Chivu Puas Inter Menang di Cagliari, tapi Soroti Menit-Menit Akhir: “Kami Harusnya Bisa Menutup Laga”

Kemenangan Inter Milan atas Cagliari dengan skor 1-0 dalam laga pekan ke-2 Serie A 2026-27 tidak hanya menghasilkan tiga poin penting, tetapi juga memberikan bahan evaluasi bagi Cristian Chivu.

Pelatih Nerazzurri menilai timnya tampil sangat baik dalam sebagian besar pertandingan, namun kehilangan kontrol pada menit-menit akhir.

Berbicara kepada Inter TV setelah peluit panjang, Chivu mengakui bahwa Inter sebenarnya memiliki cukup banyak peluang untuk mengunci pertandingan lebih cepat.

Gol Hakan Calhanoglu pada babak pertama menjadi satu-satunya pembeda, sementara Cagliari terus memberikan tekanan hingga laga berakhir.

Menurut Chivu, masalah utama Inter bukan pada penciptaan peluang, melainkan kemampuan untuk mengakhiri pertandingan dengan lebih cepat.

Chivu: Inter Banyak Ciptakan Peluang

Chivu mengawali evaluasinya dengan memberikan apresiasi terhadap performa anak asuhnya.

Ia menilai Inter mampu bermain sabar dan memahami kapan harus meningkatkan intensitas serangan.

“Kami menciptakan banyak peluang, masalahnya adalah kami tidak mampu menutup pertandingan,” ujar Chivu.

Menurut pelatih asal Rumania tersebut, Inter tidak terburu-buru dalam membangun serangan. Para pemain berusaha membaca situasi sebelum meningkatkan tempo dan masuk ke area berbahaya.

“Kami cukup sabar untuk memahami kapan harus masuk dengan intensitas,”

Strategi tersebut berjalan dengan baik selama sebagian besar pertandingan. Inter mampu mengontrol permainan dan menciptakan sejumlah peluang, tetapi gagal mencetak gol kedua yang seharusnya bisa membuat pertandingan lebih nyaman.

Perubahan Momentum di Menit-Menit Akhir

Masalah mulai muncul ketika Cagliari meningkatkan tekanan.

Energi baru dari para pemain pengganti tim tuan rumah membuat pertandingan berubah. Di sisi lain, Chivu melihat adanya sedikit kekhawatiran dari para pemain Inter setelah keunggulan tipis mereka belum bertambah.

Situasi tersebut membuat Cagliari semakin percaya diri.

“Antusiasme tim tuan rumah, para pemain pengganti, dan sedikit kekhawatiran dari kami mengubah pertandingan,” jelas Chivu.

Meski demikian, sang pelatih tetap memberikan apresiasi kepada skuadnya karena berhasil mempertahankan keunggulan hingga pertandingan berakhir.

Enam Poin dari Dua Laga Jadi Modal Penting

Chivu juga menyoroti pencapaian Inter yang berhasil mengumpulkan enam poin dari dua pertandingan pertama Serie A.

Sebelumnya, Inter mengawali musim dengan kemenangan meyakinkan 4-1 atas Monza. Hasil tersebut kemudian dilanjutkan dengan kemenangan tipis di kandang Cagliari.

Bagi Chivu, start sempurna ini memiliki arti tersendiri.

Ia mengingatkan bahwa Inter tidak mendapatkan pencapaian serupa pada musim sebelumnya. Karena itu, enam poin dari dua laga menjadi fondasi penting untuk membangun perjalanan musim 2026/27.

Namun, Chivu juga menyadari bahwa masih ada pemain yang membutuhkan waktu untuk mencapai kondisi terbaik.

“Namun, yang terpenting adalah meraih enam poin dari dua pertandingan. Hal itu tidak terjadi musim lalu. Kami sedang berusaha mengembalikan kondisi para pemain yang tampil di Piala Dunia, karena mereka sedikit tertinggal dalam hal kebugaran,”

Curtis Jones Tampil Saat Inter Membutuhkan Energi

Pertandingan melawan Cagliari juga menjadi momen penting bagi Curtis Jones.

Mantan pemain Liverpool tersebut masuk ketika kondisi pertandingan sudah berubah. Menurut Chivu, Jones tidak masuk pada saat Inter sedang berada dalam kondisi paling tajam dan dominan.

Namun, pemain asal Inggris itu mampu beradaptasi dengan situasi pertandingan.

“Jones masuk ketika tim tidak terlalu jernih dan cemerlang. Dia mampu menyesuaikan diri dengan momen yang sedang dihadapi,” kata Chivu.

Kemampuan beradaptasi tersebut menjadi aspek positif bagi sang pemain baru, terutama dalam pertandingan tandang yang berlangsung sulit.

Pavard Berikan Keseimbangan di Lini Belakang

Chivu juga menjelaskan keputusan menggunakan Benjamin Pavard sebagai pemain yang menempati posisi bek sayap kanan pada fase akhir pertandingan.

Menurutnya, Inter membutuhkan tambahan kekuatan fisik untuk menghadapi situasi bola mati Cagliari.

“Pavard bermain sebagai pemain kelima di belakang. Kami membutuhkan kekuatan di belakang untuk menghadapi bola-bola mati,” jelas Chivu.

Keputusan tersebut memperlihatkan fleksibilitas taktik Inter. Ketika Cagliari mulai meningkatkan tekanan, Chivu memilih memperkuat pertahanan sekaligus memanfaatkan pengalaman Pavard.

Chivu Puji Kontribusi Seluruh Pemain

Bagi Chivu, kemenangan di Sardinia bukan hasil kerja satu atau dua pemain saja.

Pelatih Inter tersebut menilai seluruh anggota skuad memberikan kontribusi, termasuk pemain yang masuk dari bangku cadangan.

Ia bahkan menyebut Inter memainkan pertandingan yang sangat baik, dengan satu pengecualian: beberapa menit terakhir.

“Semua pemain memberikan kontribusi untuk membawa pulang tiga poin. Kami memainkan pertandingan yang hebat, kecuali beberapa menit terakhir,” tutur Chivu.

Pernyataan tersebut menggambarkan standar yang ingin diterapkan sang pelatih. Kemenangan memang menjadi prioritas, tetapi performa tim tetap harus dievaluasi secara menyeluruh.

Semua Pemain Harus Berjuang Mendapatkan Tempat

Chivu kemudian berbicara mengenai filosofi yang ingin diterapkan di ruang ganti Inter.

Menurutnya, seluruh pemain memiliki kualitas dan pengalaman yang cukup untuk menjadi bagian penting dari tim. Namun, status penting tersebut tidak hanya ditentukan ketika pertandingan berlangsung.

Setiap pemain harus bekerja keras sepanjang pekan untuk membuat pelatih kesulitan menentukan pilihan.

“Tentu saja semua tahu bahwa mereka penting, bukan hanya ketika pertandingan berlangsung. Mereka harus meningkatkan level dari Senin hingga Sabtu agar menyulitkan pelatih dalam menentukan pilihan,” tegasnya.

Dengan kedalaman skuad yang dimiliki Inter saat ini, persaingan internal justru diharapkan menjadi sumber peningkatan kualitas.

Pemain yang tidak menjadi starter tetap memiliki kesempatan untuk memberikan dampak ketika pertandingan berjalan.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*