
Inter Milan meraih kemenangan di pekan ke-2 Serie A 2026-27 setelah menundukkan Cagliari dengan skor 1-0 di Sardinia, Senin (31/8/26) dini hari WIB.
Gol tunggal Hakan Calhanoglu pada babak pertama menjadi pembeda dalam pertandingan yang berjalan ketat hingga menit-menit akhir.
Kemenangan ini sekaligus memperpanjang start positif Inter di Serie A 2026/27. Setelah sebelumnya menghancurkan Monza dengan skor 4-1, pasukan Cristian Chivu kembali mengamankan tiga poin, meski kali ini harus bekerja jauh lebih keras.
Calhanoglu kembali menunjukkan perannya sebagai salah satu pemain paling menentukan di lini tengah Inter. Gelandang asal Turki tersebut mencetak gol dalam dua pertandingan beruntun dan menjadi pahlawan kemenangan Nerazzurri di Sardinia.
Calhanoglu Cetak Gol Cepat
Inter hanya membutuhkan waktu Sembilan menit untuk membuka keunggulan.
Berawal dari pergerakan Nicolò Barella di sisi kanan, pemain asli Sardinia tersebut menusuk ke dalam sebelum mengirimkan bola mendatar ke arah Calhanoglu.
Tanpa melakukan kontrol terlebih dahulu, Calhanoglu langsung melepaskan tembakan kaki kanan dari luar kotak penalti.
Eksekusinya sangat presisi. Bola meluncur deras ke sudut bawah gawang Cagliari dan membuat Elia Caprile tak mampu berbuat banyak. Inter pun unggul 1-0.
Gol tersebut menjadi gol kedua Calhanoglu dalam dua pertandingan pertama Serie A musim ini. Setelah sebelumnya mencetak gol ketika Inter menghadapi Monza, sang gelandang kembali membuktikan kemampuannya memberikan kontribusi penting dari lini kedua.
Inter Mendominasi, tetapi Terlalu Boros
Setelah unggul, Inter sebenarnya memiliki sejumlah peluang untuk menggandakan keunggulan.
Lautaro Martinez sempat melepaskan tembakan yang melebar setelah berbalik badan. Sementara itu, sundulan Manuel Akanji dari tendangan bebas Federico Dimarco juga belum menemukan sasaran.
Cagliari sangat terbantu oleh penampilan Elia Caprile. Sang penjaga gawang beberapa kali menjadi penyelamat tim tuan rumah.
Tembakan keras Barella berhasil ditepis Caprile. Tidak lama kemudian, kiper Cagliari tersebut kembali melakukan penyelamatan penting untuk menggagalkan tendangan voli keras Dimarco.
Inter terus menciptakan peluang, tetapi penyelesaian akhir menjadi masalah utama.
Barella bahkan hampir menggandakan keunggulan setelah melepaskan tembakan voli yang melewati Caprile. Namun, Juan Rodriguez berada di posisi yang tepat untuk melakukan sapuan hampir tepat di garis gawang.
Lautaro dan Luis Henrique Gagal Manfaatkan Peluang
Inter memiliki beberapa kesempatan emas lainnya.
Alessandro Deiola harus mempertaruhkan tubuhnya untuk menghalangi tembakan Lautaro Martinez setelah Petar Sucic mengirimkan bola mendatar.
Luis Henrique kemudian mendapatkan peluang dari umpan terobosan Lautaro, tetapi tembakannya hanya melambung tipis di atas mistar.
Federico Dimarco juga belum mampu memanfaatkan peluang setelah menerima umpan tumit dari Francesco Pio Esposito. Sementara itu, Esposito sendiri sempat membuat Caprile bekerja keras melalui tembakan dari luar kotak penalti.
Dominasi Inter terlihat jelas, tetapi skor 1-0 membuat pertandingan tetap terbuka.
Cagliari Mulai Bangkit Setelah Jeda
Memasuki babak kedua, Caprile kembali menjadi pemain penting bagi Cagliari.
Kiper tersebut dengan cepat menjatuhkan diri untuk menepis tembakan Esposito yang mengarah ke gawang setelah menerima umpan dari Barella.
Namun, memasuki sekitar satu jam pertandingan, Cagliari mulai meningkatkan tekanan.
Juan Rodriguez melakukan tekel penting terhadap Esposito ketika Alieu Fadera mengirimkan umpan silang ke tiang jauh. Josep Martinez kemudian harus bergerak cepat dengan ujung jarinya untuk menjauhkan bola sebelum Kevin Carlos bisa menyambar.
Beberapa saat kemudian, penjaga gawang Inter kembali harus meninggalkan area penalti untuk menyapu bola dari ancaman Kevin Carlos setelah jebakan offside Nerazzurri gagal mengantisipasi umpan Michel Adopo.
Momentum pertandingan mulai berubah.
Bisseck Selamatkan Inter dari Kebobolan
Momen paling menegangkan datang menjelang akhir pertandingan.
Adam Obert melepaskan tembakan dari sudut sulit yang masih melambung di atas gawang Inter. Setelah itu, Michel Adopo nyaris membuat skor menjadi 1-1.
Adopo mendapatkan bola liar di dalam kotak penalti dan melepaskan tembakan keras dari jarak sekitar 10 meter.
Gol tampaknya sudah di depan mata.
Namun, Yann Bisseck melakukan blok luar biasa dengan menjatuhkan dirinya tepat di jalur tembakan. Inter pun selamat dari ancaman terbesar Cagliari.
Dari sepak pojok berikutnya, Gennaro Borrelli mendapatkan peluang melalui sundulan, tetapi bola kembali melebar.
Cagliari terus memberikan tekanan hingga pertandingan memasuki fase akhir.
Inter Bertahan Hingga Peluit Panjang
Lautaro Martinez masih sempat mengancam setelah berhasil lolos dari jebakan offside. Tembakannya di tiang dekat kembali berhasil diamankan Caprile.
Cagliari terus mencoba mencari gol penyeimbang, tetapi pertahanan Inter mampu mempertahankan keunggulan.
Peluit panjang akhirnya memastikan kemenangan 1-0 untuk Inter.
Susunan Pemain
INTER (3-5-2): 1 Martinez; 28 Pavard, 25 Akanji (6 Stones 68′), 95 Bastoni; 11 Luis Henrique (31 Bisseck 81′), 23 Barella, 20 Calhanoglu (7 Zielinski 65′), 8 Sucic (21 Jones 65′), 32 Dimarco; 94 Esposito (9 Thuram 65′), 10 Lautaro.
Pelatih: Cristian Chivu
CAGLIARI (4-3-2-1): 1 Caprile; 2 Zé Pedro, 14 Deiola (20 Ciervo 83′), 15 Rodriguez, 33 Obert; 4 Romano, 6 Winks (22 Kofler 57′), 10 Fazzini (39 Fadera 57′); 8 Adopo, 70 Maldini ( 29 Borrelli 78′); 31 Mendy (9 Kevin Carlos 57′).
Pelatih: Fabio Pisacane.

Leave a Reply