
Kemenangan vital sukses diraih oleh Inter Milan saat menjamu Como di San Siro pada pekan ke-11 Serie A 2026-27.
Kemenangan ini membawa Inter kembali ke posisi kedua klasemen sementara Serie A dengan raihan 28 poin, hanya terpaut satu angka dari Lazio di puncak, dan unggul satu poin dari AS Roma di peringkat ketiga.
Laga ini menjadi momen pembuktian bagi skuad Nerazzurri, terutama bagi Marcus Thuram. Penyerang asal Prancis ini kembali menjadi bintang lapangan dan berbicara banyak hal kepada DAZN usai pertandingan, mulai dari pujian untuk lawan hingga selebrasi golnya yang mengundang tanda tanya.
Hentikan Tren Mengerikan Como dan Sindiran Fans Nerazzurri
Sebelum bertandang ke San Siro, Como adalah tim yang sangat menakutkan. Skuad asuhan Cesc Fabregas datang dengan modal enam kemenangan beruntun di Serie A dan Liga Champions.
Di sisi lain, Inter baru saja dihujani kritik tajam setelah kembali menelan kekalahan di Derby della Madonnina, meski kritik tersebut sedikit mereda berkat kemenangan atas Feyenoord di pertengahan pekan.
Namun, Inter berhasil meredam ledakan tim tamu. Kemenangan ini bahkan memicu euforia di tribun, di mana para pendukung Nerazzurri menyanyikan chant bernada sindiran “Non vincete mai” (Kalian tidak pernah menang) kepada para pemain Como yang lagi-lagi harus menelan pil pahit kekalahan saat menghadapi Inter.
Tulang Punggung Inter di Tengah Absennya Sang Kapten
Jelang jeda internasional, Inter Milan berhasil menjaga persaingan di papan atas. Kesuksesan ini tidak lepas dari peran krusial Marcus Thuram.
Dalam periode absennya sang kapten, Lautaro Martinez, Thuram dengan luar biasa mengambil alih tanggung jawab dan memanggul beban lini serang Inter di pundaknya.
Penampilannya yang konsisten membuatnya kembali menjadi salah satu pemain terbaik di lapangan (Migliore in campo).
Meski sukses menaklukkan Como, Thuram tetap menunjukkan rasa hormatnya kepada sang lawan. Dalam wawancara pasca-laga bersama DAZN, ia memuji performa tim tamu.
“Como adalah tim yang sangat hebat, mereka juga memainkan pertandingan-pertandingan luar biasa di Eropa. Kami bermain dengan baik malam ini. Terkadang memang terjadi momen di mana lawan tidak bisa menemukan solusi, tetapi Como tetaplah tim yang hebat,” ujar pemain asal Prancis tersebut.
Misteri Selebrasi Spontan dan Panggilan Timnas dari Zidane
Selain performanya, hal lain yang menjadi sorotan adalah gaya selebrasi Thuram setelah mencetak gol. Selebrasi duduk yang ia lakukan memicu rasa penasaran. Apalagi, laga internasional berikutnya akan digelar di San Siro, dan Thuram baru saja mendapat panggilan ke Timnas Prancis yang kini dilatih oleh Zinedine Zidane.
Tahun lalu, Thuram pernah melakukan selebrasi yang mengingatkan publik pada sosok Thierry Henry.
Kali ini, jurnalis DAZN bertanya apakah selebrasi duduknya terinspirasi dari legenda Inter lainnya, Samuel Eto’o, atau sekadar karena ia merasa kelelahan.
Thuram menjawab dengan santai dan membantah kedua spekulasi tersebut.
“Tidak,”
“Apakah karena kelelahan? Bukan, saya duduk bukan karena capek. Semuanya terlintas begitu saja di kepala saya, dan saya langsung melakukan selebrasi itu.” Tutupnya sambil tersenyum.
Dengan performa gemilang dan motivasi tinggi jelang jeda internasional, Marcus Thuram membuktikan bahwa dirinya adalah kepingan tak tergantikan dalam ambisi Inter Milan merengkuh Scudetto musim ini.

Leave a Reply