
Andy Diouf menjadi sorotan utama dalam laga uji coba pramusim Inter Milan melawan Karlsruher, Minggu (26/7/2026) malam WIB.
Pemain asal Prancis tersebut tampil sebagai match winner setelah mencetak dua gol pada menit akhir pertandingan dan membawa Nerazzurri meraih kemenangan comeback 2-1 dalam pertandingan yang menutup agenda pemusatan latihan di Jerman.
Inter sempat mengalami kesulitan menghadapi Karlsruher, namun Diouf muncul sebagai pembeda. Dua golnya pada menit ke-91 dan 94 memastikan tim asuhan Cristian Chivu mengakhiri ritiro di Jerman dengan hasil positif.
Usai pertandingan, Diouf berbicara kepada media, termasuk FCInter1908, mengenai performanya, adaptasi posisi baru, hingga hubungannya dengan Benjamin Pavard.
Diouf: “Kami Baru Memulai, Selangkah Demi Selangkah”
Meski menjadi pahlawan kemenangan, Diouf tetap merendah dan menilai Inter masih berada dalam tahap awal persiapan musim baru.
“Saya memiliki perasaan yang bagus, tetapi kami baru memulai. Ini baru pertandingan pertama. Kami sudah bekerja keras selama pemusatan latihan ini, setiap hari. Kami harus melangkah setahap demi setahap,” ujar Diouf.
Diouf menegaskan bahwa fokus utama saat ini adalah membangun kondisi fisik dan memahami konsep permainan yang diinginkan Chivu.
Inter memang menggunakan masa pramusim untuk memperkenalkan beberapa perubahan, termasuk eksperimen posisi terhadap beberapa pemain.
Gol Spektakuler? Diouf Akui Sering Mencobanya di Latihan
Gol kedua Diouf menjadi momen paling menarik dalam pertandingan. Setelah menerima bola, ia langsung melihat peluang untuk melepaskan tembakan keras yang berujung gol.
Ketika ditanya bagaimana dirinya bisa mencetak gol tersebut, Diouf mengungkapkan bahwa itu bukanlah keberuntungan semata.
“Ketika saya mengontrol bola, saya langsung melihat ke arah gawang. Saya sering mencoba hal seperti itu saat latihan dan mencoba melakukan hal yang sama dalam pertandingan,” jelasnya.
Kepercayaan diri tersebut menjadi salah satu modal penting bagi Diouf, terutama setelah ia mendapatkan tugas baru dari Chivu.
Main di Sisi Kanan, Diouf Butuh Waktu Adaptasi
Salah satu eksperimen terbesar Inter di awal musim adalah perubahan peran Andy Diouf. Biasanya bermain sebagai gelandang tengah, pemain Prancis tersebut kini dicoba di posisi lebih melebar di sisi kanan.
Diouf mengakui bahwa posisi tersebut bukan peran alaminya, tetapi ia siap bekerja keras demi kepentingan tim.
“Seperti yang saya katakan, saya hanya ingin memberikan yang terbaik dan membantu tim. Saya merasa nyaman di lapangan, tetapi saya harus bekerja keras karena ini bukan posisi alami saya,”
Perubahan posisi ini menjadi bagian dari rencana Chivu untuk mencari solusi tambahan di sektor kanan, terutama setelah Inter mengalami kendala dalam mencari pemain baru di posisi tersebut.
Komunikasi dengan Chivu Jadi Kunci Perkembangan Diouf
Diouf juga mengungkapkan bahwa dirinya sering berdiskusi dengan Cristian Chivu selama latihan. Sang pemain memahami bahwa proses adaptasi membutuhkan waktu.
“Saya banyak berbicara dengan pelatih selama latihan. Sekarang kami punya waktu untuk bekerja. Tidak mudah karena ini posisi baru, tetapi saya mencoba memberikan yang terbaik dan kita lihat nanti,”
Chivu sendiri dikenal sebagai pelatih yang aktif memberikan arahan kepada pemain, terutama dalam membantu mereka memahami peran baru di lapangan.
Pavard Membantu Diouf Beradaptasi di Lapangan
Dalam pertandingan tersebut, Diouf juga mendapat dukungan dari Benjamin Pavard yang bermain di area yang sama. Faktor komunikasi menjadi salah satu keuntungan bagi Diouf karena keduanya sama-sama berasal dari Prancis.
“Ya, bagus memiliki Pavard di sisi saya. Lebih mudah karena dia berbicara bahasa Prancis, tetapi saya juga senang bermain dengan semua pemain bertahan,”
Kehadiran Pavard dapat membantu Diouf memahami instruksi taktik dengan lebih cepat, terutama ketika ia harus menjalankan tugas baru sebagai pemain sisi kanan.
Diouf Tutup Ritiro Inter dengan Catatan Positif
Setelah melewati rangkaian latihan intensif di Jerman, Diouf merasa puas dengan perkembangan tim.
“Kami sudah bekerja sangat keras. Sangat positif bisa mengakhiri pemusatan latihan seperti ini. Saya sangat senang.”
Penampilan melawan Karlsruher menjadi sinyal positif bagi Diouf yang ingin membuktikan dirinya di bawah arahan Chivu.
Meski masih membutuhkan waktu untuk beradaptasi dengan posisi baru, kontribusi dua golnya menunjukkan bahwa ia memiliki kualitas untuk menjadi bagian penting dalam skuad Inter musim 2026/27.
Dengan kerja keras dan proses adaptasi yang terus berjalan, Diouf berpotensi menjadi salah satu pemain yang memberikan warna baru dalam proyek Inter bersama Chivu.

Leave a Reply