
Cristian Chivu tidak ingin Inter Milan berhenti setelah meraih Scudetto dan Coppa Italia. Liga Champions kini menjadi target utama.
Pada musim pertamanya sebagai pelatih Nerazzurri, Chivu langsung menghadirkan dua trofi domestik. Namun, keberhasilan tersebut justru membuat ambisinya semakin besar.
Dan dari semua target tersebut, ada satu mimpi yang paling jelas, yakni membawa trofi Liga Champions kembali ke Inter.
Chivu sebenarnya sudah menulis bagian penting dalam sejarah Inter. Sebagai pemain, ia merupakan bagian dari skuad yang meraih Treble pada 2010.
Kini, ia kembali menciptakan sejarah dari sisi berbeda. Pada musim pertamanya sebagai pelatih Inter, Chivu berhasil membawa klub meraih Scudetto dan Coppa Italia.
Keberhasilan tersebut membuatnya menjadi sosok penting dalam perjalanan baru Nerazzurri.
Namun, Chivu tidak ingin menjadikan dua trofi domestik itu sebagai titik akhir.
“Chivu selalu berbicara dengan penuh rasa hormat terhadap Inter dan perannya: ‘Saya tahu di mana saya berada, saya tahu apa tanggung jawab saya. Dengan memulai dari langkah-langkah kecil, Anda bisa mencapai target-target yang kemudian memungkinkan Anda untuk bermimpi lebih besar.’ Dan tampaknya ada satu target khusus yang ingin ia raih, yaitu Liga Champions,” tulis Corriere dello Sport.
Bagi Chivu, Liga Champions memiliki daya tarik yang berbeda dibandingkan kompetisi domestik.
Ia menilai atmosfer, motivasi pemain, dan tuntutan mental dalam pertandingan Eropa berada pada level yang berbeda.
Namun, Chivu juga tidak menganggap ada formula sederhana untuk memenangkan trofi tersebut.
Menurutnya, tidak ada uang atau satu ide tertentu yang secara otomatis bisa memberikan gelar Liga Champions.
Kesuksesan di kompetisi tersebut merupakan hasil dari banyak faktor yang harus berjalan bersama sepanjang musim.
Karena itu, Chivu memilih tidak membuat janji berlebihan. Ia lebih memilih membangun Inter secara bertahap hingga tiba pada fase musim ketika tim benar-benar bisa mengetahui sejauh mana mereka mampu melangkah.

Leave a Reply