
Dalam sebuah wawancara eksklusif bersama DAZN, gelandang anyar Inter Milan, Curtis Jones, tampil lugas dan tanpa keraguan.
Pemain asal Inggris tersebut membeberkan berbagai alasan di balik keputusannya berlabuh ke Giuseppe Meazza, ikatan emosional dengan para pendukung (Interisti), perbedaan Serie A dan Premier League, hingga optimisme tinggi menatap panggung UEFA Champions League.
Alasan Memilih Inter Milan: Koneksi Spesial dengan Tifosi
Curtis Jones mengakui bahwa keputusan untuk menerima pinangan Inter Milan terasa sangat mudah baginya.
Salah satu pemicu utamanya adalah kesan mendalam yang ia dapatkan saat masih berseragam Liverpool dan bertanding melawan Inter di Champions League.
“Di Liverpool, saya dan klub selalu memiliki ikatan spesial dengan para pendukung sebagai pemain ke-12 di lapangan. Saat bermain melawan Inter, saya langsung menyadari koneksi yang sama antara pemain dan tifosi. Bagi siapa pun yang mencintai Inter, hal itu sama berharganya. Jadi, ini adalah pilihan yang sangat mudah,” ungkap Jones.
Ia juga menegaskan bahwa sepak bola modern tidak hanya sekadar statistik gol atau assist. Bagi Jones, kontribusi kerja keras, pergerakan tanpa bola, dan energi yang ia berikan di lapangan merupakan hal vital yang sangat diapresiasi oleh rekan tim maupun staf pelatih.
Adaptasi Cepat dan Pandangan Soal Serie A vs Premier League
Mengenai kehidupannya di Italia, Jones merasa proses adaptasinya berjalan sangat mulus. Kehadiran keluarga yang bahagia serta atmosfer klub yang hangat membuatnya merasa seperti sudah lama berada di Milan.
Menanggapi anggapan bahwa Serie A lebih lambat ketimbang Premier League, Jones memberikan pandangan kritis:
“Banyak orang dari luar berpikir Serie A lebih lambat dan levelnya tidak setinggi Premier League. Saya hanya setuju sebagian. Laga terasa lebih lambat karena pendekatan taktis lawan. Di Liverpool pun sama persis: sebagai salah satu tim terkuat, lawan jarang melakukan presing tinggi melainkan bertahan dengan blok rendah (low block). Hal itu terjadi di Italia maupun Inggris,”
Membawa Energi, Keberanian Mengambil Risiko, dan Pengalaman
Bicara mengenai kontribusinya untuk tim, Jones menegaskan bahwa ia membawa kombinasi antara energi tinggi, ketenangan, serta keberanian mengambil risiko saat menguasai bola di bawah tekanan.
Bersama rekrutan anyar lainnya seperti John Stones dan Djed Spence, Jones berkomitmen membawa intensitas dan pengalaman kelas dunia ke dalam skuad asuhan Cristian Chivu.
“Memenangi Serie A adalah target utama, tetapi jika ingin bersaing di Liga Champions, dibutuhkan energi yang berbeda. Saya suka mengambil risiko dengan bola, dan saya siap bertanggung jawab atas permainan saya,” tegas sang gelandang.
Keyakinan 100 Persen di Panggung Champions League
Di akhir wawancara, Curtis Jones menyampaikan keyakinan penuhnya bahwa Inter Milan memiliki seluruh syarat yang dibutuhkan untuk melangkah jauh di kompetisi teratas Eropa tersebut.
“Saya yakin 100 persen kami bisa sangat kompetitif di Champions League. Mampu bangkit saat tertinggal, tidak panik, dan memiliki kualitas individu di seluruh lini, serta dukungan luar biasa dari tifosi, membuat tim ini lengkap. Saya tidak akan pernah memilih klub yang tidak memiliki potensi itu.” Tutup Jones.

Leave a Reply