
Kekalahan selalu menghadirkan pertanyaan sulit, terlebih ketika datang di panggung sebesar Piala Dunia. Namun bagi Hakan Calhanoglu, hasil buruk bukan alasan untuk mengubah pandangannya terhadap performa tim.
Kapten Timnas Turki dan gelandang andalan Inter Milan itu menunjukkan jiwa kepemimpinan saat menghadapi media setelah negaranya kalah 0-2 dari Australia pada laga pembuka grup D Piala Dunia 2026.
Meski harus pulang dengan tangan kosong, Calhanoglu menolak anggapan bahwa Turki tampil inferior.
Dalam sesi wawancara yang cukup panas, Calhanoglu bahkan terlibat adu argumen singkat dengan seorang jurnalis yang mempertanyakan komentarnya sebelum pertandingan.
Calhanoglu Tidak Setuju dengan Kritik Jurnalis
Sebelum laga, Calhanoglu sempat menyatakan bahwa Turki memiliki kualitas yang cukup untuk mendominasi pertandingan melawan Australia. Setelah hasil akhir tidak sesuai harapan, seorang wartawan mencoba menyinggung pernyataan tersebut.
Namun Calhanoglu tidak tinggal diam.
Ketika ditanya apakah ia terkejut dengan performa Australia dan apa yang salah dari prediksinya, penggawa Nerazzurri itu justru balik bertanya.
“Apakah Anda tidak merasa kami mendominasi pertandingan?” ujar Calha.
“Saya tidak setuju dengan apa yang Anda katakan. Karena secara umum kami mendominasi pertandingan,” lanjutnya
Jurnalis tersebut mengakui bahwa Turki memang menguasai permainan, tetapi hanya dari sisi penguasaan bola dan posisi di lapangan.
Calhanoglu tetap pada pendiriannya.
Menurutnya, secara keseluruhan Turki mengontrol jalannya laga, sementara Australia lebih banyak bertahan dan memanfaatkan kesalahan lawan.
“Australia bertahan dengan rapat dan bermain dengan baik,”
Turki Dihukum oleh Dua Kesalahan Fatal
Dalam analisisnya, Calhanoglu menilai kekalahan tersebut bukan disebabkan oleh dominasi Australia, melainkan oleh kesalahan sendiri yang berujung pada dua gol lawan.
“Kami kehilangan bola dua kali dan akibatnya kami kebobolan dua gol. Itu adalah kesalahan kami,” jelasnya.
Gelandang Inter itu menegaskan bahwa menguasai pertandingan selama 90 menit tidak akan berarti apa-apa jika tim gagal memaksimalkan peluang yang dimiliki.
Menurutnya, konsentrasi penuh selama pertandingan menjadi aspek yang harus diperbaiki oleh seluruh skuad Turki.
“Jika kami menguasai pertandingan selama 90 menit tetapi tidak mampu mencetak gol, maka kami harus lebih fokus di setiap detik dan setiap menit. Saya pikir kami bermain dengan baik, tetapi kami tidak berhasil mendapatkan hasil,”
Kapten Turki Minta Tim Segera Bangkit
Sebagai kapten, Calhanoglu tidak ingin timnya terlalu larut dalam kekecewaan. Ia menegaskan bahwa peluang lolos masih terbuka karena Turki masih memiliki dua pertandingan tersisa di fase grup.
“Kami masih memiliki dua pertandingan. Turnamen ini belum berakhir,” tegasnya.
Ia percaya bahwa kekalahan di awal kompetisi justru bisa menjadi pelajaran berharga yang membantu tim bangkit lebih kuat.
Menurut Calhanoglu, seluruh pemain harus meningkatkan kualitas permainan dan kedisiplinan jika ingin menjaga peluang melangkah ke fase berikutnya.
“Terkadang pukulan keras dibutuhkan agar kita bisa bangkit kembali. Kami kecewa, tetapi kami tidak kehilangan harapan dan tidak akan kehilangan harapan.”
Pernyataan tersebut menunjukkan mentalitas yang selama ini membuat Calhanoglu menjadi salah satu pemimpin penting baik di level klub maupun tim nasional.

Leave a Reply