Chivu Minta Inter Realistis di Liga Champions

Inter Milan memang baru saja menutup musim dengan pencapaian gemilang berupa double winner di kompetisi domestik. Namun, satu catatan tetap tersisa: kegagalan di fase playoff Liga Champions.

Kini, pelatih Cristian Chivu memberikan pandangan jujur dan realistis soal target Inter di Liga Champions.

Chivu: Liga Champions Bukan Obsesi

Dalam wawancara bersama Gazzetta dello Sport, Chivu menegaskan bahwa terlalu berlebihan jika Liga Champions dijadikan satu-satunya tolok ukur kesuksesan.

Menurutnya, ada banyak faktor yang harus dipahami dalam persaingan Eropa modern, termasuk kekuatan finansial klub-klub besar.

Ia menegaskan bahwa Inter harus tetap ambisius, tetapi tidak boleh terjebak dalam obsesi gelar.

“Saya akan berhati-hati dengan obsesi seperti itu, terlalu banyak pembicaraan tentang trofi ini. Kita harus menerima realitas kita dan realitas negara lain. Tentu saja kami punya ambisi, itu dituntut oleh sejarah kami, tetapi saya akan memulainya secara perlahan,” ujar Chivu.

Target Realistis Inter di Liga Champions

Chivu menyebut bahwa target utama Inter di Liga Champions bukan langsung juara, melainkan:

  • Lolos ke delapan besar fase liga
  • Lolos ke babak 16 besar secara konsisten
  • Membangun stabilitas performa di Eropa

Pendekatan ini dianggap lebih realistis dibanding memaksakan target juara di tengah persaingan ketat.

“Saya percaya bahwa tujuan pertama di Liga Champions adalah lolos di antara delapan besar di fase grup dan mencapai babak 16 besar,”

Realitas Finansial Klub Eropa

Chivu juga menyinggung perbedaan besar antara Inter dan klub-klub raksasa Eropa.

Banyak tim di Eropa yang menghabiskan hingga ratusan juta euro untuk membangun skuad, namun tetap gagal meraih trofi Liga Champions.

Hal ini menunjukkan bahwa uang bukan satu-satunya faktor penentu kesuksesan di kompetisi elit Eropa.

“Kita harus ingat bahwa ada tim yang menghabiskan setengah miliar untuk memenangkan Liga Champions tetapi tetap gagal, bahkan bisa tersingkir di perempat final atau babak 16 besar,”

Contoh Inter di Masa Lalu

Inter Milan sendiri pernah menunjukkan bahwa perjalanan jauh di Liga Champions bisa dicapai dengan pendekatan yang tepat, meskipun tanpa skuad termahal.

Pengalaman tersebut menjadi bukti bahwa:

  • Strategi lebih penting dari nama besar
  • Konsistensi lebih penting dari hype
  • Progres bertahap lebih realistis

“Dan ada juga tim lain seperti Inter di tahun-tahun sebelumnya yang bisa melaju jauh dengan melakukan segalanya dengan benar.”

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*