
Nicolò Barella menunjukkan sikap dewasa menjelang pertandingan Italia melawan Turki di laga lanjutan Nations League.
Gelandang Inter Milan tersebut menegaskan bahwa dirinya tetap merasa penting bagi tim nasional, terlepas dari keputusan pelatih mengenai menit bermain.
Barella menjadi salah satu pemain senior dalam skuad Italia. Namun, dalam beberapa pertandingan terakhir, perannya tidak selalu sebagai starter. Ia masuk dari bangku cadangan ketika menghadapi Prancis, sementara pertandingan melawan Belgia hanya disaksikannya dari bangku cadangan di Coverciano.
Situasi tersebut tidak membuat Barella kehilangan motivasi. Sebaliknya, pemain berusia 29 tahun itu menegaskan kesiapan untuk memberikan kontribusi kapan pun dibutuhkan.
Barella: Melihat Piala Dunia dari Rumah Sangat Berat
Italia memiliki luka yang belum sepenuhnya sembuh setelah gagal tampil di Piala Dunia 2026. Bagi Barella, pengalaman tersebut menjadi beban yang masih dirasakan para pemain Gli Azzurri.
“Melihat Piala Dunia dari rumah adalah sebuah beban yang kami bawa di dalam diri. Periode itu sangat sulit,” ujar Barella dalam wawancara dengan RAI.
Kini, Italia memiliki kesempatan untuk menebus kekecewaan tersebut. Barella menegaskan bahwa para pemain akan berusaha keras untuk membuat masyarakat Italia kembali bangga terhadap tim nasional.
“Kami akan berusaha menebusnya, juga bersama pelatih, mencoba membuat orang-orang Italia bangga. Kami harus melakukannya terutama untuk diri kami sendiri. Kami ingin kembali ke papan atas,” lanjutnya.
Pernyataan tersebut memperlihatkan ambisi Barella untuk membawa Italia kembali menjadi salah satu kekuatan utama di sepak bola internasional.
Tidak Selalu Starter, Barella Tetap Merasa Penting
Salah satu topik utama dalam wawancara Barella adalah mengenai perannya di bawah pelatih Roberto Mancini.
Barella tidak menampik bahwa menjadi pemain cadangan bukan situasi yang mudah baginya. Sebagai pemain yang dikenal memiliki karakter kompetitif tinggi, tentu ada keinginan untuk selalu berada di lapangan.
“Itu sulit, secara logis saya adalah seorang pemain dan kompetitivitas selalu menjadi salah satu kekuatan saya,” kata Barella.
Namun, ia memahami bahwa sepak bola merupakan olahraga tim. Keputusan mengenai susunan pemain sepenuhnya berada di tangan pelatih.
“Sepak bola adalah olahraga tim, pelatih membuat pilihannya. Saya siap bermain 10, 15, atau 20 menit, bahkan tetap berada di bangku cadangan. Saya berusia 29 tahun dan tahu bagaimana menghadapi hal-hal seperti ini,” jelasnya.
Kemudian Barella memberikan pernyataan yang menunjukkan kepercayaan dirinya.
“Saya merasa penting, terlepas dari semuanya.”
Bagi Barella, status sebagai pemain penting tidak hanya ditentukan oleh apakah dirinya tampil sejak menit pertama. Kontribusi terhadap tim bisa diberikan kapan pun kesempatan datang.
Pengalaman Membantu Barella Menghadapi Persaingan
Sikap Barella juga menunjukkan kedewasaannya sebagai salah satu pemain senior Italia. Ia kini berada pada fase karier ketika pengalaman membuatnya mampu menerima keputusan pelatih dengan lebih tenang.
Barella tetap memiliki karakter kompetitif yang kuat, tetapi ia memahami bahwa kepentingan tim berada di atas kepentingan individu.
Hal tersebut menjadi modal penting bagi Italia yang sedang berusaha membangun kembali kepercayaan diri setelah periode sulit.
Dengan pengalaman bersama Inter di level domestik maupun Eropa, Barella memiliki kapasitas untuk menjadi salah satu pemimpin di ruang ganti Italia, bahkan ketika tidak selalu menjadi starter.

Leave a Reply