Barella Kelelahan! Chivu Siapkan Mkhitaryan Jadi Senjata Rahasia Inter Kontra Como

Laga antara Inter Milan vs Como pada pekan ke-11 Serie A 2026-27 akan menjadi pertandingan pamungkas bagi skuad Nerazzurri sebelum kompetisi domestik memasuki jeda internasional bulan November.

Menjelang laga penting ini, pelatih Cristian Chivu dikabarkan tengah menimbang beberapa opsi rotasi, terutama di sektor lini tengah.

Satu nama yang belakangan mencuat dan berpeluang besar mengisi susunan sebelas pertama (starting XI) adalah gelandang veteran asal Armenia, Henrikh Mkhitaryan. Sejauh musim ini berjalan, pemain berusia 37 tahun tersebut selalu mampu memberikan performa solid setiap kali diberi kepercayaan untuk merumput.

Dilema Chivu: Manajemen Kebugaran Barella dan Zielinski

Saat ini, komposisi ideal di lini tengah Inter Milan memang menempatkan Piotr Zielinski dan Nicolo Barella sebagai favorit utama untuk mengisi peran mezzala (gelandang box-to-box). Keduanya tampil krusial dalam skema permainan Nerazzurri.

Namun, ada pertimbangan fisik yang sangat mendesak. Barella baru saja menjalani jadwal yang sangat padat. Gelandang Timnas Italia ini bermain secara berturut-turut dalam dua laga bertensi tinggi, yakni partai derbi melawan AC Milan dan duel Liga Champions kontra Feyenoord.

Menurunkan Barella kembali sejak menit awal berisiko memicu kelelahan otot, mengingat sang pemain juga akan langsung bergabung dengan tim nasional setelah pertandingan melawan Como usai.

Tiga Alasan Kuat Mkhitaryan Akan Menjadi Starter

Berdasarkan situasi tersebut, Cristian Chivu memiliki alasan kuat secara taktis maupun manajemen kebugaran untuk memberikan jersey starter kepada Mkhitaryan. Berikut adalah faktor-faktor yang mendukung keputusan tersebut:

  1. Bebas Tugas Negara: Berbeda dengan Barella atau Zielinski, Mkhitaryan tidak akan terbang untuk membela tim nasional di jeda internasional nanti. Ini berarti ia bisa mengerahkan 100% energinya di laga kontra Como tanpa perlu memikirkan kelelahan pasca-pertandingan, karena ia memiliki waktu istirahat dua pekan setelahnya.
  2. Kondisi Fisik yang Lebih Segar: Mkhitaryan mencatatkan menit bermain yang lebih sedikit dalam beberapa laga terakhir Inter Milan, sehingga ia berada dalam kondisi fisik (match fitness) yang sangat prima untuk memimpin lini tengah.
  3. Pembuktian di Laga Kontra Fiorentina: Terakhir kali Mkhitaryan dipercaya turun sejak menit pertama adalah pada 25 Oktober lalu. Saat itu, Inter sukses membungkam Fiorentina dengan skor 2-1. Tampil selama 78 menit, pemain kelahiran tahun 1989 ini menunjukkan dominasi dan visi bermain yang luar biasa sebelum akhirnya ditarik keluar.

Rotasi Tepat untuk Kemenangan Penutup

Laga melawan Como sangat krusial bagi Inter Milan untuk mengamankan posisi di papan atas klasemen Serie A sebelum libur kompetisi.

Kehadiran Mkhitaryan dengan visi, ketenangan, dan pengalaman bertandingnya bisa menjadi kunci untuk membongkar pertahanan Como yang dikenal disiplin.

Kini, bola keputusan ada di tangan Cristian Chivu. Apakah ia akan mengambil risiko dengan tetap memainkan Barella, atau memilih langkah cerdas dengan memaksimalkan tenaga Mkhitaryan? Patut kita nantikan susunan pemain resmi jelang kick-off nanti.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*