
Penyerang muda berusia 19 tahun milik Inter Milan, Matteo Lavelli menjadi sorotan utama usai sukses memberikan dampak instan pada penampilan keduanya di kasta tertinggi di Serie A.
Masuk sebagai pemain pengganti di lima menit terakhir laga dramatis antara Inter vs Fiorentina, Lavelli menjadi aktor kunci di balik terciptanya hadiah penalti pada menit ke-98 yang dieksekusi dengan sempurna oleh Piotr Zielinski untuk memastikan kemenangan Nerazzurri.
Dampak Instan di Laga Kedua Serie A
Pemain kelahiran 2006 yang biasa membela tim Inter Under-23 asuhan Stefano Vecchi ini menunjukkan ketenangan luar biasa.
Sundulannya di detik-detik akhir pertandingan memicu skema pelanggaran yang berujung penalti bagi Inter.
Catatan perjalanan kariernya musim ini terbilang sangat sibuk namun menjanjikan:
- Performa di Inter U-23: Mengantongi 10 penampilan di Serie C musim ini dengan torehan 1 gol dan 1 assist.
- Jadwal Padat: Hanya sehari sebelum laga melawan Fiorentina, Lavelli sempat berlaga selama 60 menit bersama Inter U-23 saat ditahan imbang 1-1 oleh Sorrento.
- Pengalaman Serie A: Sebelum laga melawan Fiorentina, debutnya di Serie A terjadi saat berhadapan dengan Bologna pada awal tahun 2026.
Pujian Setinggi Langit dari Cristian Chivu
Penampilan disiplin dan daya juang Lavelli tidak luput dari pengamatan pelatih utama Inter, Cristian Chivu. Dalam konferensi pers usai pertandingan, Chivu memberikan apresiasi tinggi atas kedewasaan bermain sang striker muda.
“Saya tidak melihat kartu identitas pada Mkhitaryan, begitu pula pada Lavelli. Tidak mudah masuk ke dalam tim yang sudah terbentuk rapat dengan kualitas tinggi. Mungkin saja hari Selasa dia kembali bermain untuk Under-23, namun melihat caranya bertarung mempertahankan bola lempar ke dalam pada menit ke-90 adalah sesuatu yang luar biasa,” ujar Chivu bangga.
Profil dan Transformasi Posisi: Dari Bek Kanan Hingga Julukan “Pocho”
Lahir dan dibesarkan di Bernareggio, Brianza, kisah perjalanan karier Lavelli terbilang unik dan penuh warna:
- Mantan Bek Kanan: Saat masih menimba ilmu sepak bola di lingkungan gereja (oratorio), Lavelli mengawali permainannya sebagai bek kanan yang gemar melakukan overlap.
- Transformasi Jadi Penyerang: Bakat menyerangnya semakin terasah hingga berhasil membawa tim Inter Primavera meraih gelar juara liga dua tahun lalu lewat kontribusi 4 gol dan 1 assist kunci di partai final.
- Julukan “Pocho”: Ia akrab dipanggil “Pocho” oleh rekan-rekannya karena kemiripan pelafalan namanya dengan mantan bintang Napoli, Ezequiel Lavezzi.
- Darah Sepak Bola: Bakatnya mengalir dari sang ayah, Diego Lavelli, yang merupakan mantan pemain Serie C dan kini berprofesi sebagai pemandu bakat (scout).
- Idola dan Panutan: Selain mengidolakan Ronaldo Nazario, Lavelli menjadikan Marcus Thuram sebagai salah satu panutannya di skuad utama Inter saat ini.
Penyintas Meningitis: Bangkit dari Masa Kritis Hingga Bersinar di Serie A
Di balik kesuksesannya di lapangan hijau, Matteo Lavelli menyimpan kisah perjuangan hidup yang menyentuh hati. Pada tahun 2024 lalu, karier dan nyawanya sempat berada dalam ancaman serius akibat penyakit meningitis.
Lavelli harus menjalani perawatan intensif di rumah sakit selama satu bulan penuh, yang membuatnya terlambat bergabung dalam pemusatan latihan tim Primavera kala itu.
Namun, tekad baja dan mentalitas pantang menyerah membawanya pulih total.
Kini, setelah berhasil melewati masa-masa kritis dalam hidupnya, “Pocho” Lavelli menikmati setiap detik momen indahnya di panggung tertinggi sepak bola Italia bersama Inter Milan.

Leave a Reply