
Kemenangan perdana Inter Milan di panggung Liga Champions musim ini (2026-27) disambut penuh rasa lega dan kebanggaan oleh sang pelatih, Cristian Chivu.
Usai memetik hasil positif 1-0 atas Shakhtar Donetsk pada matchday 3 fase liga di San Siro, Chivu menegaskan bahwa di tengah tekanan besar dan situasi sulit, hasil akhir adalah hal yang paling utama.
Laga ini berlangsung sengit dan penuh emosi. Gol tunggal Carlos Augusto pada babak kedua menjadi penentu tiga poin krusial, terlebih lagi karena gol tersebut lahir setelah Alessandro Bastoni diganjar kartu merah yang memaksa Nerazzurri bermain dengan 10 orang.
Tekanan Besar dan Kebangkitan Organisasi Permainan
Bicara kepada saluran resmi klub, Inter TV, Cristian Chivu tidak menampik adanya beban berat yang dipikul timnya sebelum laga dimulai akibat dua kekalahan beruntun di partai pembuka.
“Kemenangan ini sangat penting melihat situasi yang kami hadapi sebelumnya. Harus diakui, ada sedikit tekanan yang terlihat di lapangan,” ujar Chivu usai pertandingan.
“Namun, kami berhasil menemukan kembali organisasi permainan, semangat bertarung, dan sedikit cattiveria (kelicikan) dalam menjalankan skema taktis,”
Kartu Merah Bastoni dan Kekuatan Hati
Saat pertandingan tampak makin rumit akibat kartu merah Alessandro Bastoni, Inter Milan justru menunjukkan karakter asli mereka sebagai tim papan atas Eropa.
Bermain kalah jumlah pemain justru melecut motivasi bertarung skuad Nerazzurri.
“Ketika harus bermain dengan 10 orang, kami sempat berada dalam kesulitan. Tetapi di momen itulah kami menemukan sesuatu yang lebih dari dalam diri kami: jiwa dan hati,” ungkap sang pelatih.
“Saya ingin memuji semua pemain yang masuk maupun yang bertahan di lapangan hingga akhir, meskipun energi mereka sudah sangat terkuras. Bermain dengan 10 orang di Liga Champions melawan tim berkualitas seperti Shakhtar yang membuat Anda harus terus berlari, bukanlah hal yang mudah,”
Fokus Utama: Tiga Poin Penting untuk Skuad
Bagi Chivu, kemenangan ini bukan sekadar tambahan tiga angka di papan klasemen, melainkan suntikan moral yang sangat berharga untuk mengembalikan kepercayaan diri seluruh anggota tim.
“Yang terpenting hari ini adalah menang, dan saya sangat bahagia untuk kita semua.” Tutup Chivu dengan senyuman lega.
Kemenangan dramatis atas Shakhtar Donetsk membuktikan bahwa Inter Milan asuhan Cristian Chivu memiliki resiliensi tinggi di saat-saat terdesak.
Jiwa pantang menyerah yang ditunjukkan saat bermain dengan 10 orang menjadi modal berharga bagi Nerazzurri untuk menatap laga-laga berikutnya di panggung domestik maupun Eropa.

Leave a Reply