Cetak Gol ke Gawang Turki, Bastoni Bicara Terbuka soal Beban di Timnas Italia

Alessandro Bastoni menjadi salah satu pemain penting dalam kemenangan Italia 4-1 atas Turki di ajang UEFA Nation League.

Bek Inter Milan itu mencetak gol sekaligus berbicara terbuka mengenai tanggung jawab, tekanan, dan keinginannya membawa Gli Azzurri bangkit.

Alessandro Bastoni akhirnya bisa merasakan kembali atmosfer positif bersama tim nasional Italia.

Tidak hanya membantu Italia mengamankan tiga poin, Bastoni juga mencetak gol pembuka yang membuat timnya lebih mudah mengendalikan pertandingan.

Namun, di balik gol tersebut terdapat cerita yang lebih personal.

Pertandingan melawan Turki menjadi penampilan Bastoni bersama Italia setelah sebelumnya absen akibat skorsing menyusul insiden dalam pertandingan melawan Bosnia. Karena itu, kemenangan di Bursa terasa cukup istimewa bagi sang bek.

Bastoni Masih Kepikiran Malam di Zenica

Bastoni mengakui bahwa setiap kali datang ke tim nasional, pikirannya masih tertuju kepada pertandingan di Zenica, di mana ia mendapat kartu merah langsung pada menit ke-40 saat Italia melawan Bosnia-Herzegovina di play-off Kualifikasi Piala Dunia 2026 pada 1 April lalu.

Insiden tersebut meninggalkan beban tersendiri bagi pemain berusia 27 tahun itu. Ia bahkan merasa memiliki tanggung jawab kepada masyarakat Italia untuk beberapa tahun ke depan.

“Saya selalu datang ke tim nasional dengan memikirkan malam di Zenica. Saya akan memiliki utang kepada orang Italia setidaknya untuk empat tahun ke depan, semoga saya bisa menebusnya,” ujar Bastoni kepada Rai Sport.

Alih-alih menghindari kritik, ia mengatakan bahwa dirinya siap menerima tanggung jawab atas apa yang terjadi.

Bastoni Pilih Bertanggung Jawab

Bagi Bastoni, menghadapi kesulitan merupakan bagian dari perjalanan seorang pemain profesional.

Ia mengaku selalu berusaha keluar dari situasi sulit dengan kepala tegak dan mengambil tanggung jawab atas apa yang terjadi.

“Dari kesulitan, saya selalu memilih untuk keluar dengan kepala tegak dan mengambil tanggung jawab karena saya tahu nilai diri saya,” kata Bastoni.

Bek Inter tersebut juga menekankan pentingnya dukungan dari rekan-rekannya.

Menurutnya, para pemain Italia saat ini sedang berusaha bersama-sama mengembalikan Gli Azzurri ke posisi yang mereka inginkan.

Italia memang membutuhkan respons setelah periode yang sulit. Kemenangan 4-1 atas Turki menjadi salah satu langkah untuk membangun kembali kepercayaan diri tim.

Italia Harus Bangkit Tanpa Terlalu Terbebani

Bastoni menyebut Italia telah mencapai titik yang sangat rendah, tetapi kondisi tersebut justru melahirkan keinginan untuk memulai kembali.

Skuad Gli Azzurri juga memiliki banyak pemain muda yang menurutnya memiliki kualitas dan keinginan besar untuk belajar.

Karena itu, Bastoni menilai keseimbangan sangat diperlukan.

“Kami telah mencapai titik paling rendah, tetapi ada keinginan untuk memulai kembali. Kami memiliki banyak pemain muda yang ingin belajar dan memiliki kualitas,” ujarnya.

Menurut Bastoni, para pemain yang lebih berpengalaman harus siap menghadapi tekanan lebih besar agar pemain muda tidak ikut terbebani.

“Jika ada seseorang yang harus disalahkan atau diserang, biarkan kami yang lebih terbiasa menghadapi tekanan yang melakukannya,” lanjutnya.

Kritik di Era Media Sosial

Bastoni juga berbicara mengenai tantangan yang dihadapi pesepak bola Italia di era media sosial.

Menurutnya, situasi tersebut membuat pemain harus menghadapi berbagai komentar dan pembicaraan dari luar yang terkadang sulit dikendalikan.

Ia menilai persoalan tersebut tidak hanya berkaitan dengan kemampuan di atas lapangan, tetapi juga bagaimana pemain menghadapi tekanan secara mental.

“Ini masalah sikap mental. Di Italia, dalam setahun terakhir terlihat bahwa tidak mudah berbagi dan menjalani dunia media sosial dengan berbagai pembicaraan dari luar,” ujar Bastoni.

Karena itu, ia kembali meminta agar pemain yang lebih berpengalaman menjadi pihak yang menerima tekanan tersebut.

Bastoni menyadari bahwa dirinya dan para pemain senior lainnya tetap memiliki tanggung jawab untuk melindungi generasi baru Italia dari tekanan berlebihan.

Tidak Ingin Italia Terlalu Cepat Terbuai

Kemenangan 4-1 atas Turki memberikan alasan bagi Italia untuk tersenyum. Namun, Bastoni tidak ingin hasil tersebut membuat tim terlena.

Ia mengingatkan bahwa Italia juga pernah mengalami periode positif dalam beberapa tahun terakhir sebelum kembali menghadapi kesulitan.

Karena itu, Gli Azzurri harus tetap menjaga keseimbangan.

“Kami tidak boleh terlalu terbawa suasana. Bahkan pada tahun-tahun sebelumnya kami pernah mengalami puncak, tetapi kami harus sadar siapa diri kami,” kata Bastoni.

Pesan tersebut menjadi penting karena Italia masih memiliki perjalanan panjang di Nations League.

Kemenangan atas Turki memang memberikan tiga poin dan kepercayaan diri, tetapi konsistensi akan menjadi tantangan berikutnya.

Gol Bastoni Jadi Awal yang Berarti

Di tengah segala tekanan yang dirasakannya, Bastoni memberikan jawaban di lapangan.

Gol pembuka Italia yang ia cetak melawan Turki menjadi momen penting. Gol tersebut membantu Gli Azzurri mengendalikan pertandingan dan membuka jalan menuju kemenangan 4-1.

Bagi Bastoni, kontribusi tersebut tentu memiliki makna lebih dari sekadar statistik.

Setelah absen karena skorsing, ia kembali dengan sebuah gol dan membantu Italia meraih kemenangan penting.

Kini, Bastoni berharap kemenangan tersebut benar-benar menjadi bagian dari proses kebangkitan Italia.

Dan meski tekanan belum sepenuhnya hilang, sang bek memilih menghadapinya dengan tanggung jawab.

“Sesekali, rasanya memang baik untuk bahagia.” Tutup Bastoni.

Kalimat tersebut menggambarkan suasana Italia setelah kemenangan di Bursa: tidak berlebihan dalam merayakan, tetapi juga tidak melupakan bahwa sebuah kemenangan tetap layak dinikmati.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*