
Inter Milan memberikan respons sempurna usai kekecewaan di laga derby melawan AC Milan.
Tampil dengan karakter dan efisiensi tinggi, skuad asuhan Cristian Chivu sukses melibas tuan rumah Feyenoord dengan skor meyakinkan 3-0 pada matchday keempat fase liga Champions League, Rabu (4/11/26) dini hari WIB.
Kemenangan krusial di Stadion De Kuip, Rotterdam, ini diraih berkat gol-gol dari Yann Bisseck, Francesco Pio Esposito, dan Piotr Zielinski, yang sekaligus menghidupkan kembali ambisi Eropa Nerazzurri.
Gebrakan Awal dan Dominasi Babak Pertama
Inter langsung mengambil alih kendali permainan sejak peluit pertama dibunyikan. Dominasi ini membuahkan hasil instan saat laga baru berjalan delapan menit.
Melalui inisiatif serangan yang luar biasa, Yann Bisseck membuka keunggulan Inter di menit ke-8.
Bek asal Jerman tersebut mengontrol bola di area luar kotak penalti, melakukan perputaran badan yang cerdik, dan melepaskan tembakan melengkung yang sama sekali tidak memberi peluang bagi kiper Feyenoord, Ernst untuk menepisnya.
Tertinggal satu gol, Feyenoord mencoba bereaksi dengan menaikkan garis pertahanan dan berusaha menekan barisan belakang Inter Milan.
Namun, lini belakang Nerazzurri tampil sangat disiplin. Ketika tuan rumah asyik menyerang, Inter justru memberikan pukulan kedua pada menit ke-34.
Pergerakan Spence yang merangsek naik dari sisi kanan diakhiri dengan sebuah umpan silang sempurna ke jantung pertahanan Feyenoord.
Francesco Pio Esposito menyambut umpan tersebut dengan sundulan mematikan untuk menggandakan keunggulan menjadi 2-0.
Tembakan Presisi Zielinski Kunci Kemenangan
Memasuki babak kedua, Inter Milan menolak untuk sekadar bertahan dan mengamankan skor. Mereka terus menekan hingga gol ketiga tercipta pada menit ke-54.
Proses gol bermula dari pergerakan Nicolò Barella yang menyodorkan umpan matang kepada Piotr Zielinski. Mendapat ruang kosong di luar kotak penalti, gelandang asal Polandia itu melepaskan tembakan kaki kiri yang sangat bertenaga dan presisi mengarah ke sudut gawang.
Keunggulan tiga gol praktis membunuh perlawanan tuan rumah. Situasi ini memungkinkan Cristian Chivu untuk mulai mengelola tenaga dan merotasi susunan pemainnya demi persiapan menghadapi jadwal domestik.
Meski intensitas sedikit menurun, Inter tetap tampil berbahaya di sisa waktu. Pio Esposito bahkan sempat mencetak gol keempatnya, namun harus dianulir oleh wasit karena posisi offside.
Titik Balik Krusial di Liga Champions
Kemenangan di tanah Belanda ini memberikan dampak yang jauh lebih besar dari sekadar tambahan tiga poin.
Inter kembali menemukan soliditas pertahanan yang sempat hilang, efektivitas di sepertiga akhir lapangan, dan yang terpenting, kebangkitan mental kolektif setelah tersandung di liga domestik.
Cristian Chivu kini memiliki alasan kuat untuk tersenyum melihat perkembangan performa individu anak asuhnya.
Francesco Pio Esposito semakin membuktikan kapasitasnya sebagai sosok protagonis di lini depan, sementara Yann Bisseck menunjukkan bahwa dirinya tidak hanya tangguh di belakang, tetapi juga bisa menjadi senjata rahasia pemecah kebuntuan.
Hasil sempurna ini membawa Inter Milan naik ke posisi 14 klasemen fase liga, dengan mengoleksi Enam poin, dan menatap sisa kompetisi dengan tingkat kepercayaan diri yang baru.
Susunan Pemain
FEYENOORD (4-3-3): 1 Ernst; 26 Read (57 Schaken 62′), 24 Kraaijeveld (20 Deijl 78′), 35 Marmol, 16 Javi Lopez (4 Watanabe 62′); 8 Zechiel, 34 Vanhoutte (22 Van Den Elshout 46′), 28 Targhalline; 23 Hadj Moussa, 19 Ferri (14 Steijn 62′), 10 Valente.
Pelatih: Giovanni Van Bronckhorst
INTER (3-5-2): 1 J. Martinez; 31 Bisseck, 25 Akanji (28 Pavard 85′), 30 Carlos Augusto; 99 Spence, 23 Barella (8 Sucic 78′), 20 Calhanoglu (22 Mkhitaryan 57′), 7 Zielinski (5 Stankovic 78′), 32 Dimarco; 94 Esposito, 9 Thuram (14 Bonny 57′).
Pelatih: Cristian Chivu

Leave a Reply