
Lini pertahanan Inter Milan menjadi sorotan utama jelang laga penting Liga Champions di San Siro. Menjelang duel kontra wakil Ukraina, Shakhtar Donetsk, bek andalan Nerazzurri, Alessandro Bastoni memberikan analisis jujur dan terbuka mengenai masalah utama yang dihadapi timnya di panggung Eropa musim ini (2026-27).
Berbicara kepada Sky Sport sebelum sesi konferensi pers resmi, Bastoni menegaskan bahwa kekalahan dan banyaknya gol yang bersarang di gawang Inter bukan disebabkan oleh sikap meremehkan lawan, melainkan akibat kelalaian mental dan minimnya kepekaan terhadap potensi bahaya di lapangan.
Evaluation Kesalahan Mental: 90% Gol Akibat Blunder Sendiri
Menghadapi kritik terkait performa Inter di Liga Champions, di mana mereka sudah menelan dua kekalahan beruntun, Bastoni menjelaskan bahwa secara permainan skema tim tidak banyak berubah. Namun, detail-detail kecil akibat penurunan konsentrasi menjadi pembeda yang sangat fatal.
“Dari segi performa, Anda akan melihat Inter yang cukup mirip dengan dua pertandingan pertama, tetapi dengan membuang banyak kesalahan mental dan konsentrasi,” ujar Bastoni.
“Jika kita menganalisis gol-gol yang bersarang di gawang kami, 90% di antaranya tercipta dari kesalahan kami sendiri. Kami sudah banyak membahasnya, ini adalah hal yang harus segera diperbaiki dan Anda akan melihat Inter yang jauh lebih fokus,” tegas bek Timnas Italia tersebut.
Bukannya Menyepelekan, Tapi Kurang Peka Terhadap Bahaya
Ketika ditanya mengenai perbedaan atmosfer dan tingkat kewaspadaan antara kompetisi Serie A dan Liga Champions, Bastoni menolak anggapan bahwa para pemain Inter tampil dengan sikap jumawa atau menganggap enteng lawan.
Menurutnya, kata-kata seperti “kurang kejam” (cattiveria) atau “superfisia/dangkal” (superficialità ) sudah terlalu sering digunakan dan kurang menggambarkan situasi sebenarnya di dalam lapangan.
“Tentu saja tidak ada satu pun pemain yang masuk ke lapangan dengan meremehkan lawan. Tetapi karena hal ini terus terjadi dalam beberapa pertandingan, ini adalah sesuatu yang harus dianalisis secara mendalam,” kata Bastoni.
“Ini bukan soal menyepelekan lawan, melainkan minimnya kepekaan terhadap bahaya. Hal inilah yang wajib kami tingkatkan,” tambahnya.
Kewaspadaan Tinggi Terhadap Kualitas Shakhtar Donetsk
Mengenai kekuatan Shakhtar Donetsk, Bastoni mengimbau rekan-rekannya untuk tetap tampil kompak dan bertahan sebagai satu kesatuan tim.
Ia menilai wakil Ukraina tersebut memiliki gaya permainan teknis yang berani dan berpotensi merepotkan jika tidak diantisipasi dengan baik.
“Shakhtar mungkin kurang begitu dikenal secara luas, tetapi mereka memiliki kualitas yang sangat besar. Kami telah menganalisis permainan mereka: ada banyak pemain asal Brasil, mereka memiliki teknik tinggi, membangun serangan dari kiper, dan tidak takut untuk mengekspresikan permainan,” jelas Bastoni.
“Kami harus tetap waspada dan kompak, bertahan sebagai sebuah tim seperti biasa. Di sepak bola modern, tidak ada lagi pertandingan yang bisa dimenangkan dengan mudah.” Tutupnya.
Diagnosa jujur dari Alessandro Bastoni menjadi sinyal positif bagi proses pembenahan internal Inter Milan.
Dengan memperbaiki kepekaan terhadap situasi berbahaya dan meminimalisir kesalahan sendiri, skuad asuhan Cristian Chivu diyakini mampu tampil lebih solid dan mengamankan kemenangan perdana di panggung Liga Champions.

Leave a Reply