Bek sayap Denzel Dumfries kembali berbicara mengenai perjalanan luar biasa Inter Milan dalam meraih gelar Scudetto musim ini.
Dalam wawancara bersama B/R Football, pemain asal Belanda itu menjelaskan bahwa salah satu kunci utama keberhasilan Inter adalah fokus penuh pada diri sendiri, sesuatu yang terus ditekankan oleh pelatih Cristian Chivu sepanjang musim.
Chivu Minta Inter Tidak Melihat Rival
Menurut Dumfries, Chivu selalu meminta skuad Nerazzurri untuk tidak terobsesi dengan hasil tim lain dalam perebutan gelar Serie A.
Pendekatan mental seperti ini disebut Dumfries membuat Inter tetap stabil di momen-momen paling krusial musim ini.
Ia menegaskan bahwa fokus terhadap pertandingan sendiri, tanpa tekanan melihat rival, menjadi faktor pembeda dalam perburuan Scudetto.
“Di setiap pertandingan kami fokus untuk memenangkan laga itu, bukan memikirkan pertandingan berikutnya. Kami hanya memikirkan pertandingan yang akan dimainkan dan selain itu Chivu mengatakan kepada kami untuk tidak melihat tim lain, tetapi fokus hanya pada diri kami sendiri sampai akhir, dan itulah yang membuat perbedaan.” Ujar Dumfries.
Laga Kontra Roma Jadi Titik Balik
Dumfries juga mengungkap bahwa kemenangan melawan AS Roma di San Siro menjadi momen penting yang membuat skuad Inter benar-benar percaya diri bisa menjadi juara Italia.
Menurutnya, pertandingan itu bukan sekadar kemenangan biasa, melainkan bukti kekuatan mental dan kualitas tim secara keseluruhan.
“Pertandingan di San Siro melawan Roma adalah momen di mana kami benar-benar menyadari bahwa kami bisa menjadi juara Italia. Itu adalah momen yang indah, sebuah ujian kekuatan yang sesungguhnya,”
Dumfries Jatuh Cinta pada Italia dan Milan
Selain membahas sepak bola, Dumfries juga mengungkapkan rasa cintanya terhadap kehidupan di Italia.
Ia mengaku sangat menikmati:
- Budaya Italia
- Kota Milan
- Atmosfer Serie A
- Tantangan taktik sepak bola Italia
“Serie A dikenal sebagai liga yang sangat taktis, semua tim sangat terorganisir. Saya mencintai budaya Italia, saya mencintai Italia dan Milan, saya mencintai Serie A karena tidak mudah: mungkin bukan liga yang paling intens secara fisik, tetapi ada intensitas mental yang sangat tinggi pada detail-detail kecil.”
Pernyataan ini semakin menunjukkan betapa nyaman dirinya bersama Inter Milan.

Leave a Reply