
Roma vs Inter di pekan ke-5 Serie A 2026-27 bukan sekadar pertarungan dua tim papan atas Serie A. Bagi Lautaro Martinez, pertandingan di Stadio Olimpico juga menjadi kesempatan untuk kembali menunjukkan ketajamannya setelah sempat diistirahatkan pada laga melawan Udinese.
Menurut Il Giornale, kekalahan dalam pertandingan ini bisa menjadi beban bagi salah satu tim selama jeda internasional. Karena itu, Inter membutuhkan pemain-pemain andalan untuk tampil maksimal, dan Lautaro menjadi salah satu tumpuan utama Cristian Chivu.
Penyerang asal Argentina tersebut diperkirakan siap kembali ke starting XI setelah sebelumnya duduk di bangku cadangan sepanjang pertandingan melawan Udinese.
Lautaro Istirahat demi Pulihkan Masalah Punggung
Lautaro tidak dimainkan saat Inter menghadapi Udinese. Keputusan tersebut bukan semata-mata rotasi, tetapi juga berkaitan dengan masalah kecil pada bagian punggung yang ingin dipulihkan sang pemain.
Kini kondisi Lautaro disebut sudah membaik dan ia siap kembali memperkuat Inter di Olimpico.
Kehadiran kapten Nerazzurri menjadi penting mengingat Inter akan menghadapi Roma yang sedang berada dalam performa positif. Chivu membutuhkan pemain dengan pengalaman dan kemampuan mencetak gol untuk menghadapi pertahanan Giallorossi.
Lautaro pun memiliki sejarah tersendiri ketika menghadapi Roma.
Roma Bukan Korban Favorit Lautaro, tapi Tetap Punya Cerita
Secara statistik, Roma bukan lawan yang paling sering menjadi sasaran gol Lautaro.
Dalam 16 pertandingan melawan Roma, Lautaro telah mencetak empat gol. Sebagai perbandingan, ia sudah mencetak sembilan gol dalam 21 pertemuan melawan AC Milan.
Namun, Roma tetap memiliki tempat khusus dalam perjalanan karier Lautaro bersama Inter.
Salah satu momen paling penting terjadi pada 5 April lalu, ketika Inter mengalahkan Roma 5-2. Dalam pertandingan tersebut, Lautaro mencetak dua gol.
Brace tersebut memiliki makna besar bagi sang penyerang Argentina. Dua gol itu membawanya melewati Roberto Boninsegna dalam daftar pencetak gol sepanjang sejarah Inter.
Lautaro juga melewati Paulo Dybala sebagai pemain yang masih aktif dengan jumlah gol terbanyak di Serie A. Menurut data yang dikutip Il Giornale, Lautaro saat ini telah mengoleksi 134 gol, sementara Dybala berada di angka 131.
Duel Lautaro vs Malen, Persaingan di Lini Serang
Pertandingan Roma vs Inter juga menghadirkan persaingan menarik antara dua penyerang, yaitu Lautaro Martinez dan Donyell Malen.
Malen datang ke pertandingan tersebut sebagai topskor sementara Serie A pada awal musim, dengan mencetak Enam gol.
Sementara Lautaro baru mengoleksi dua gol.
Namun, persaingan keduanya bukan hanya mengenai pertandingan di Olimpico. Ada pertarungan individu yang lebih panjang sepanjang musim.
Lautaro merupakan pencetak gol terbanyak Serie A musim lalu dengan 17 gol, sementara Malen mengakhiri musim dengan 14 gol meski jumlah tersebut dikumpulkan dalam separuh musim.
Kini Malen memulai musim dengan cepat dan berada di posisi teratas dalam daftar pencetak gol. Lautaro tentu memiliki motivasi untuk memperkecil jarak tersebut.
Lautaro Tak Hanya Membela Inter, tapi Juga Status Top Skor
Ada dua target yang bisa dibawa Lautaro ke Olimpico.
Yang pertama tentu saja membantu Inter mendapatkan hasil positif dalam pertandingan besar melawan Roma.
Yang kedua adalah mulai mengejar kembali para penyerang yang berada di atasnya dalam daftar pencetak gol.
Status sebagai capocannoniere Serie A musim lalu membuat Lautaro datang dengan reputasi sebagai salah satu striker paling produktif di Italia. Dua gol pada awal musim menjadi modal awal, tetapi jaraknya dengan Malen saat ini cukup besar.
Karena itu, pertandingan melawan Roma bisa menjadi kesempatan penting bagi Lautaro untuk kembali menunjukkan ketajamannya.

Leave a Reply