kepala tim utama kepadanya.

Chivu Pelatih yang Lebih Menginspirasi

Davide Santon, yang merupakan produk akademi Inter dan pernah bermain bersama Chivu di era Jose Mourinho, memberikan pujian tinggi terhadap mantan rekannya tersebut.

“Chivu adalah rekan setim yang fantastis, tetapi sebagai pelatih dia bahkan lebih mengesankan,” ujar Santon.

Ia juga menyoroti kualitas komunikasi Chivu yang dinilai sangat efektif dalam membangun hubungan dengan pemain.

“Cristian adalah pribadi yang luar biasa. Saya sangat menyukai cara dia berkomunikasi. Saya selalu mengikuti konferensi persnya. Dia tidak pernah salah dalam menyampaikan pesan,” tambahnya.

Peran Besar Chivu di Ruang Ganti Inter Milan

Menurut Santon, salah satu kekuatan terbesar Chivu sebagai pelatih adalah kemampuannya untuk langsung “masuk ke kepala pemain” dan membangun pemahaman taktis serta mentalitas tim.

“Dia punya kelebihan dalam memahami pemain dengan cepat. Saya harus memberikan selamat karena dia menjalani musim yang luar biasa,” kata Santon.

Di bawah asuhan Chivu, Inter menunjukkan konsistensi yang membuat mereka tetap berada dalam jalur perebutan gelar. Bahkan banyak pengamat menilai mereka sebagai salah satu favorit kuat untuk meraih Scudetto musim ini.

Dari Treble Winner ke Generasi Baru Inter

Santon sendiri adalah bagian dari skuad legendaris Inter Milan yang menjuarai treble pada era Jose Mourinho. Namun, berbeda dengan Chivu yang kemudian beralih ke dunia kepelatihan, karier Santon justru tidak berkembang sesuai ekspektasi dan ia pensiun di usia 31 tahun.

Meski begitu, ia tetap menyimpan kenangan manis bersama Inter, termasuk pengalaman bermain bersama nama-nama besar seperti Javier Zanetti dan Chivu sendiri.

“Saya selalu merasa luar biasa setiap kali kembali ke Milan. Ada sedikit rasa nostalgia, karena saya sadar waktu berjalan begitu cepat,” ungkap Santon.

Inter Milan dan Ambisi Scudetto

Di bawah kepemimpinan Chivu, Inter kini kembali menunjukkan stabilitas dan ambisi besar di kompetisi domestik.

Dengan performa yang konsisten, Nerazzurri menjadi salah satu kandidat kuat untuk meraih gelar juara Serie A musim ini.

Transformasi yang dibawa Chivu tidak hanya terlihat dari sisi taktik, tetapi juga dari cara ia membangun mentalitas juara dalam skuad.

 

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*