Cassano Kritik Era Inzaghi dan Sanjung Setinggi Langit Skuad Inter Asuhan Chivu

Mantan penyerang timnas Italia dan Inter Milan, Antonio Cassano, kembali melontarkan pernyataan tajam dan penuh kontroversi.

Dalam acara Viva el Futbol, Cassano membahas peta persaingan Serie A, kinerja pelatih Inter Milan saat ini, Cristian Chivu, serta memberikan pujian khusus kepada mantan Direktur Olahraga Inter, Piero Ausilio.

Dengan gaya bicaranya yang lugas dan tanpa kompromi, Cassano meyakini bahwa Inter Milan berada di jalur yang tepat untuk kembali meraih gelar Scudetto musim ini (2026-27), sekaligus mengkritik era kepemimpinan pelatih sebelumnya, Simone Inzaghi.

Kritik Pedas Era Inzaghi dan Pujian untuk Cristian Chivu

Cassano tidak ragu membandingkan masa kepemimpinan Simone Inzaghi dengan Cristian Chivu. Menurutnya, Inzaghi mendapatkan pujian berlebihan dari media meski membuang peluang meraih beberapa gelar liga.

“Kita baru saja melewati empat tahun yang memprihatinkan bersama Simone Inzaghi. Dia dipuja-puja oleh media dan publik, padahal telah membuang tiga gelar Scudetto,” tutur Cassano.

Sebaliknya, Cassano memberikan apresiasi tinggi atas keberanian taktis dan pendekatan baru yang dibawa oleh Cristian Chivu sejak mengambil alih kursi kepelatihan.

“Chivu datang dan membawa ide-ide baru. Dia memenangkan Serie A dan bagi saya dia akan memenangkannya lagi musim ini, kecuali ada bencana besar. Chivu mungkin sosok yang sangat tertutup (schivo) dan jarang berbicara dengan media, mungkin karena itulah dia kurang disukai wartawan. Namun, dia sedang melakukan pekerjaan yang luar biasa,” tegasnya.

Keberanian Taktik Chivu: Eksperimen Posisi dan Pemain Muda

Salah satu alasan utama keberhasilan Chivu menurut Cassano adalah keberanian sang pelatih dalam melakukan eksperimen posisi dan memberikan kepercayaan kepada para pemain muda.

  • Eksperimen Posisi Diouf: Cassano menyoroti bagaimana Chivu memplot Diouf sebagai pemain sayap (out wide), padahal posisi aslinya adalah gelandang tengah (mezzala). “Bahkan Zinedine Zidane pernah dimainkan sebagai bek kanan,” puji Cassano merujuk pada adaptabilitas taktis.
  • Keberanian Memainkan Pemain Muda: Chivu tidak ragu melemparkan nama-nama muda seperti Pio Esposito dan Bonny ke dalam pertandingan sengit untuk menguji mentalitas mereka.

Penghargaan untuk Piero Ausilio atas Skuad Solid Inter

Di luar aspek kepelatihan, Cassano memberikan apresiasi khusus kepada Piero Ausilio, sosok kunci di balik perekrutan pemain dan pembangunan skuad Inter Milan selama bertahun-tahun.

Perekrutan talenta seperti Diouf dan Petar Sučić menjadi bukti visi jangka panjang Ausilio.

“Saya ingin mengucapkan terima kasih kepada Piero Ausilio atas 30 tahun pengabdiannya. Skuad Inter yang kuat ini adalah hasil kerja kerasnya. Pemain-pemain seperti Diouf dan Sučić adalah bukti nyata kualitas pekerjaannya.”

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*