
Inter Milan mulai mempersiapkan susunan pemain untuk menghadapi Cagliari pada laga pekan ke-2 Serie A 2026-27, Senin (31/8/26) pukul 01.45 WIB.
Salah satu perubahan paling menarik yang muncul dalam sesi persiapan adalah kemungkinan Benjamin Pavard kembali masuk starting XI.
Menurut laporan Gazzetta dello Sport, pelatih Cristian Chivu telah menjajal Pavard dalam skema tim utama saat mempersiapkan susunan pemain Inter untuk menghadapi Cagliari besok. Pavard ditempatkan di posisi bek tengah sisi kanan.
Namun, masih ada satu pertanyaan yang harus dijawab Chivu: siapa yang akan digantikan Pavard? Dua nama yang menjadi kandidat adalah Yann Bisseck dan Manuel Akanji.
Bisseck atau Akanji yang Digeser?
Pada pertandingan pembuka Serie A melawan Monza, Chivu mempercayakan Bisseck dan Akanji sebagai starter.
Kini, kehadiran Pavard membuat persaingan di lini belakang semakin menarik.
Ada dua skenario yang mungkin digunakan Chivu.
Skenario pertama: Pavard menggantikan Bisseck, sementara Akanji tetap bermain sebagai bek tengah.
Skenario kedua: Pavard mengambil posisi bek kanan dalam trio pertahanan, sementara Bisseck digeser ke posisi bek tengah dan Akanji keluar dari starting XI.
Kedua opsi tersebut memberikan karakter berbeda bagi pertahanan Inter.
Pavard memiliki pengalaman dan kemampuan membaca permainan yang sangat baik. Sementara Bisseck menawarkan fisik serta kemampuan duel yang kuat. Akanji sendiri memberikan pengalaman besar dan fleksibilitas karena mampu bermain di beberapa posisi dalam lini belakang.
Pavard Bangkit
Kembalinya Pavard ke starting XI menjadi salah satu cerita menarik dalam perjalanan Inter musim ini.
Beberapa bulan lalu, masa depannya di Giuseppe Meazza sempat terlihat sangat tidak pasti.
Inter bahkan disebut beberapa kali berusaha mencari klub yang bersedia merekrut bek asal Prancis tersebut.
Nerazzurri juga sempat melakukan pembicaraan untuk mencari pengganti Pavard, termasuk dengan bek Tottenham, Cristian Romero.
Namun, situasi berubah.
Romero akhirnya meninggalkan Tottenham dan bergabung dengan Atletico Madrid, sementara Pavard justru menunjukkan sikap berbeda selama masa persiapan.
Performa Pavard Buat Chivu Terpikat
Menurut laporan La Gazzetta dello Sport, Pavard mulai menunjukkan perubahan sikap sejak pemusatan pramusim Inter di Jerman.
Bek asal Prancis tersebut tampil lebih terlibat dalam aktivitas tim dan menunjukkan respons positif terhadap metode latihan Chivu.
Perubahan tersebut berlanjut ketika Inter menjalani tur di Hong Kong dan Perth.
Pavard disebut sebagai salah satu pemain yang terlihat paling bersemangat dan terlibat dalam tim.
Ia bahkan mencetak gol dalam pertandingan uji coba melawan Manchester City.
Namun, yang paling penting bukan sekadar gol tersebut.
Pavard disebut ingin mendapatkan kesempatan kedua bersama Inter dan menyampaikan keinginannya secara langsung kepada Chivu.
Kini, keinginan tersebut tampaknya mulai terwujud.
Chivu Berikan Kesempatan Kedua
Chivu akhirnya memberikan kepercayaan kepada Pavard.
Keputusan untuk mengujinya sebagai starter menunjukkan bahwa sang pelatih melihat adanya perkembangan positif dari pemain berusia 30 tahun tersebut.
Bagi Chivu, Pavard menawarkan sesuatu yang sangat penting: pengalaman.
Dengan pengalaman bermain di level tertinggi bersama klub dan tim nasional Prancis, Pavard memiliki kapasitas untuk menjadi salah satu pemimpin di lini belakang.
Di sisi lain, Pavard juga masih memiliki kualitas teknis yang sesuai dengan kebutuhan Inter.
Kemampuan membangun serangan dari belakang, membaca ruang, memenangkan duel, serta bermain dalam sistem tiga bek membuatnya tetap relevan dengan skema Nerazzurri.
Jika benar-benar diturunkan sejak menit pertama melawan Cagliari, pertandingan tersebut akan menjadi semacam awal baru bagi Pavard.

Leave a Reply