
Pakar transfer ternama, Gianluca Di Marzio mengungkap rencana Inter Milan di lini pertahanan. Selain menyebut Djed Spence sebagai tambahan penting setelah pulih dari masalah fisik, Inter disebut sedang mencari bek cepat untuk masa depan.
Inter Milan berpotensi kembali aktif di bursa transfer mendatang untuk memperkuat lini pertahanan.
Menurut Di Marzio, Nerazzurri sedang mencari profil bek dengan kecepatan yang dapat memberikan karakter berbeda bagi pertahanan Cristian Chivu.
Dalam analisisnya di Sky Sport, Di Marzio juga membahas sejumlah pemain yang bisa menjadi “pemain baru” bagi Inter Milan setelah jeda internasional.
Nama-nama seperti Djed Spence, Aleksandar Stankovic hingga John Stones menjadi perhatian, sementara Yann Bisseck dan Petar Sucic juga masih menjadi bagian dari proses perkembangan skuad.
Spence Pulih dan Jadi Tambahan Baru untuk Chivu
Pertama-tama, Di Marzio membahas Djed Spence. Ia menyebut sang pemain Inggris sudah menyelesaikan masalah fisik yang sebelumnya menghambatnya.
Kondisi tersebut membuat bek asal Inggris itu dianggap seperti rekrutan baru bagi Chivu. Spence kini memberikan alternatif tambahan di dalam skuad Inter.
“Spence sudah menyelesaikan masalah fisik yang dia alami dan menjadi pemain baru, sebuah alternatif tambahan bagi Chivu,” ujar Di Marzio.
Kehadiran Spence menjadi penting karena Inter membutuhkan kedalaman skuad untuk menghadapi jadwal padat setelah jeda internasional.
Dengan kemampuan bermain di sisi kanan, Spence juga dapat memberikan opsi berbeda dalam sistem permainan Chivu, terutama ketika Inter membutuhkan pemain yang agresif dalam membantu serangan sekaligus mampu menjaga intensitas permainan.
Inter Cari Bek Cepat untuk Masa Depan
Salah satu poin paling menarik dari pernyataan Di Marzio adalah rencana Inter mencari bek baru.
Menurutnya, Inter membutuhkan seorang pemain bertahan dengan kecepatan tinggi untuk memperkuat lini belakang pada masa mendatang.
Kebutuhan tersebut menjadi semakin relevan setelah melihat kondisi John Stones. Bek asal Inggris itu belum sepenuhnya terbebas dari masalah fisik yang pernah mengganggunya.
“Inter akan mencari bek cepat untuk masa depan,” kata Di Marzio.
Namun, Di Marzio belum menyebut nama spesifik yang menjadi target utama Inter.
Situasi Stones juga masih akan dipantau. Inter ingin melihat bagaimana kondisi sang bek setelah kembali pulih dan apakah ia mampu memberikan pengalaman serta personalitas yang dibutuhkan Chivu.
“Kita lihat apakah Stones, ketika pulih, akan mampu memberikan personalitasnya kepada Chivu,” lanjutnya.
Artinya, kebutuhan Inter terhadap bek baru tidak serta-merta berarti Stones akan kehilangan tempat. Klub masih menunggu kontribusinya sebelum menentukan langkah berikutnya.
Stones Masih Jadi Tanda Tanya
Stones didatangkan Inter dengan harapan dapat memberikan pengalaman besar di lini pertahanan.
Namun, masalah kebugaran menjadi salah satu faktor yang membuat adaptasinya belum berjalan maksimal. Di Marzio bahkan menyinggung bahwa Stones kembali mengalami persoalan yang sebelumnya pernah dialaminya.
Hal tersebut membuat Inter harus memiliki rencana alternatif.
Bek cepat menjadi salah satu profil yang dianggap penting untuk melengkapi pertahanan Chivu. Terlebih, sistem permainan Inter membutuhkan pemain belakang yang mampu bertahan dengan ruang terbuka dan menjaga garis pertahanan tetap tinggi.
Jika Stones bisa kembali fit secara konsisten, Inter akan memiliki tambahan penting. Tetapi apabila masalah fisik kembali muncul, opsi bek baru bisa menjadi salah satu agenda klub di bursa transfer mendatang.
Diouf Jadi Contoh Keberhasilan Chivu
Di Marzio juga memberikan sorotan menarik kepada Andy Diouf.
Menurutnya, perkembangan Diouf menunjukkan bagaimana Chivu mampu mengubah fungsi seorang pemain melalui proses latihan dan adaptasi taktik.
Ketika Inter merekrut Diouf, sempat muncul pertanyaan mengenai alasan klub mendatangkannya untuk posisi tengah. Namun, Chivu kemudian mengolahnya menjadi pemain yang mampu menjalankan peran sebagai wing-back.
“Hari ini pelatih sudah mengolahnya dan dia menjadi pemain sayap starter, padahal dia bahkan tidak direkrut untuk menjadi pemain sayap,” ujar Di Marzio.
Perubahan tersebut menjadi salah satu contoh bahwa beberapa pemain Inter bisa dianggap sebagai “rekrutan baru” karena mendapatkan peran berbeda di bawah Chivu.
Diouf kini memberikan opsi penting di sisi kanan, sekaligus menunjukkan fleksibilitas yang diinginkan sang pelatih.
Stankovic Juga Seperti ‘Rekrutan Baru’
Selain Spence, Di Marzio menyebut nama Aleksandar Stankovic sebagai pemain yang menarik untuk diperhatikan.
Stankovic sebenarnya sudah menjadi bagian dari Inter sebelumnya, tetapi kemudian kembali dibeli oleh klub. Karena itu, Di Marzio menyebutnya sebagai semacam “pemain baru” yang masih ingin dilihat kontribusinya secara lebih jauh.
“Kami juga penasaran melihat lebih banyak Stankovic, karena dia seperti pemain baru yang perlu dilihat,”
Bagi Inter, jeda internasional menjadi kesempatan untuk mempersiapkan sejumlah pemain yang belum mendapatkan kesempatan maksimal.
Kembalinya Spence, perkembangan Diouf, serta peluang bagi Stankovic membuat Chivu berpotensi mendapatkan lebih banyak pilihan setelah jeda.

Leave a Reply