
Pelatih Italia, Roberto Mancini memberikan penjelasan mengenai perbedaan permainan Francesco Pio Esposito ketika membela Inter Milan dan Timnas Italia.
Sang penyerang Nerazzurri menjadi salah satu pemain yang mendapat sorotan setelah Italia kalah 0-2 dari Belgia di ajang UEFA Nation League.
Dalam konferensi pers setelah pertandingan, Mancini menegaskan bahwa tidak adil jika langsung mengharapkan kombinasi sempurna dari lini serang Italia.
Menurutnya, Pio Esposito baru pertama kali bermain bersama Moise Kean dan Cambiaghi, sementara waktu persiapan mereka juga sangat terbatas.
Kondisi tersebut membuat permainan Esposito bersama Gli Azzurri belum bisa dibandingkan secara langsung dengan perannya di Inter.
Di Inter, Esposito terbiasa bermain dengan penyerang yang berada lebih dekat dengannya.
Dalam situasi tersebut, ia dapat melakukan kombinasi dan memberikan umpan pantulan kepada rekan yang berada di sekitarnya.
Namun, situasinya berbeda ketika mengenakan seragam Italia.
Jarak antar pemain dalam lini depan Italia lebih lebar sehingga Esposito harus menempuh ruang yang lebih besar untuk terlibat dalam permainan.
Mancini mengakui perbedaan tersebut.
“Di Inter, kita terbiasa melihat Esposito melakukan permainan kombinasi dengan penyerang yang berada paling dekat dengannya. Hari ini, ada jarak yang lebih besar untuk dijembatani: apakah memainkan dia sebagai penyerang tengah dalam trio lini serang merupakan jalan yang tepat, atau Anda memikirkan sesuatu yang berbeda?” ujar sang pelatih.
“Inter memiliki gaya permainan yang berbeda, dan memang sedikit berbeda,”
“Ini adalah pertama kalinya Moise Kean dan Cambiaghi bermain bersama, dan dengan hanya satu pertandingan, 60 menit bermain, serta dua sesi latihan, kita tidak bisa mengharapkan semuanya langsung sempurna,”
Pernyataan tersebut menjelaskan bahwa Mancini tidak ingin memaksakan pola permainan Inter ke dalam sistem Timnas Italia. Esposito harus beradaptasi dengan struktur dan karakter permainan yang diterapkan di level internasional.
Mancini Tetap Menemukan Sisi Positif Meski Kalah
Terlepas dari kekalahan 0-2 dari Belgia, Mancini melihat beberapa aspek positif yang bisa dijadikan modal untuk pertandingan berikutnya.
Pelatih Italia tersebut secara khusus menyoroti 25 menit pada babak kedua. Pada periode tersebut, Gli Azzurri tampil lebih agresif dan mampu memenangkan banyak bola kedua.
Italia juga disebut tidak memberikan banyak kesempatan kepada Belgia selama periode tersebut.
Bagi Mancini, hal itu merupakan salah satu hal positif yang harus dipertahankan.
“Kami harus melihat kesalahan-kesalahan yang terjadi pada babak pertama dan hal-hal positif yang ada di babak kedua. Ada beberapa pemain yang tampil baik, dan kami harus menjadikan hal-hal positif dari babak kedua sebagai titik awal untuk berkembang bersama,”
“Apa yang bisa dijadikan titik awal? Kami harus memulainya dari 25 menit pada babak kedua, ketika kami bermain agresif dan berhasil merebut semua bola kedua. Selama 25 menit tersebut, kami sama sekali tidak memberikan Belgia kesempatan,”
“Bagi saya, itu merupakan hal yang sangat positif. Kami harus berusaha kehilangan bola lebih sedikit, menguasai bola dengan tenang, dan tidak memaksakan situasi ketika memang tidak ada ruang.”

Leave a Reply