Chivu Puas Inter Milan Bungkam Como 2-0: “Kami Bermain Luar Biasa Sebagai Tim”

Inter Milan sukses menutup jadwal padat mereka sebelum jeda internasional dengan hasil manis. Skuad Nerazzurri berhasil meraih kemenangan meyakinkan 2-0 atas Como dalam laga pekan ke-11 Serie A 2026-27 di San Siro, Senin (9/11/26) dini hari WIB.

Dua gol kilat yang dicetak oleh Pio Esposito dan Marcus Thuram dalam 20 menit pertama sukses mengunci tiga poin krusial bagi Inter Milan.

Sang pelatih, Cristian Chivu, tak bisa menyembunyikan rasa bangganya melihat penampilan luar biasa dari anak asuhnya.

Meski begitu, Chivu tetap memberikan evaluasi kritis terhadap performa tim selama rentetan sembilan pertandingan terakhir yang sangat menguras fisik dan mental.

Evaluasi Jadwal “Gila”: 9 Laga dalam 27 Hari

Kemenangan atas Como menjadi penutup dari rangkaian jadwal super padat Inter Milan sejak berakhirnya jeda internasional bulan Oktober lalu. Total, Nerazzurri harus memainkan 9 pertandingan hanya dalam kurun waktu 27 hari.

“Saya ingin memulainya dengan menyebutkan fakta bahwa kami telah menjalani Sembilan pertandingan dalam 27 hari. Ini sangat menguras energi dan membawa banyak pasang surut performa,” ungkap Chivu pasca-pertandingan.

“Kami selalu ingin mencoba dan berkembang, tetapi terkadang Anda harus menekan ego, bekerja keras, dan mempersiapkan diri dengan mentalitas yang tepat untuk pertandingan di depan mata,” lanjutnya.

Mengenai performa melawan Como, Chivu sangat mengapresiasi intensitas para pemainnya.

“Hari ini, kami menaikkan tempo dan intensitas. Persiapan kami berjalan sangat baik dalam hal kualitas dan pressing. Kami bermain sebagai sebuah tim. Saya mengucapkan selamat kepada anak-anak, mereka sangat luar biasa hari ini,”

Kebangkitan Mental Usai Kekalahan di Derby Milan

Sebelum kemenangan ini, Inter sempat mendapat sorotan tajam usai menelan kekalahan di Derby della Madonnina melawan AC Milan dan hasil pahit kontra Club Brugge di Eropa. Namun, Chivu melihat kekalahan tersebut sebagai proses pendewasaan tim.

“Selalu ada ruang untuk perbaikan. Anda tidak bisa selalu memiliki segalanya dan tampil sempurna setiap saat. Anda harus menerima bahwa musim ini sangat panjang dan ada banyak sekali pertandingan,” jelas pelatih asal Rumania tersebut.

Chivu mengaku sangat termotivasi melihat sikap para pemainnya di luar lapangan. Ia memuji bagaimana skuadnya saling menjaga akuntabilitas dan kebersamaan.

“Semuanya berada di tempat yang tepat. Pemain yang cedera, mereka yang kelelahan setelah pulang jam 4 pagi dari laga tandang, semuanya saling menatap satu sama lain baik saat menang maupun kalah. Kami kalah di derby dan di Brugge yang menyisakan kepahitan, tapi kami harus terus maju dengan sikap yang benar,”

“Setelah 9 pertandingan terakhir ini, saya bisa katakan bahwa kami tentu bisa saja meraih hasil yang lebih baik, tetapi di sisi lain, hasilnya juga bisa saja lebih buruk dari ini,” tegasnya.

Kunci Taktik: Mematikan Daya Ledak Como

Como datang ke San Siro dengan reputasi ofensif yang menakutkan, terutama setelah mencetak sembilan gol di Liga Champions. Namun, Inter berhasil mematikan gaya permainan tim asuhan Cesc Fabregas tersebut. Apa rahasianya?

“Semuanya dimulai dari para penyerang,” jelas Chivu membongkar taktiknya.

“Para penyerang tetap fokus dan sukses merebut bola dari lawan, mereka tiba di tempat dan waktu yang tepat saat melakukan pressing. Kami tahu bahwa kami harus tampil kompak untuk memotong jalur umpan mereka,”

“Kami sangat menyadari bahwa Como lebih suka menyerang daripada bertahan. Jadi, kami mampu mengeksploitasi celah tersebut dan menjalankan game plan kami dengan sempurna.” Tutup Chivu.

Kini, skuad Inter Milan bisa memasuki masa jeda internasional dengan kepala tegak dan posisi yang kuat di papan atas klasemen Serie A, siap untuk menatap sisa musim dengan ambisi besar.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*