Jeda Internasional Jadi Momen Chivu Benahi Inter, Satu Masalah Jadi Sorotan

Inter Milan memasuki jeda internasional September 2026 dengan modal yang cukup positif. Nerazzurri berada di puncak klasemen Serie A bersama Roma dan Lazio, belum terkalahkan dalam Lima pertandingan, serta menjadi tim dengan produktivitas gol terbaik di liga.

Namun, posisi tersebut bukan berarti Inter sudah tampil sempurna.

Di balik hasil positif yang diraih, masih terdapat sejumlah persoalan yang perlu segera diperbaiki Cristian Chivu. Jeda internasional menjadi kesempatan penting bagi sang pelatih untuk mengevaluasi performa tim sekaligus membenahi sejumlah kesalahan sebelum kompetisi kembali bergulir.

Secara hasil, perjalanan Inter di lima pertandingan pertama Serie A tergolong positif.

Nerazzurri belum mengalami kekalahan dan mampu menjaga produktivitas tinggi. Inter juga sudah melewati pertandingan penting melawan Roma serta Napoli, dua laga yang memberikan gambaran mengenai level tim Chivu menghadapi lawan kuat.

Namun, Il Giorno menyoroti satu pola yang mulai menjadi perhatian.

Inter sudah Empat pertandingan berturut-turut harus mengejar ketertinggalan Dua gol. Rangkaian tersebut masih menjadi alarm bagi Chivu.

Kemampuan melakukan comeback memang menunjukkan karakter dan mentalitas kuat. Akan tetapi, terlalu sering memberikan keuntungan besar kepada lawan juga menunjukkan adanya persoalan yang perlu diperbaiki.

Inter tidak bisa terus mengandalkan kemampuan membalikkan keadaan.

Jeda Internasional Jadi Waktu Chivu untuk Berbenah

Chivu kini mendapatkan waktu untuk mengevaluasi timnya, meskipun proses latihan tidak akan berlangsung dengan skuad lengkap.

Sebanyak 13 pemain Inter dipanggil tim nasional sehingga sebagian besar periode jeda akan lebih banyak digunakan untuk pekerjaan teoritis dibandingkan latihan taktik dengan seluruh pemain.

Meski demikian, waktu tersebut tetap penting.

Chivu dapat melakukan evaluasi terhadap kesalahan-kesalahan yang muncul dalam pertandingan sebelumnya, terutama bagaimana Inter memulai pertandingan dan bagaimana tim mengantisipasi tekanan lawan.

Tujuannya jelas: Inter harus mampu menghindari situasi di mana mereka terus dipaksa mengejar ketertinggalan sejak awal pertandingan.

Empat Laga Beruntun Jadi Alarm

Comeback memang menjadi salah satu karakter menarik Inter musim ini.

Ketika tertinggal, para pemain menunjukkan respons dan keberanian untuk kembali menyerang. Namun, pola yang terus berulang mulai menjadi perhatian.

Empat pertandingan berturut-turut dengan defisit dua gol menunjukkan bahwa Inter beberapa kali gagal mengontrol pertandingan sejak awal.

Ini menjadi pekerjaan rumah bagi Chivu.

Sang pelatih harus menemukan cara agar agresivitas dan keberanian Inter tetap dipertahankan tanpa mengorbankan konsentrasi serta keseimbangan pertahanan.

Dengan kata lain, Inter perlu belajar bagaimana menang tanpa harus terlebih dahulu berada dalam situasi sulit.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*